Smart SIM
23 September 2019
Oleh : Wirahadikusumah
 
 
Korps Lalu Lintas Polri bikin terobosan. Lembaga ini meluncurkan Smart SIM, Minggu (22/9). 
 
Informasi ini menjadi salah satu yang banyak dicari pemburu berita. Google Trend mencatat, sudah lebih dari lima ribu kali ditelusuri. 
 
Saya salah satunya yang mencari berita ini. Karena saya penasaran. Mengapa sampai SIM model baru itu disebut lebih pintar dari dua SIM di dompet saya saat ini. 
 
Hasil penelusuran saya, Smart SIM memang memiliki beberapa kelebihan. 
 
Di antaranya terdapat chip di SIM ini. Fungsinya sebagai data forensik kepolisian. Tujuannya mencatat perilaku pemiliknya. Seperti pelanggaran apa saja yang pernah dilakukan saat berkendara.
 
Kelebihan lainnya berfungsi sebagai uang elektronik. Dengan total saldo Rp2 juta. Karenanya, SIM itu bisa digunakan untuk berbelanja. Juga membayar e-toll.
 
Untuk fungsi uang elektronik itu, Korlantas menggandeng tiga bank: Mandiri, BRI, dan BNI.
 
Lalu bagaimana cara memperoleh Smart SIM? 
 
Caranya harus registrasi ke layanan SIM online di situs sim.korlantas.polri.go.id. Setelah mengisi formulir, kita akan mendapatkan kode bayar registrasi.
 
Kemudian membayar tarif pembuatan SIM di BRI. Selanjutnya datang ke kantor polisi dan mengikuti rangkaian prosedur penerbitan SIM. Seperti ujian teori, keterampilan mengemudi, dan lainnya.     
 
Tarif pembuatan Smart SIM tetap mengacu PP No. 60/2016 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak.
 
Yakni, SIM A Rp120 ribu, SIM C (Rp100 ribu), SIM B I (Rp120 ribu). 
 
Kemudian perpanjangan SIM A Rp80 ribu, SIM C (Rp75 ribu), dan SIM BI (Rp80 ribu).
 
Pemilik SIM biasa tidak dianjurkan buru-buru mengganti ke SIM ini. Sebab, SIM itu masih berlaku. Hingga masanya habis. Setelah itu baru diganti ke Smart SIM.
 
Saya mengapresiasi terobosan Korlantas ini. Paling tidak Smart SIM memudahkan kerja polisi untuk mengetahui data pemiliknya. Terutama jumlah dan tingkat pelanggaran lalu lintas yang pernah dilakukan.
 
Saya berharap, Smart SIM juga menjadi acuan kepolisian dalam memberikan sanksi. Minimal untuk mencabut SIM pengendara. Yang sudah melanggar lalu lintas dalam jumlah yang banyak.
 
Terlebih, pencabutan SIM memang sudah diatur dalam UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. 
 
Mudah-mudahan, adanya Smart SIM bisa menekan angka pelanggaran lalu lintas dan kecelakaan di jalan raya.
 
Semoga Smart SIM juga mampu mendorong pemiliknya, agar selalu Smart saat berkendara di jalan raya.(wirahadikusumah)
Baca Juga
Azrul Ananda
happywednesday.id

Azrul Ananda
happywednesday.id

About Author
Wirahadikusumah
Comments (39)