Tag: dahlan iskan

Pisau di Tangan Benjamin Chua dan Manish
Setengah Bionic

Pisau di Tangan Benjamin Chua dan Manish

Tibalah saat operasi itu. Tempat tidur saya didorong dari kamar 803. Menuju ruang operasi di rumah sakit Farrer Park Singapura ini. Jam menunjukkan pukul 16:00. Robert Lai dan istrinya berjalan di belakang tempat tidur saya. Setelah naik-turun lift terbacalah oleh saya tulisan besar: ruang operasi. Robert melambaikan tangan. Juga istrinya. Pertanda mereka hanya boleh mengantar…

Hampir Saja Skenario By Pass di Leher
Setengah Bionic

Hampir Saja Skenario By Pass di Leher

Tidak ada jalan lain. Tindakan harus segera dilakukan. Pecahnya pembuluh darah utama saya harus segera diatasi. Saya pun bertanya. Kapan dokter James Wong melakukan tindakan. Saya sudah siap. Baik skenario 1 maupun skenario 2. James Wong terdiam sesaat. “Besok (hari Minggu) saya harus ke Myanmar sampai Selasa. Saya bisa lakukan Rabu,” ujarnya. Bagi saya, demikian…

Perintah Tiba-tiba: Masuk ICU Dulu
Setengah Bionic

Perintah Tiba-tiba: Masuk ICU Dulu

Robert Lai menjemput saya di bandara Changi. Meski duduk paling depan saya menjadi penumpang terakhir yang keluar dari bandara. Ini karena saya tidak bisa berjalan cepat. Bahkan saat keluar dari pintu pesawat, di dalam lorong garba rata, saya harus berhenti tiga kali. Posisi garba ratanya agak naik. Maklum pesawat yang saya naiki jenis 737 yang…

Mengandalkan Kreativitas Bubur Remas 
Setengah Bionic

Mengandalkan Kreativitas Bubur Remas 

Setelah anak-menantu-cucu ke Makkah tinggal saya dan istri di Madinah. Kesakitan. Tergolek di tempat tidur. Mereka terus memonitor sakit saya. Saya bisiki istri agar mengatakan kondisi saya baik-baik saja. Agar tidak mengganggu kekhusukan mereka melakukan umroh. Toh sudah banyak dokter asal Surabaya yang bisa dihubungi setiap saat. Saya juga terus dikirimi foto atau video saat…

Rakus Lentil dan Kurma Mentah Beku
Setengah Bionic

Rakus Lentil dan Kurma Mentah Beku

Semua itu bermula di hari kedua saya berada di Madinah. Sehari sebelumnya kami tiba dari Surabaya setelah matahari tenggelam. Enam cucu yang masih kecil membuat kami tidak bisa bergegas langsung ke masjid Nabi untuk ikut berjamaah salat isya. Kami ke hotel dulu. Jam 2 dini hari saya bangun. Sengaja. Untuk kembali ke masjid Nabawi. Hanya…

Merelakan Ditinggal Anak, Cucu, Menantu
Setengah Bionic

Merelakan Ditinggal Anak, Cucu, Menantu

Saya sabar menunggu pencernaan saya istirahat. Tidak makan apa pun. Dada dan punggung memang masih sakit tapi sudah turun. Dari skala 9 (saat menuju rumah sakit) ke skala 6 (antara 1-10). Dengan rasa sakit skala 6 saya tidak mengeluh. Sudah jauh lebih ringan dibanding skala 9. Sambil berbaring lemas, saya ingat. Sekarang sudah pukul 15:00….

Lebih Menyiksa dari Sakit Jantung
Setengah Bionic

Lebih Menyiksa dari Sakit Jantung

Saya jatuh sakit lagi. Serius. Sangat serius. Akhir Desember lalu. Saat menjalani Umroh bersama keluarga. Pembuluh darah utama saya koyak. Koyakannya panjang sekali. Pembuluh utama yang disebut aorta itu diameternya 4 cm. Yang tugasnya mengalirkan dengan deras darah yang baru keluar dari jantung. Yang akan membawa darah ke seluruh badan: ke otak, ke lengan, ke…

1 2 3

Email:likedisway@gmail.com

Follow me on Twitter
Subscribe to Blog via Email

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 3,193 other subscribers

EnglishIndonesian