Tag: singapura

Selang Rp 500 Juta di Pembuluh Saya
Setengah Bionic

Selang Rp 500 Juta di Pembuluh Saya

Lolos dari Lubang Maut Aortic Dissection (9) Kembali opname, saya langsung diinfus delapan botol. Dokter Mohammed Tauqeer Ahmad, ahli syaraf itu, yakin itu bisa mengatasi keluhan beratnya tengkuk saya. Soal masih datang-perginya panas, mungkin terjadi infeksi. Di satu atau beberapa titik di  sepanjang saluran darah utama saya yang tercabik-cabik tanpa ketahuan selama 15 hari itu….

Tergoda Lanzhou Lamian Satu-satunya
Setengah Bionic

Tergoda Lanzhou Lamian Satu-satunya

Lolos dari Lubang Maut Aortic Dissection (8) Robert Lai mengabarkan kesuksesan operasi itu ke keluarga saya di Surabaya yang sedang menata barang untuk dibawa ke Singapura keesokan harinya. Malam itu juga saya dipindah ke ICU. Untuk dua malam. Ketika istri dan anak saya tiba, saya sudah di ICU. Sudah bisa bercanda. “Bawa tajin?” canda saya…

Pisau di Tangan Benjamin Chua dan Manish
Setengah Bionic

Pisau di Tangan Benjamin Chua dan Manish

Lolos dari Lubang Maut Aortic Dissection (7) Tibalah saat operasi itu. Tempat tidur saya didorong dari kamar 803. Menuju ruang operasi di rumah sakit Farrer Park Singapura ini. Jam menunjukkan pukul 16:00. Robert Lai dan istrinya berjalan di belakang tempat tidur saya. Setelah naik-turun lift terbacalah oleh saya tulisan besar: ruang operasi. Robert melambaikan tangan….

Hampir Saja Skenario By Pass di Leher
Setengah Bionic

Hampir Saja Skenario By Pass di Leher

Lolos dari Lubang Maut Aortic Dissection (5) Tidak ada jalan lain. Tindakan harus segera dilakukan. Pecahnya pembuluh darah utama saya harus segera diatasi. Saya pun bertanya. Kapan dokter James Wong melakukan tindakan. Saya sudah siap. Baik skenario 1 maupun skenario 2. James Wong terdiam sesaat. “Besok (hari Minggu) saya harus ke Myanmar sampai Selasa. Saya…

Perintah Tiba-tiba: Masuk ICU Dulu
Setengah Bionic

Perintah Tiba-tiba: Masuk ICU Dulu

Lolos dari Lubang Maut Aortic Dissection (6) Robert Lai menjemput saya di bandara Changi. Meski duduk paling depan saya menjadi penumpang terakhir yang keluar dari bandara. Ini karena saya tidak bisa berjalan cepat. Bahkan saat keluar dari pintu pesawat, di dalam lorong garba rata, saya harus berhenti tiga kali. Posisi garba ratanya agak naik. Maklum…

Email:likedisway@gmail.com

Follow me on Twitter
Subscribe to Blog via Email

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 3,550 other subscribers

EnglishIndonesian