Tag: dahlan iskan

Dua Hobi yang Tak Ketemu
Catatan Harian, Humaniora

Dua Hobi yang Tak Ketemu

Pengorbanan Robert Lai untuk saya termasuk di bidang golf. Dia suka sekali main golf. Dia mengurangi banyak sekali hobbynya itu. Selama merawat saya kadang sebulan penuh Robert tidak main golf. Dia tahu saya tidak main golf. Dia juga tidak berhasil meyakinkan saya untuk mulai main golf. Tapi dia tidak henti-hentinya bercerita tentang menariknya main golf….

Disiplin Manajer yang Tanpa Ampun
Catatan Harian, Humaniora

Disiplin Manajer yang Tanpa Ampun

Sejak saya muntah darah pada tahun 2004 itu, praktis Robert Lai-lah yang menjadi ‘’manajer kesehatan’’ saya. Selama dua tahun berikutnya saya mondar-mandir ke Singapura. Berarti Robert terus memanajeri keperluan saya. Dokter yang dilibatkan pun kian banyak. Dari berbagai bidang. Termasuk ahli kanker. Tapi saya tetap kerja keras di perusahaan. Sakit liver memang tidak membuat terlihat…

Hepatitis yang Menyatukan
Humaniora

Hepatitis yang Menyatukan

Tahun 2004, subuh, saya dibangunkan oleh rasa ingin muntah. Ternyata muntah darah. Saya coba tampung di kedua telapak tangan sambil berjalan menuju toilet. Tapi tidak cukup. Banyak darah yang tumpah ke lantai. Saya baru memberitahu Robert Lai empat hari kemudian. Setelah dokter di Surabaya menganjurkan saya ke Singapura. Dokter Surabaya merekomendasikan agar saya ditangani dokter…

Menebus Dosa Proyek Raksasa
Catatan Harian, Humaniora

Menebus Dosa Proyek Raksasa

Persahabatan saya dengan Robert Lai sudah berlangsung lebih 20 tahun. Sudah seperti saudara. Robert lahir di Hongkong. Tapi sejak kecil diajak merantau orang tuanya ke Singapura. Karena itu meski kewarga negaraanya Singapura Robert berhak memiliki KTP Hongkong. Dengan memegang paspor Singapura dia bebas masuk ke negara-negara seperti Amerika Serikat, Inggris, negara-negara Eropa daratan bahkan ke…

Mensyukuri 11 Tahun Hati Baru
Setengah Bionic

Mensyukuri 11 Tahun Hati Baru

Mumpung hari itu ke laboratorium, saya “titip” untuk sekalian ditest kadar tacrolimus saya. Agar seminggu lagi tidak perlu ke laboratorium hanya khusus untuk itu. Itulah test untuk melihat apakah kerjasama antara hati orang yang sudah 11 tahun di dalam tubuh saya itu masih baik. Hasilnya membuat saya terperangah. Untuk pertama kali dalam 11 tahun hasilnya…

Pengukur Suhu, Alat Wajib Baru
Setengah Bionic

Pengukur Suhu, Alat Wajib Baru

Hasil lab yang mengindikasikan muncul tidaknya kanker di tubuh saya selesai tepat di malam tahun baru Imlek: Negatif! Alhamdulillah. Allahu Akbar. Saya seperti dapat angpao setebal bantal! Salah satu penanda tumor saya, AFP, hasilnya 2,7. Ini jauh di bawah pertanda munculnya tumor (15). Penanda kanker lainnya, CEA, menunjukkan angka 2,1. Itu bagus. Jauh dari batas…

Menanti Angpao di Hari Imlek
Setengah Bionic

Menanti Angpao di Hari Imlek

Tentu saya tidak sabar menunggu waktu satu bulan. Saya sudah berusaha bersikap tenang. Saya tenang-tenangkan. Tapi sesekali tetap muncul kegelisahan. Ancaman kanker di balik berat badan yang terus turun hanya berhasil membuat ketenangan itu terlihat di permukaan. Tanpa ijin dokter saya memeriksakan darah ke laboratorium. Dua minggu lebih cepat dari “tunggu satu bulan lagi”. Toh…

Bahagia Walau Gagal Gemuk
Setengah Bionic, Uncategorized

Bahagia Walau Gagal Gemuk

Berat badan saya turun terus. Tinggal 66 kg. Dari 70 kg sebelum operasi. Saya harus melawannya. Dengan makan lebih banyak. Tapi sampai hari ini (14/2) selera makan saya belum pulih. Air liur  masih terasa pahit. Seperti umumnya orang yang habis sakit keras yang lama. Saya paksakan untuk makan banyak. Biar pun tidak ada selera. Teman-teman…

Selang Rp 500 Juta di Pembuluh Saya
Setengah Bionic

Selang Rp 500 Juta di Pembuluh Saya

Kembali opname, saya langsung diinfus delapan botol. Dokter Mohammed Tauqeer Ahmad, ahli syaraf itu, yakin itu bisa mengatasi keluhan beratnya tengkuk saya. Soal masih datang-perginya panas, mungkin terjadi infeksi. Di satu atau beberapa titik di  sepanjang saluran darah utama saya yang tercabik-cabik tanpa ketahuan selama 15 hari itu. Untuk memastikannya, tiap hari dilakukan pengambilan darah….

Tergoda Lanzhou Lamian Satu-satunya
Setengah Bionic

Tergoda Lanzhou Lamian Satu-satunya

Robert Lai mengabarkan kesuksesan operasi itu ke keluarga saya di Surabaya yang sedang menata barang untuk dibawa ke Singapura keesokan harinya. Malam itu juga saya dipindah ke ICU. Untuk dua malam. Ketika istri dan anak saya tiba, saya sudah di ICU. Sudah bisa bercanda. “Bawa tajin?” canda saya ke istri yang pekan sebelumnya bikin tajin…

1 2 3

Email:likedisway@gmail.com

Follow me on Twitter
Subscribe to Blog via Email

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 3,193 other subscribers

EnglishIndonesian