06 March 2018
Tidak Kalah Dengan Tiongkok
Oleh : Dahlan Iskan

Tamu saya, orang bule, Sabtu lalu datang naik sepeda. Sepeda listrik. Kelihatan masih baru. “Surabaya hebat,” katanya.

"Ke mana-mana saya bisa sewa ini saja. Murah,” tambahnya.

Saya kaget: Surabaya ternyata tidak kalah dengan Tiongkok atau Singapura.

Setidaknya berusaha mengejar. Ternyata sekarang ini sudah ada persewaan sepeda seperti itu.

Bahkan sejak beberapa bulan lalu. Saya agak ketinggalan.

Ketika saya menulis tentang mewabahnya persewaan sepeda di Tiongkok dan Singapura, saya membayangkan tidak mungkin bisa melakukan hal serupa di Indonesia: orang bisa mengambil sepeda di mana saja dan mengembalikannya di mana saja.

Kalau itu akan diterapkan di kota-kota di Indonesia dalam sekilas akan ludes. Raib dicuri orang.

Tapi ide persewaan itu ternyata bisa dimodifikasi. Surabaya lagi mencobanya.

Dengan sepeda listrik. Yang secara teknologi lebih maju dari sepeda biasa. Dan secara sistem sudah menyesuaikan dengan keadaaan Indonesia.

Weibe Wakker, teman saya dari Belanda itu, menyewanya dari semua “pos persewaan” di dekat apartemennya di Surabaya barat.

[caption id="attachment_4907" align="alignnone" width="744"] Weibe Wekker, pria asal Belanda yang berkeliling dunia dengan mobil VW listrik, memamerkan sepeda yang disewanya selama di Surabaya.[/caption]

Weibe sudah dua bulan di Surabaya. Di apartemen itu. Minggu lalu dia lihat sesuatu yang baru di komplek apartemen itu: pos persewaan sepeda listrik. Merknya MIGO. Warnanya hijau.

Dia lihat petunjuk yang ada di situ: bisa menggunakan App. Weibe pun meng-install Apps MIGO di handphone-nya. Dia buka kunci sepeda listrik itu dari Appnya. Klik. Open.

Hari itu dia pun mengendarainya. Dengan helm tang sudah disediakan. “Hari pertama itu saya keliling Surabaya. Sampai 50 Km. Baterainya belum habis,” katanya.

Berapa biayanya? “Murah sekali. Hanya Rp 20 ribu,” jawabnya. Bagaimana cara bayarnya? “Melalui HP. Seperti beli pulsa,” katanya.

Memang, menurut keterangan resmi perusahaan itu, tarif per 2 km hanya Rp 2000.

Memang sistem “harus mengambil di pos persewaan dan mengembalikan di pos persewaan mana saja” tidak sefleksible dibanding “ambil di mana saja dan kembalikan di mana saja” seperti persewaan sepeda di Tiongkok atau Singapura.

Tapi sudah lumayan. Apalagi ini bukan sepeda biasa, melainkan sepeda listrik.

Tentu sukses tidaknya Migo di Surabaya ini akan ditentukan oleh banyaknya pos persewaan.

Untuk menambah fleksibilitas. Saat ini jumlah posnya sudah lumayan: 100 pos. Dan masih akan terus bertambah. Pilihannya memang to be or not to be: menambah pos (berarti tambah investasi) atau mati.(dis/bersambung)

Untuk membaca silakan mendaftar. GRATIS
DISWAY TERBARU
Protokol Omicron
Oleh : Dahlan Iskan

Apakah arti kata Omicron –yang dipakai nama varian terbaru Covid-19?

30 Nov 2021
Nasib Bebas
Oleh : Dahlan Iskan

SEJAK umur 18 tahun ia sudah masuk penjara. Ia sial. Entah di mana letak ''sial'' itu dalam peta kehidupan manusia.

29 Nov 2021
Weekend
Oleh : Dahlan Iskan

Hampir saja saya tidak sempat menulis untuk edisi hari ini. Begitu sulit cari waktu menulis.

28 Nov 2021
HARIAN DISWAY
Presiden Pastikan Investasi Aman
Oleh : Tomy C. Gutomo

Tafsir pemerintah terhadap putusan MK terkait UU Cipta KErja ternyata berbeda dengan tafsir publik.

30 Nov 2021
Deep Purple Cover Lagu Bob Dylan dan Led Zeppelin di Turning to Crime
Oleh : Retna Christa

Deep Purple, kembali dengan album baru yang bertajuk Turning to Crime. Dirilis Jumat lalu (26/11). Album ini diterbitkan hanya 15 bulan setelah album Whoosh! keluar.

28 Nov 2021
Dua Orang Ganteng, Lee Dong-wook dan Wi Ha-joon, Bersatu dalam Bad and Crazy
Oleh : Retna Christa

YANG satu jahat. Yang satu lagi gila. Tapi, dua-duanya sama-sama ganteng . Gimana dong? Itulah yang ditawarkan Bad and Crazy, serial yang mempertemukan Lee Dong-wook dan Wi Ha-joon.

28 Nov 2021
HAPPY WEDNESDAY
Harapan Telaga Sarangan
Oleh : Azrul Ananda

Tahun ini, sudah tiga kali saya ke Telaga Sarangan. Sekali bersama keluarga, dua kali bersama teman-teman bersepeda.

23 Nov 2021
Taylor Swift Menang Telak
Oleh : Azrul Ananda

Ini adalah business decision. Ini industri. Ini bisnis. Taylor Swift di usia 30-an kini bisa menceritakan, dan mengenang, lebih luas tentang kehidupannya di usia remaja hingga 20-an. Sambil terus meraup penghasilan.

16 Nov 2021
Komedi Haiyaa Produk Pandemi
Oleh : Azrul Ananda

Lewat tulisan ini, saya ingin memperkenalkan satu lagi comedian favorit saya.

09 Nov 2021

HARIAN DISWAY
MAIN MEDIA
VIDEO
Redaksi About Us Pedoman Media Siber Berlangganan