05 February 2019
Guo Nian
Oleh : Dahlan Iskan

Puncak tahun baru Imlek sudah terjadi tadi malam. Yakni ketika tiap keluarga Tionghoa berkumpul di rumah masing-masing. Makan bersama. Dengan menu utama kaki babi, mi panjang umur dan ikan.

Tadi malam saya ikut merayakannya di Taipei, Taiwan. Di rumah keluarga Yue Yi Teh. Yang sudah seperti keluarga sendiri. Yang dulu, bapaknya sering memberi nasehat ke saya.

Saya juga pernah bermalam tahun baru Imlek di Tiongkok. Beberapa kali. Pernah juga di Singapura. Bersama keluarga Robert Lai. Yang sudah seperti kakak sendiri.

Di mana pun adatnya sama. Hanya di Singapura pakai mie khusus. Di taruh di satu piring besar. Dengan campuran berbagai macam sayur. Juga saus. Semua keluarga yang mengelilingi meja berdiri. Dengan sumpit di tangan. Lalu mengaduk mie itu. Rame-rame. Dengan cara mengangkat mie dengan sumpit. Setinggi-tingginya. Dijatuhkan di piring itu lagi. Berkali-kali. Sambil mengucapkan selamat tahun baru. Mie pun tercampur dengan sempurna. Bahkan agak berantakan. Ada yang terciprat ke luar piringan.

Ramai. Meriah. Bercanda sampai larut malam.

Pagi ini, 5 Februari 2019, giliran sungkeman. Anak sungkem ke orang tua. Adik sungkem ke kakak. Yang yunior ke yang lebih senior.

Saat sungkeman itulah orang tua harus memberi anak-anaknya angpao. Amplop merah. Yang isinya uang.

Dan sekali lagi: makan-makan. Dengan menu utama miesua.

Yang utama sungkeman di lingkungan keluarga inti. Setelah itu mereka saling berkunjung. Yang merasa lebih muda ke rumah yang lebih tua. Muda dalam pengertian umur. Maupun dalam hirarkhi keluarga. Anak-anak biasanya lebih rajin: akan banyak dapat angpao.

Mereka memakai baju baru. Celana dalam pun juga harus baru. Hari ini akan banyak yang berbaju merah.

Hari ketiga tidak boleh lagi saling berkunjung. Itu hari kurang baik.

Tentu semua itu dulu. Sekarang sudah banyak yang berubah. Meski masih banyak juga yang tetap seperti itu.

Ucapan 'Gong Xi Fa Cai' adalah khas daerah selatan. Di Beijing dan sekitarnya tidak kenal istilah itu. Ucapan selamat tahun baru mereka adalah 'Xin Nian Kuai Le'. Tahun Baru Bahagia.

Tahun baru disebut 'Xin nian'. Xin = baru. Nian = tahun. Tapi di Tiongkok Xin Nian juga sering disebut 'Guo Nian'. Di istilah ini 'nian' bukan berarti tahun. Meski tulisan Mandarinnya sama.

Dulu, 'Nian' itu nama setan jahat. Yang selalu muncul di malam tahun baru. Yang berusaha mencelakakan seluruh keluarga.

Malam itu setan tersebut harus dilawan. Dengan warna merah: amplop, baju dan dekorasi. Semua keluarga harus bisa melewati ancaman setan jahat itu. Dari situlah istilah 'guo nian' bermula.

Tentu banyak versi yang lain. Intinya seperti itu.

Keharusan berkumpul di keluarga itulah yang membuat arus mudik luar biasa. Tahun ini 400 juta orang Tiongkok mudik. Tiongkok libur satu minggu.

Jangan melakukan perjalanan di sekitar tahun baru Imlek di Tiongkok. Ruwetnya bukan main. Seperti arus mudik di hari lebaran di Indonesia.

Beberapa perubahan terjadi. Misalnya banyak yang makan bersamanya tidak lagi di rumah. Pindah ke hotel. Atau restoran. Ada juga yang mudiknya dibalik. Orang tua di desa diminta ke kota. Makan bersama di kota. Biayanya lebih murah. Arus lalu-lintas ke arah kota besar juga lebih sepi.

Perubahan yang lucu: angpaonya dikirim lewat WeChat. Meski dengan konsekwensi: setannya tidak takut lagi.

Di Taiwan arus mudik tidak begitu mencolok. Memang banyak yang antre karcis. Sampai tidur di luar stasiun kereta. Tapi tidak separah di Tiongkok.

Semua sudah tahu: tahun ini tahun babi. Melambangkan kemakmuran. Kebahagiaan.
Setidaknya bagi pedagang babi.

Xin Nian Kuai Le!(dahlan iskan)

Tag :
Taiwan
Untuk membaca silakan mendaftar. GRATIS
DISWAY TERBARU
Dirut Mutasi
Oleh : Dahlan Iskan

MUNGKIN kebetulan saja: Dirut PLN diganti lagi. Kemarin. Hanya dua minggu setelah Presiden Jokowi memanggil jajaran direksi dan komisaris Pertamina dan PLN ke Istana.

07 Dec 2021
Semeru 5 Cm
Oleh : Dahlan Iskan

Bagi orang Lumajang sendiri Semeru terkenal karena pasirnya. Jauh sejak sebelum Soe Hok Gie dan 5 Cm.

06 Dec 2021
Hadiah Natal
Oleh : Dahlan Iskan

”Rumah Anda berapa jauh dari SMA Oxford yang menghebohkan itu?” tanya saya kepada seorang warga Indonesia di Michigan, Amerika Serikat.

05 Dec 2021
HARIAN DISWAY
Siap-Siap Tagihan PDAM Se-Jatim Naik
Oleh : Salman Muhiddin

PDAM se-Jawa Timur bakal merevisi tarifnya tahun depan. Surat keputusan dari Gubernur Khofifah Indar Parawansa tentang batas atas dan bawah tarif air sudah ditandatangani. Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik memiliki tarif batas atas paling tinggi ketimbang daerah lain.

06 Dec 2021
Berempat Selamat di Kamar Mandi
Oleh : Salman Muhiddin

Pengelola warung makan di dekat Jembatan Gladak Perak selamat setelah berlindung di kamar mandi.

06 Dec 2021
Kisah Sugeng Setiono, Pemilik Warung di Sekitar Jembatan Gladak Perak
Oleh : Salman Muhiddin

Sugeng Setiono selamat karena berlindung di dalam kamar mandi selama dua jam

06 Dec 2021
HAPPY WEDNESDAY
Simon Mottram Sang Filsuf Jersey
Oleh : Azrul Ananda

Salah satu yang paling saya kagumi adalah Simon Mottram, founder merek apparel sepeda Rapha yang akhir November ini mengakhiri masa jabatannya sebagai CEO. Saya merasa beruntung bisa mengenalnya.

27 Nov 2021
Harapan Telaga Sarangan
Oleh : Azrul Ananda

Tahun ini, sudah tiga kali saya ke Telaga Sarangan. Sekali bersama keluarga, dua kali bersama teman-teman bersepeda.

23 Nov 2021
Taylor Swift Menang Telak
Oleh : Azrul Ananda

Ini adalah business decision. Ini industri. Ini bisnis. Taylor Swift di usia 30-an kini bisa menceritakan, dan mengenang, lebih luas tentang kehidupannya di usia remaja hingga 20-an. Sambil terus meraup penghasilan.

16 Nov 2021

HARIAN DISWAY
MAIN MEDIA
VIDEO
Redaksi About Us Pedoman Media Siber Berlangganan