20 August 2020
Ipuk Anas
Oleh : Dahlan Iskan
Instagram

SUDAH sejak seminggu lalu saya ingin menulis ini. Tapi saya tunda terus.

Saya ingin tahu dulu reaksi masyarakat. Siapa tahu ada penolakan yang luas dari masyarakat Banyuwangi. Atau penolakan berat di rakyat medsos.

Ternyata tidak ada penilaian yang sangat negatif. Padahal yang maju menjadi calon bupati Banyuwangi ini adalah istri Azwar Anas: Bupati Banyuwangi dua periode sekarang ini.

Ini agak aneh: mengapa ya pencalonan istri itu tidak dipersoalkan?

Mengapa pencalonan wali kota Solo begitu heboh? Yakni ketika yang muncul adalah anak Presiden Jokowi?

Mungkin karena di Solo PDI-Perjuangan sudah telanjur punya calon. Pun sudah diproses sangat jauh. Akhirnya kemunculan anak Jokowi itu terkesan memotong proses internal partai penguasa itu.

Sedang di Banyuwangi, istri bupati Azwar Anas tidak pernah terlihat mencalonkan diri. Tidak pernah pasang foto atau baliho di jalan-jalan. Bahkan ketika PDI-Perjuangan dan Nasdem membuka pendaftaran calon bupati sang istri tidak terlihat mendaftar.

Dua partai itulah yang melakukan survei. Atau memanfaatkan hasil survei. Merekalah yang mencari nama yang potensial terpilih menjadi pengganti Azwar Anas.

Dari tiga lembaga survei yang ada semua menunjukkan hasil yang sama: istri Azwar Anas menduduki peringkat teratas. Peringkat keduanya pun tidak sampai separoh perolehan sang istri. Apalagi yang peringkat tiga.

Hasil survei di bulan-bulan berikutnya menunjukkan angka yang konsisten. Bahkan naik terus. Di akhir Desember lalu tingkat elektabilitasnyi sudah 32 persen. Enam bulan kemudian menjadi 52 persen. Peringkat keduanya hanya 18 persen. Lalu konstan di angka itu. Sedang peringkat ketiganya memang ikut naik tapi dari 2 persen ke 7 persen.

Maka ketua Partai Nasdem ke Banyuwangi. Menemui istri bupati. Mencalonkannyi. Pun PDI-Perjuangan. Ikut mencalonkannyi. PDI-Perjuangan justru tidak memberikan rekomendasi kepada wakil bupati sekarang ini. Padahal wabup itu mantan ketua DPC PDI-Perjuangan Banyuwangi.

Aneh. Tidak ada yang ribut di Banyuwangi.

Tidak ada yang mengecam sebagai politik dinasti.

Beda dengan di Solo. Atau di Kediri.

Istri meneruskan jabatan suami seperti itu pernah terjadi di Probolinggo. Pernah juga terjadi di Kediri. Bahkan yang di Kediri itu dua istri bupati sama-sama maju sebagai calon. Akhirnya istri tua yang menang.

Di Probolinggo, sang suami menjabat dua periode. Kini, istrinya sedang menjabat di periode kedua. Pun di Kediri. Sang istri tua juga lagi menjabat di periode kedua.

Mungkin Banyuwangi beda.

Prestasi Azwar Anas sendiri memang luar biasa. Praktis Anas telah membalik Banyuwangi. Dari zero ke hero. Dari melati ke bintang.

Saya menilai Anas adalah salah satu dari sedikit teknokrat daerah. Apalagi yang datang dari kalangan NU, pun dari Partai seperti PDI-Perjuangan.

Orang seperti saya, sebenarnya, sangat ingin Anas bisa menjadi wali kota Surabaya berikutnya. Sebagai pengganti Tri Rismaharini yang hebat itu. Tapi peraturan tidak membolehkannya.

Saya melihat istri Anas juga bukan wanita biasa. Saya sering memanggilnya mbak Fatayat –bukan ibu Muslimat. Itu karena dia terlihat jauh lebih muda dari umurnya. Juga penampilannya terlihat masih seperti  Fatayat –pemudi NU– bukannya Muslimat, ibu-ibu NU.

Keduanya, suami-istri ini, tumbuh dari tradisi NU. Dari organisasi NU. Besar sebagai sama-sama aktivis NU. Hanya partainya NU –PKB– tidak mencalonkannya.

PKB punya calon sendiri. Waktu itu. Pun sekarang ini. PKB kelihatannya akan mengusung tokoh muda NU dari pesantren terbesar di sana: Blokagung.

Istri Anas sendiri kelahiran Magelang. Dia lulusan IKIP Jakarta jurusan teknologi pendidikan.

Dia juga pernah mendalami ilmu pelayanan umum di Korsel, Amerika, dan Eropa.

Meski begitu tidak bisa dipungkiri bahwa sang istri jelas terbawa prestasi suami. Sampai, kelak, dia bisa membuktikan prestasinya  sendiri.

Namanyi: Ipuk Fiestiandani.(Dahlan Iskan)

---

Untuk membaca silakan mendaftar. GRATIS
DISWAY TERBARU
Terganggu Mulia
Oleh : Dahlan Iskan

"Menjadi kaya itu mulia". Bagaimana kalau menjadi terlalu kaya?

22 Sep 2021
Tahi Napoleon
Oleh : Dahlan Iskan

Dua hari terakhir bahasan hot-nya adalah Irjen Pol Napoleon Bonaparte.

21 Sep 2021
Permen Atap
Oleh : Dahlan Iskan

MASA depan itu berjalan tertatih-tatih: listrik tenaga surya.

20 Sep 2021
Disway Terbaru Lainnya
HARIAN DISWAY
Sahetapy, Selamat Jalan Prof...
Oleh : Djono W. Oesman

"Pantas-kah, seorang hakim memutus perkara, berkata: Atas nama Tuhan Yang Maha Esa.... padahal mentalnya korup?” kuliah Prof Dr JE Sahetapy, di Kampus Universitas Pattimura, Ambon, 24 Maret 2017.

22 Sep 2021
Serial Dimaz Muharri (34): Somasi Akhirnya Datang
Oleh : Tomy C. Gutomo

CLS Knights tidak rela Dimaz Muharri kembali menjadi pemain basket profesional.

22 Sep 2021
Pfizer Siap Memvaksin Anak, Aman dengan Dosis Lebih Rendah
Oleh : Doan Widhiandono

PENELITIAN terbaru datang dari perusahaan farmasi asal Amerika. Pada Senin (20/9) kemarin, Pfizer dan mitranya di Jerman, BioNTech mengumumkan bahwa vaksin Covid-19 buatannya aman dan efektif untuk anak-anak berusia 5 hingga 11 tahun. 

22 Sep 2021
Harian Disway Lainnya
HAPPY WEDNESDAY
Schumacher Netflix
Oleh : Azrul Ananda

Sebagai penggemar Formula 1 (kelas berat), setiap konten baru tentang ajang balap termewah dunia itu harus saya lahap. Pada 15 September lalu, ada konten mega muncul di Netflix. Panjangnya 2 jam dan 53 menit. Judulnya Schumacher.

21 Sep 2021
Ini Long Covid Saya
Oleh : Azrul Ananda

Ternyata, kita memang tidak boleh terlalu gembira dalam segala hal. Sekarang, lebih dari dua bulan kemudian, saya masih merasakan efek lanjutannya. Yang kondang dengan sebutan "long covid."

14 Sep 2021
Tom Brady Manusia Sempurna?
Oleh : Azrul Ananda

Di sinilah kekaguman utama saya pada seorang Brady. Ketika mendekati usia 40, dan setelah melewati usia 40, dia semakin disiplin menjaga dirinya. Bagaimana cara berlatih, bagaimana cara makan, bagaimana menata kehidupan sehari-hari. Pada dasarnya, Brady seperti menjadi seorang biarawan.

10 Sep 2021
Happy Wednesday Lainnya

HARIAN DISWAY
MAIN MEDIA
VIDEO
Redaksi About Us Pedoman Media Siber Berlangganan