Semangat Ria Irawan
08 September 2019
Oleh : Wirahadikusumah
 
Sudah cukup lama saya tak mendengar namanya. Padahal pada 1970-an hingga awal 2000-an, pecinta film bioskop Indonesia pasti tahu dengannya.
 
Dia adalah Chandra Ariati Dewi Irawan atau Ria Irawan. Bintang film, penyanyi, fotografer, dan sutradara video klip. Anak bungsu Bambang Irawan dan Ade Irawan. Istri dari Mayky Wongkar.
 
Pada Jumat (6/9), dia masuk dalam daftar buruan pencari berita di Google Trend. Lebih dari 10 ribu kali ditelusuri. 
 
Kali ini penyebabnya bukan karena penghargaan yang biasa diraihnya. Tetapi, karena dia dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Akibat penyakit yang dulu pernah diidapnya: kanker kelenjar getah bening. 
 
Padahal, pada awal 2019, Ria Irawan menyatakan diri sudah ”sembuh”. Bahkan pada 22 Juli 2019, dia sempat memotivasi para pejuang kanker melalui Instagramnya @riairawan. 
 
Melalui video yang sudah ditonton 43.487 kali itu, dia meminta pejuang kanker untuk terus semangat. Juga tidak khawatir dengan penyakit yang diderita. 
 
”Saya bisa sembuh dari kanker itu karena saya terdiagnosa di atas kertas lewat patalogi anatomi. Saya meminum suplemen, vitamin, segala obat-obatan. Ini rambut saya sudah dua kali botak. Ya begini hasilnya. Jadi tidak usah takut. Semoga bisa terlaksana dengan baik. Jadi jangan khawatir, kanker itu adalah sesuatu yang berkurang dari tubuh Anda. Jadi ayo!” katanya kala itu.
 
Saat ini, sel kanker di tubuh Ria dikabarkan sudah menyebar ke paru-paru. Juga otaknya. Karenanya, dia harus kembali dirawat di rumah sakit. 
 
Kendati begitu, Ria sepertinya terus menunjukkan semangatnya melawan penyakitnya. Yang sudah stadium 3 tersebut. Dia mengaku sudah tak takut lagi.
 
Itu ditunjukkannya melalui Instagram Story suaminya @mayk_wongkar yang ditayangkan Jumat (6/9).
 
”Sudah tidak takut. Sudah tidak kaget. Kesel saja ini cancer datang lagi. Bismillah di hari Jumat yang penuh doa dan berkah, segala yang tidak baik, rontok semuanya. Amin,” tulisnya. 
 
Kabar dari Ria Irawan ini membuat saya tertarik mencari informasi tentang kanker kelenjar getah bening. Terlebih penyakit inilah yang dikabarkan menyerang almarhum Ustad Arifin Ilham dan Olga Syahputra.
 
Dikutip dari Tribunnews.com, penyakit ini memiliki nama lain Limfoma. Menurut data Globocan, jenis limfoma non-Hodgkin merupakan kanker nomor tujuh yang sering dijumpai di Indonesia.
 
Dokter Divisi Hematologi Onkologi Medik Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan RSCM Dr. dr. Andhika Rachman Sp.PD-KHOM mengatakan, limfoma bisa disebabkan berbagai faktor.
 
Orang yang sistem kekebalan tubuhnya lemah berisiko terkena limfoma. Termasuk yang mengidap penyakit autoimun seperti lupus. Juga pasien dengan penyakit jaringan ikat.
 
Risiko lainnya karena riwayat keluarga. Sebab, ada beberapa kasus yang orang tuanya mengidap limfoma, anaknya juga sama. 
 
”Tetapi apakah ada faktor keturunan pada limfoma belum diketahui pasti,” kata Andhika.
 
Limfoma juga berisiko pada orang obesitas. Juga konsumsi makan yang tidak seimbang. Seperti terlalu banyak makan daging merah. 
 
Selain itu, limfoma juga bisa dipicu infeksi virus seperti HIV, human T-cell leukemia, dan virus Epstein-Barr.
 
”Adanya faktor risiko tersebut bukan berarti akan terkena limfoma. Dalam sejumlah kasus, penyebabnya tidak diketahui pasti,” jelasnya.
 
Andhika berpesan, penting bagi kita mengenali gejalanya. Seperti adanya benjolan di leher, lipat ketiak atau paha. 
 
Kemudian sering berkeringat di malam hari; sering demam tak lebih dari 38 derajat celcius; penurunan berat badan; sering kelelahan, dan perut terasa nyeri.
 
”Jika gejala-gejala itu sering muncul, segera periksa ke dokter,” pesan Andhika. 
 
Setelah membaca berita itu, saya berkesimpulan inti terhindar penyakit ini adalah menjaga pola hidup sehat. Termasuk terhindar dari jenis penyakit lainnya.
 
Kita harus selalu mengonsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, istirahat cukup, perbanyak minum air putih, dan berpikir positif.
 
Pastinya, kabar dari Ria Irawan ini juga membuat saya membayangkan wajah Pak Dahlan Iskan (DIS). 
 
Semoga bos saya itu tidak lupa selalu menjaga pola hidup sehatnya. Terlebih saat ini ia sedang di Inggris.
 
Mudah-mudahan Pak DIS juga tidak lupa, kalau saya mengidolakan Mohamed Salah Ghaly. Idola lapangan hijau yang sangat saya nantikan bisa berpose dengannya. 
 
Mungkin suatu hari Pak DIS akan ajak saya mewujudkan momen itu. (wirahadikusumah)
 
 
 
Baca Juga
Azrul Ananda
happywednesday.id

Azrul Ananda
happywednesday.id

About Author
Wirahadikusumah
Comments (7)