03 September 2018
Jangan Takut Beli Ikat Pinggang
Oleh : Dahlan Iskan

 


Beredar luas. Di kalangan pengusaha. Lewat media sosial. Isinya: tawaran ikat pinggang.

Ekonomi lagi sulit. Dan masih akan sulit. Rupiah terus melemah. Inflasi akan terjadi. Bank mengetatkan pemberian kredit. Suku bunga akan tinggi. Buntutnya: akan ada PHK.

Anjurannya: berhematlah. Kendalikan pengeluaran. Jangan boros.

Siapkan uang yang cukup. Untuk jaga operasional perusahaan. Setidaknya untuk enam bulan.

Beri pengertian karyawan: untuk ikut berhemat. Agar jangan ada PHK.

Bagi yang merencanakan proyek baru tunda dulu. Wait and see.

Anjuran seperti itu, yang beredar luas itu, sumbernya dari bank. Untuk mengingatkan nasabahnya. Agar waspada.

Bank yang baik selalu menjaga nasabahnya. Saya setuju dengan anjuran seperti itu.

Turki, India, Iran dan banyak negara lagi sulit-sulitnya. Bahkan Iran sampai memecat dua menteri ekonominya. Dipecat oleh DPR-nya.

Kita juga lagi sulit. Jangan salahkan Sri Mulyani. Kalau kita tidak gagal di bidang ekspor Sri Mulyani akan baik-baik saja. Kalau ambisi kita tidak berlebihan semua akan baik-baik saja.

Tapi siapa mau all out menggalakkan ekspor? Politik, bagi mereka, lebih menggiurkan.

Apa boleh buat. Kita harus mengencangkan ikat pinggang. Siapa yang tidak mau ikat pinggang tanggung sendiri resikonya. Siapa yang belum punya ikat pinggang segeralah membelinya.

Saya sudah biasa mengencangkan ikat pinggang. Bagi pengusaha seumur saya ini tidak baru.

Ikat pinggang pertama saya alami tahun 1988. Yang kedua di tahun 1998. Yang ketiga tahun 2008. Yang keempat tahun 2018 ini.

Terjadi tiap 10 tahun. Seperti ada mistiknya. Padahal tidak.

Saya masih ingat ikat pinggang pertama itu. Sumbernya: tight money policy. TMP. Begitu populer istilah TMP saat itu. Sedikit-sedikit beralasan TMP. Kebijakan uang ketat.

Kebijakan TMP bertujuan untuk mengendalikan inflasi. Ekonomi memang lagi 'panas' saat itu. Terlalu baik. Semua perusahaan ekspansi. Kalau tidak dikendalikan bisa ambruk.

Akibat TMP itu sulit sekali cari uang. Sulit cari kredit. Bunga bank 24 persen. Banyak yang di atas itu. Saya mengalami semua itu. Justru ketika baru 6 tahun terjun di bisnis. Yang seharusnya masih dalam tahap belajar bisnis.

Tapi pelajaran itu saya dapat: menjalankan perusahaan dengan bunga 24 persen.

Efisiensi kami lakukan habis-habisan. Bekerja lebih keras. Kami tidak pernah mengeluh. Tidak pernah minta tolong pemegang saham.

Kami berhasil lolos dari krisis.  Bahkan lebih kokoh. Banyak perusahaan yang juga selamat. Juga lebih kuat.

Yang abai pada keadaan itu pada bangkrut. Ada yang kelak bisa bangkit lagi. Dengan susah payah. Banyak yang bangkrut selamanya.

Hal yang sama terjadi sepuluh tahun berikutnya. Lebih berat. Krismon itu. tahun 1998 itu.  Saat itu kami sudah lebih kokoh. Berkat ujian di tahun 1988.

Tapi kami tidak lengah. Tetap kencangkan ikat pinggang. Ratusan ide, puluhan terobosan, penghematan, kerja lebih keras kami lakukan.

Karyawan pun saya larang beli baju baru. Tidak boleh pakai dasi. Ke kantor boleh pakai sandal. Mutasi besar-besaran dilakukan. Karyawan berkorban habis-habisan. Mau kerja apa saja. Termasuk di luar bidangnya.

Salah satu karyawan ganti bicara. Di rapat umum perusahaan. ''Pak Dahlan juga harus berhemat. Tidak boleh lagi naik mercy,'' katanya.

Saya ingat nama karyawan itu. Ia wartawan. Yang biasa kalem. Pendiam. Kali itu berani bicara begitu kepada bos besarnya. Di depan umum pula. Namanya akan abadi di hati saya: Budi Kristanto.

Saya pun spontan memutuskan. ''Sejak rapat ini saya tidak naik mercy,'' kata saya saat itu.

Saya pilih naik Hundai kecil. Bekas. Mercy dikandangkan.  Dua tahun kemudian diketahui: mercy itu rusak. Tidak pernah dipanasi.

Tapi perusahaan lolos dari krisis. Menjadi sangat kokoh. Bahkan luar biasa kuat.  Ketika terjadi krisis lagi sepuluh tahun kemudian: sepele. Krisis di tahun 2008 tidak terasa apa-apa di perusahaan kami. Padahal begitu banyak perusahaan kelimpungan.

Saat terjadi krisis tahun ini saya sudah pensiun total. Tidak ikut merasakan. Tidak ikut mengalaminya. Tapi prinsipnya sama:  Jangan takut ikat pinggang. Sepanjang tujuannya untuk kelangsungan perusahaan. Ingat. Saya pernah tiga kali mengalaminya. Dengan bunga 24 persen. Bahkan pernah 29 persen.

Jangan mikir politik. Pikirkan perusahaan. Dan jaga karyawan Anda. (dahlan iskan)

Untuk membaca silakan mendaftar. GRATIS
DISWAY TERBARU
Langit Nusantara
Oleh : Dahlan Iskan

SAMPAI hari ini saya belum juga hafal nama ibu kota baru Myanmar. Padahal itu sudah tidak baru lagi. Sudah 15 tahun pindah dari Yangon ke situ.

20 Jan 2022
Langkah Kuda
Oleh : Dahlan Iskan

INI bukan gunung kembar, tapi diberi nama Olat Maras –artinya: bukit kebahagiaan, dalam bahasa Sumbawa.

19 Jan 2022
Dian Ciputra
Oleh : Dahlan Iskan

SAYA terlambat tahu: Ny Ciputra ternyata sudah meninggal dunia. Berarti, hanya tiga tahun setelah sang suami mendahuluinyi.

18 Jan 2022
HARIAN DISWAY
Serangan Fajar, KPK OTT Hakim, Panitera, dan Pengacara di Surabaya
Oleh : Noor Arief Prasetyo

Diduga suap terkait kasus di PN Surabaya

20 Jan 2022
Taemin Mimpi Buruk dan Harus Minum Obat Tiap Hari Selama Wamil
Oleh : Retna Christa

BELUM setahun Taemin menjalani wajib militer sebagai prajurit aktif. Jumat lalu (14/1), SM Entertainment mengumumkan bahwa ia akan segera dipindah dari divisi band militer ke unit layanan publik.

18 Jan 2022
Singles Inferno, Acara Kencan yang Lebih Seru Daripada Drama
Oleh : Retna Christa

Single's Inferno menempati posisi 10 besar acara paling banyak ditonton di Netflix berbagai negara. Apa yang bikin acara ini begitu disukai?

18 Jan 2022
HAPPY WEDNESDAY
Koh Hay Sang X-Men
Oleh : Azrul Ananda

Koh Hay usianya sudah 73 tahun. Sejak 2021 lalu, beliau seharusnya menjalani operasi lutut. Total knee replacement. Tapi orang yang satu ini memang anggota X-Men asli. Dia malah ikut event-event gowes. Bahkan baru saja gowes 1.100 km dalam seminggu, termasuk gowes Surabaya-Bali pulang-pergi.

18 Jan 2022
Banjir Jadi Genangan
Oleh : Azrul Ananda

Apa itu "puddle"? Menurut kamus bahasa Inggris, "puddle" artinya "a small pool of liquid, especially of rainwater on the ground." Kata kuncinya adalah "small" alias kecil. Kolam renang berisi air bukanlah genangan. Apalagi jalan besar yang lebarnya bermeter-meter dan tertutup air setinggi ban mobil.

11 Jan 2022
Manado (Sulut) Diberkati
Oleh : Azrul Ananda

Saya telah menemukan tempat paling indah se-Indonesia. Paling tidak, tempat paling indah yang pernah saya kunjungi secara pribadi, dengan cara bersepeda.

04 Jan 2022

HARIAN DISWAY
MAIN MEDIA
VIDEO
Redaksi About Us Pedoman Media Siber Berlangganan