24 August 2020
Rudal Palsu
Oleh : Dahlan Iskan

INI jangan dipercaya penuh. Meskipun yang bicara ini orang terkenal: Michael Morell dan Laksamana James A. Winnefeld. Jabatan lama mereka pun tidak kepalang tanggung: deputi badan intelijen Amerika: CIA.

Menurut mereka Tiongkok akan menyerang Taiwan pada akhir Januari tahun depan. Itu berarti lima bulan lagi. Tiongkok, kata mereka, akan menguasai Taiwan hanya dalam waktu tiga hari.

Pendapat itu mereka tulis di Institute Naval Amerika, satu lembaga swasta yang dekat dengan angkatan laut minggu lalu. Serangan Tiongkok itu akan dimulai tanggal 18 Januari petang. Di tanggal itu Amerika lagi setengah vacum: presiden baru sudah siap-siap dilantik dan presiden lama sudah siap-siap menyerahkan jabatan.

Langkah pertama Tiongkok adalah menyerang sistem cyber Taiwan. Terutama yang terkait dengan pembangkit listrik dan telekomunikasi. Dengan begitu maka seluruh listrik akan padam. Hubungan telepon juga terputus. Demikian juga internet.

Langkah itu, tulis mereka, langsung diikuti oleh blokade udara dan laut. Dan di hari ketiga teritorial darat Taiwan dikuasai. Gubernur baru provinsi Taiwan diangkat di hari ketiga itu.

Anda percaya?

Sulitlah menilai publikasi seperti itu. Bisa saja itu  benar. Bisa jadi punya tujuan lain: justru yang akan terjadi itu jangan sampai terjadi.

Tapi Tiongkok memang tidak pernah mundur dalam soal Taiwan. Upaya penggabungan Taiwan harus diusahakan –kalau perlu dengan kekerasan. Begitulah amanat konstitusi Tiongkok.

Tinggal waktunya kapan.

Selama ini Tiongkok memilih jalan damai. Sambil berharap partai yang pro-Tiongkok menang pemilu di Taiwan.

Memang partai Koumintang pernah menang. Tapi kalah lagi. Harapan agar Koumintang dominan tidak pernah terjadi.

Tahun lalu sempat ada harapan lagi. Yakni ketika setahun sebelumnya  partai pro-Tiongkok itu memenangi Pilkada serentak di sana. Sudah dipastikan Capres pro Tiongkok pun akan menang di Pilpres 2019.

Tak disangka muncullah huru-hara di Hongkong. Sentimen anti-Tiongkok menguat lagi sampai ke Taiwan. Capres yang diharapkan Tiongkok itu kalah. Incumbent yang pro-kemerdekaan Taiwan menang lagi.

Amerika juga terus menampakkan dukungannya pada Taiwan. Itu terbaca dengan sangat nyata. Mulai penjualan senjata, patroli angkatan perang sampai pertukaran kunjungan pejabat tinggi.

Taiwan pun sudah mengesahkan peraturan yang membolehkan China Airlines berubah nama menjadi Taiwan Airlines.

Langkah Taiwan kian nyata menuju ke kemerdekaan.

Di Taiwan masyarakatnya terbelah tiga: ada yang pro-penyatuan dengan Tiongkok, ada yang pro-kemerdekaan, dan ada yang pilih status mengambang seperti sekarang.

Tiongkok terus memonitor kelompok mana yang terus menguat. Huru-hara Hongkong jelas-jelas memperkuat kelompok pro-kemerdekaan.

Maka Tiongkok pilih 'membereskan' dulu Hongkong. Sejauh ini reaksi keras Barat ternyata tidak terlalu berat.

Kuncinya memang di Amerika. Termasuk apakah Tiongkok berani menyerbu Taiwan. Secara militer kekuatan Amerika jauh di atas Tiongkok.

Amerika memiliki 11 kapal induk –sembilan di antaranya aktif. Tiongkok baru punya dua buah. Itu pun yang nomor 2 baru selesai dibuat tahun lalu.

Tiongkok baru bisa menang kalau bisa menghancurkan kapal-kapal induk itu. Tapi mana mungkin. Kapal itu dilindungi senjata anti serangan apa pun.

Maka yang muncul adalah debat kelas warung. Anggap saja ini humor di awal pekan:

A: Gampang menghancurkan kapal induk Amerika itu.

B: Tidak mungkin. Semua rudal Tiongkok dihancurkan sebelum mencapai kapal induk.

A: Seberapa banyak senjata anti-rudal di kapal induk itu.

B: Bisa 2000-an.

A: Tiongkok bisa bikin rudal penghancur 2500.

B: Itu akan sangat mahal.

A: Tiongkok bisa bikin yang palsu. Setelah senjata anti-rudalnya habis untuk menembak yang palsu barulah yang asli diluncurkan. (Dahlan Iskan)

Ketika saya podcast dengan Azrul Ananda, sering ada yang penasaran dengan cerita si bungsu Isna Fitriana. Nah, dia kini gantian podcast dengan saya.

Untuk membaca silakan mendaftar. GRATIS
DISWAY TERBARU
Butet Nyanyi
Oleh : Dahlan Iskan

Saya memang ke Jogja untuk itu: menengok Butet yang lagi sakit.

23 Oct 2021
Gaging Faris
Oleh : Dahlan Iskan

Padahal, istri Faris, Yenny Wahid, tidak pernah melarang sang suami untuk aktif di politik. Faris sendiri yang insaf.

22 Oct 2021
Garuda Menyenangkan
Oleh : Dahlan Iskan

SOSOK Direktur Utama Garuda Indonesia itu begitu menyenangkan: tinggi, besar, kalem, dan sangat tenang. Pun di saat Garuda Indonesia mestinya berada di puncak kesulitan terbesarnya sekarang ini.

21 Oct 2021
HARIAN DISWAY
Bodoh
Oleh : Dhimam Abror Djuraid

GANJAR Pranowo boleh saja menjadi pemuncak dalam survei terbaru bakal calon presiden 2024. Namun, di mata sebagian pemilih milenial, Ganjar Pranowo dianggap bodoh karena tidak pernah berbicara mengenai narasi-narasi mutakhir seperti gender equality, society 5.0, atau human rights.

23 Oct 2021
Kim Seon-ho Tinggalkan 2 Days & 1 Night  
Oleh : Retna Christa

Fans Kim Seon-ho tak bisa lagi menyaksikan kekonyolannya tiap pekan. Ia meninggalkan acara ragam populer 2 Days & 1 Night. Ah.. sedih!

21 Oct 2021
Pernyataan Kim Seon-ho Tentang Skandal Aktor K
Oleh : Retna Christa

SETELAH isu berkembang selama dua hari, Kim Seon-ho akhirnya mengeluarkan pernyataan melalui SALT Entertainment. Berikut isinya.

20 Oct 2021
HAPPY WEDNESDAY
Batman Produk Korupsi
Oleh : Azrul Ananda

Dunia terus berputar. Bintang musik baru akan lahir. Presiden baru akan hadir. Juga, Batman baru akan muncul. Batman dengan aktor berbeda, sutradara berbeda, sisi hidup berbeda, dengan musuh yang sama tapi dengan angle berbeda. Selamat datang di dekade baru ini.

19 Oct 2021
Vaksin atau Hilang Gaji
Oleh : Azrul Ananda

Liga basket paling bergengsi di dunia, NBA, sedang menghadapi tantangan urutan kepentingan tersebut. Tepat menjelang berlangsungnya musim 2021-2022 ini. Kasusnya terjadi pada dua tim, Philadelphia 76ers dan Brooklyn Nets. Kebetulan, dua-duanya tim dengan sejumlah bintang, sama-sama kandidat juara di akhir musim.

12 Oct 2021
DBL Effect di PON Papua
Oleh : Azrul Ananda

DBL Indonesia punya andil besar di cabor basket di PON Papua. Menurut statistik yang dikumpulkan teman-teman, sebanyak 63 persen pemain basket yang tampil di PON Papua adalah alumnus DBL.

05 Oct 2021

HARIAN DISWAY
MAIN MEDIA
VIDEO
Redaksi About Us Pedoman Media Siber Berlangganan