Kayanya Indonesia
19 August 2019
Oleh : Wirahadikusumah
”Q, kok nggak ditulis tuh baju adat Lampung yang juara di Istana Merdeka?" tanya istri saya kemarin (18/8).
 
Q adalah panggilan sayang istri kepada saya. Sejak masa pacaran dulu. Singkatan dari Qyay -kakak tertua laki-laki dalam Bahasa Lampung. 
 
"Itu viral lho Q. Lihat aja di YouTube,” katanya lagi.
 
Saya sebenarnya sudah tahu bahwa itu viral. Sejak Minggu (17/8). Beritanya bersliweran di WhatsApp Group. Yang saya tergabung di dalamnya. Juga banyak di posting kawan-kawan saya di Facebook.
 
Tapi saya agak malas menulisnya. Khawatir disangka nepotisme. Saya kan asal Lampung. 
 
Tapi kan itu viral? Lihat saja YouTube. Di kanal Kompas TV. Hingga Minggu (18/8) pukul 13.15 WIB, sudah 1.193.083 kali ditonton.
 
Lagi pula, bukan baju adat Lampung saja yang meraih juara. Juga baju adat Gunung Tabur, Berau, Kalimantan Timur. Yang dipakai Sultan Gunung Tabur Adji Raden M. Bachrul. Yang meraih juara kedua. 
 
Juara pertamanya adalah baju daerah Nusa Tenggara Timur. Yang dikenakan Khalida. Salah satu tamu undangan dalam Upacara Perayaan Kemerdekaan HUT RI ke-74 di Istana Merdeka, Sabtu (17/8).
 
Lalu siapa yang menggunakan baju adat Lampung yang meraih juara ketiga itu? 
 
Semua pemirsa TV penasaran. Tidak disebutkan di situ. Bahkan baju itu adat dari mana juga tidak disertakan. 
 
Saya jelaskan: dia adalah Nora Tristyana. Istri Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu. 
 
Dia mengaku menghabiskan waktu 3,5 jam untuk tampil mengenakan pakaian adat Lampung. Kala itu, dia juga mengenakan Siger Pepadun. Yang anggun di kepalanya itu. 
 
Dia mengenakan pakaian adat Lampung karena sudah sejak lama memilikinya. Wajar saja. Sebab, suaminya Ryamizard Ryacudu berasal dari Lampung.
 
Saya sebenarnya kagum juga. Kok ibu menteri itu kuat mengenakan Siger. Dia tidak menanggalkannya sama sekali selama mengikuti kegiatan di Istana Merdeka tersebut. 
 
Padahal, siger yang dikenakan Nora itu cukup berat. Sepengetahuan saya, paling tidak 3 kilogram. Istri saya saja hampir pingsan saat mengenakannya di acara penikahan kami delapan tahun lalu.
 
Siger adalah mahkota pengantin wanita Lampung. Yang melambangkan kehormatan dan keanggunan yang memakainya. 
 
Ada dua siger di Lampung. Siger Pepadun dan Siger Sai Batin. Bedanya, lekuk Siger Pepadun ada sembilan. Sementara Sai Batin tujuh.   
 
Siger juga menjadi simbol Provinsi Lampung. Bahkan di provinsi ini ada menaranya. Lokasinya di ujung Pulau Sumatera. 
 
Menara itu bisa dilihat penumpang kapal laut dari Pulau Jawa yang akan berlabuh di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan. 
 
Saya mengapresiasi aturan tamu mengenakan pakain daerah dalam upacara di istana itu. 
 
Kebijakan ini bisa menunjukkan bahwa bangsa kita kaya akan budaya. Salah satunya pakaian adat daerah.(Wirahadikusumah)
 
Baca Juga
Azrul Ananda
happywednesday.id

Azrul Ananda
happywednesday.id

About Author
Wirahadikusumah
Comments (8)