13 October 2021
Rukman Rosadi
Pilih Partner Main dan Ansamble Akting
Oleh : Heti Palestina Yunani

Aktor Rukman Rusadi menawarkan istilah yang lebih pas. Terkait ”lawan main” dan adu akting”. Sebab Rukman menilai, dua istilah itu mengandung ’rasa bahasa’ yang enggak pas. ”Entah mulai kapan dan bagaimana asal muasalnya istilah ini digunakan dalam khasanah dunia seni peran di negeri ini. Dua istilah ini layaknya merepresentasikan devide et impera, politik adu domba,” katanya, dalam Instagram-nya.

Rukman bahkan merasa terintimidasi saat mendengar istilah ini diucapkan. Baik saat menjadi pemeran atau saat melatih aktor. Kata lawan dan adu dengan mudah menciptakan jarak psikologis dan menempatkan orang lain (aktor) sebagai ’musuh’ yang sepatutnya dikalahkan. ”Meskipun lidah saya juga sering nyeplos karena telah sering terpaksa menggunakannya sebelumnya dan segera menyesal setelahnya,” ungkapnya.

Banyak alasan mengapa Rukman mengajak untuk mengubahnya demi mengembalikan makna bahasa yang sesuai. ”Sebagai pemeran, dua kata ini menempatkan aktor lain untuk ’berhati-hati’ pada kita, bersiasat, berstrategi, mencari kelemahan, mengungguli dan mengalahkannya, mempermalukannya atau merendahkannya,” jelasnya.

Sementara sebagai pelatih, dua kata ini seolah menempatkan kita seperti wasit pertandingan tinju atau lebih buruk seperti botoh adu celeng. Jika diucapkan pada mereka para aktor, dengan mudah dua kata ini langsung menciptakan jarak psikologis yang dingin.

Faktanya, akting harus dibangun bersama-sama, tidak berlawanan dan tidak beradu. Akting harus berpadu, saling, memberi, menguatkan, mengisi, membangun. Jika aktor berpikir untuk mengalahkan, maka efeknya sama dengan bunuh diri.

Aktor lain jatuh, maka kita juga jatuh, aktor lain stuck maka kita stuck. Sedangkan akting dibangun atas dasar aksi dan reaksi yang benar dan proporsional. Jika satu pemain beraksi buruk maka aktor lain akan bereaksi buruk.

Rukman lantas mengambil analogi tentang orkestrasi yang hanya akan terbangun dengan baik jika tiap pemain berada di tempat dan porsi yang tepat. Bayangkan jika dalam sebuah orkestra masing-masing musisi berusaha menjatuhkan musisi lain. Begitu juga dalam akting, ansamble harus dijalin dengan porsi karakter dan aksi karakter yang tepat dan benar.

”Kita aktor tidak berlawanan, kita tidak adu skill dan kepandaian. Kita aktor menciptakan harmoni permainan. Kita partner dan kita ansambel,” tegas aktor berusia 49 tahun itu.

Untuk membaca silakan mendaftar. GRATIS
DISWAY TERBARU
Butet Nyanyi
Oleh : Dahlan Iskan

Saya memang ke Jogja untuk itu: menengok Butet yang lagi sakit.

23 Oct 2021
Gaging Faris
Oleh : Dahlan Iskan

Padahal, istri Faris, Yenny Wahid, tidak pernah melarang sang suami untuk aktif di politik. Faris sendiri yang insaf.

22 Oct 2021
HARIAN DISWAY
Bodoh
Oleh : Dhimam Abror Djuraid

GANJAR Pranowo boleh saja menjadi pemuncak dalam survei terbaru bakal calon presiden 2024. Namun, di mata sebagian pemilih milenial, Ganjar Pranowo dianggap bodoh karena tidak pernah berbicara mengenai narasi-narasi mutakhir seperti gender equality, society 5.0, atau human rights.

23 Oct 2021
Kim Seon-ho Tinggalkan 2 Days & 1 Night  
Oleh : Retna Christa

Fans Kim Seon-ho tak bisa lagi menyaksikan kekonyolannya tiap pekan. Ia meninggalkan acara ragam populer 2 Days & 1 Night. Ah.. sedih!

21 Oct 2021
Pernyataan Kim Seon-ho Tentang Skandal Aktor K
Oleh : Retna Christa

SETELAH isu berkembang selama dua hari, Kim Seon-ho akhirnya mengeluarkan pernyataan melalui SALT Entertainment. Berikut isinya.

20 Oct 2021
HAPPY WEDNESDAY
Batman Produk Korupsi
Oleh : Azrul Ananda

Dunia terus berputar. Bintang musik baru akan lahir. Presiden baru akan hadir. Juga, Batman baru akan muncul. Batman dengan aktor berbeda, sutradara berbeda, sisi hidup berbeda, dengan musuh yang sama tapi dengan angle berbeda. Selamat datang di dekade baru ini.

19 Oct 2021
Vaksin atau Hilang Gaji
Oleh : Azrul Ananda

Liga basket paling bergengsi di dunia, NBA, sedang menghadapi tantangan urutan kepentingan tersebut. Tepat menjelang berlangsungnya musim 2021-2022 ini. Kasusnya terjadi pada dua tim, Philadelphia 76ers dan Brooklyn Nets. Kebetulan, dua-duanya tim dengan sejumlah bintang, sama-sama kandidat juara di akhir musim.

12 Oct 2021
DBL Effect di PON Papua
Oleh : Azrul Ananda

DBL Indonesia punya andil besar di cabor basket di PON Papua. Menurut statistik yang dikumpulkan teman-teman, sebanyak 63 persen pemain basket yang tampil di PON Papua adalah alumnus DBL.

05 Oct 2021

HARIAN DISWAY
MAIN MEDIA
VIDEO
Redaksi About Us Pedoman Media Siber Berlangganan