Proton Rasa Mitsubishi Jadi Rasa Geely
Catatan Harian, Inovasi, Terbaru

Proton Rasa Mitsubishi Jadi Rasa Geely

Oleh: Dahlan Iskan

Proton bangkit lagi. Setelah dua kali hampir mati. Setelah Geely masuk berinvestasi. Bulan depan, mobil jenis barunya diluncurkan: SUV. Ikut-ikutan merk lain.

Pasar SUV itu memang besar. Lagi disenangi. Mengakhiri era sedan. Yang pernah jadi lambang gengsi.

“Proton harus kembali jadi raja di negaranya sendiri.”

Yang mengucapkan itu Dr Li Chenrong. CEO baru Proton. Mewakili pemegang saham baru: Geely. Asal Tiongkok. Tepatnya dari Hangzhou. Propinsi Zhejiang. Dekat Shanghai.

Proton SUV itu diberi nama aneh: Boyue. Salah satu andalan Geely di Tiongkok. Saya tidak menemukan: Boyue itu artinya apa. Tulisan mandarinnya saya tahu: 博越. Tapi saya sulit mencari artinya. Bisakah ditafsirkan ‘lebih kaya’?

Yang jelas Geely kini memang lebih kaya. Sekarang sudah menjadi produsen mobil nomor dua. Di Tiongkok. Setelah BYD.

Nasib Li Shufu memang baik. Lahir di Tiongkok. Memulai usaha mobilnya di sana. Yang pejabat pemerintahnya tidak menghina kemampuan anak bangsanya.

Padahal mobil pertama yang dibuat Li Shufu sungguh sederhana pada tahun 1998.  Mirip Suzuki Carry. Tapi jauh lebih jelek lagi. Bus mini yang sangat mini. Sangat-sangat sederhana.  Dibuat di bengkelnya. Bukan di pabrik. Tidak seperti mobil pada umumnya.

Saya jadi ingat Dasep Ahmadi. Yang membuat mobil listrik pertama. Atau Ricky Elson. Yang membuat jenis lainnya.

Mobil yang dibuat Dasep itu, yang hijau itu, yang pernah saya coba itu, jauh lebih baik. Dari mobil pertama yang  dibuat Geely.

Bedanya, Geely dapat izin masuk pasar. Dengan kualitas apa adanya itu. Pemerintahnya mendukung.

Siapa sangka Geely jadi raja.  Terbesar kedua. Hanya dalam tempo 20 tahun.

Prinsip awalnya sederhana. Biar pun jelek tetap saja ada pasarnya. Karena murah. Itu yang membuat Li Shufu belajar. Bikin yang lebih baik. Tapi belum juga baik. Li Shufu terus belajar. Keras. Terus bekerja. Keras. Kian baik.

Tidak ada pihak yang ingin membunuhnya. Saat Geely baru lahir. Akhirnya Geely bisa bikin mobil beneran.

Punya pabrik. Punya tim desain. Punya segala-galanya.

Toyota marah. Geely dianggap menjiplak desain Toyota Aygo. Roll Roys juga sewot. Mobil super mewahnya di-copy Geely. Jadi Roll Roys rasa Geely. Atau Geely GE tampak Roll Roys.

Li Shufu jalan terus. Inovasi terus. Jualan terus. Sangat maju.

Lalu bikin kejutan. Tiba-tiba membeli Volvo. Yang sudah dimiliki Ford. Lalu membeli Lotus. Merk mobil Inggris itu.

Lalu beli saham Marcedez Benz. Jadilah Li Shufu pemegang saham perorangan terbesar di Mercy: 12 persen.

Ia kemudian juga beli Shanghai Maple Dan banyak lagi. Jadilah Li Shufu orang terkaya no 63 di Tiongkok.

Terakhir Geely beli Proton. Mobil Malaysia itu. Memegang 49,9 persen sahamnya.

Mahathir pun senang. Setelah minggu lalu ke Tiongkok. Antara lain ke Geely.

Mahathir tampak duduk di dalam Geely… eh… Proton. Di belakang kemudi. Mendengarkan dengan serius. Penjelasan gadis yang duduk di sebelahnya.

Gadis itu dari keluarga Tionghoa Malaysia. Yang lagi kuliah di sana. Yang sudah menguasai tatacara mengemudikan Proton baru. Yang bisa dikendalikan dengan suara. Lewat artificial intellegence. “Buka jendela depan kiri,” kata gadis itu. Maka kaca jendela di sebelah Mahathir membuka.

”Dengan Boyue ini Proton akan mengalahkan Honda. Di Malaysia,” ujar CEO Proton, Dr Li Chunrong.

Kabarnya Geely Boyue akan dijual jauh lebih murah dibandingkan dengan Honda CRV.

Proton pun akan bangkit lagi. Akan menyerbu Indonesia pula.

Yang menjual Proton ke Geely sebenarnya Najib Razak. Saat Najib jadi perdana menteri.

Waktu itu Mahathir marah. Waktu masih oposisi. Kini Mahathir senang. Setelah jadi perdana menteri lagi. Apalagi setelah melihat sendiri. Pabrik Protonnya di Geely.

Proton City akan ramai lagi. Yang di negara bagian Perak  itu. Yang karyawannya 12.000 itu. Yang segera memproduksi Geely… eh Proton…lagi.

Mahathir yang melahirkannya.  Mahathir pula yang akan membangkitkannya.

Dulu Proton rasa Mitsubishi.  Kini Proton rasa Geely. (dahlan iskan)

August 27, 2018

About Author

dahlan iskan


44 COMMENTS ON THIS POST To “Proton Rasa Mitsubishi Jadi Rasa Geely”

  1. Mahatir memang senang, tapi dia tidak bisa bangga.
    makanya Mahatir mengajak Indonesia untuk membuat mobil ASEAN.

  2. “Mobil yang dibuat Dasep itu, yang hijau itu, yang pernah saya coba itu, jauh lebih baik. Dari mobil pertama yang dibuat Geely.

    Bedanya, Geely dapat izin masuk pasar. Dengan kualitas apa adanya itu. Pemerintahnya mendukung”.

    sedihnya baca 2 paragraph ini…

    • Iya ya, sedihnya . . .
      Mau maju kok dipersulit. Kang Dasep pertama bikin aja udah lebih bagus dari Geely, gimana kalo diberi waktu 20 tahun

    • Sedih, Sedih banget bacanya…
      Saya juga baru faham, ternyata begitu fakta yang terjadi di lapangan.
      Sungguh miris sekali…

  3. Di indonesia sudah ada beberapa rintisan produk mobil. Kalo blm bisa menghargai karya anak bangsa sendiri, mungkin bisa belajar ke negeri china itu, atau kerjasama, atau minta mereka yg buat pabriknya. Pasti mau. Untuk membuka mata

  4. Di Samarinda SDH pernah lihat Geely, gak sangka Geely SDH beli Lotus Volvo dst..
    Begitu maju negeri Upin. Tks info nya

    • hehehe, maksudnya begitu maju merk negeri tirai bambu…
      Proton mah tetep merk Malaysia, sebentar lagi bikin mobil bareng Geely 🙂

  5. Di Bandung, sudah ada pabrik mobil yg masih bertahan. Nama mobilnya FIN Komodo.
    Mobil yg luar biasa tangguhnya untuk medan terjal.
    Untuk perkebunan, atau yg hoby offroad sangat cocok.

    Tapi oknum pemerintah cenderung untuk tidak pro dengan produk otomotif dalam negeri. Mungkin juga karena ada banyak prinsipal yg kuatir bisnisnya di Indonesia jadi terganggu

  6. Nasib Li Shufu memang baik. Lahir di Tiongkok. Memulai usaha mobilnya di sana. Yang pejabat pemerintahnya tidak menghina kemampuan anak bangsanya. Beda banget sama negerinya Via Valen, Pak. Hahaha

  7. “Yang pejabat pemerintahnya tidak menghina kemampuan anak bangsanya…. “. Kurang gayeng bah. Tambah kalimat yang “dan tidak memenjara “…..
    Ha… Ha…. Negri aneh. Lebih suka beli bangsa lain dari pada bikin sendiri.
    Inka masak ndak bisa bikin kerera LRT. Malah beli dari luar sono. Bola bali mogok isih bangga….
    Bener seperti yg dikutip kwek kian gie. Dia kutip ucapan londo ke bangsa kita ” kalian adalah bangsa jongos…. “

  8. Sedih kl lihat nasib Dasep Ahmadi,hasil riset malah di samakan dengan korupsi..akhirnya membuat masuk penjara.

    Lain lagi Ricky Elson..sekarang malah sambil ternak domba,lele,bikin vco sambil membina calon2 engineer muda di Ciheras sana..

    Prihatin..mesti nya saat ini kita udah mulai sama2 bikin mobil listrik..

  9. Kenapa Pemerintah negeri Via Vallen sepertinya tidak pro karya anak bangsa sendiri ya, pdhl bibit sdm sudah ada seperti halnya Li Shufu di Tiongkok sana.
    Jika dulu project mobil listrik disupport, mungkin saat ini sudah banyak berseliwerin mobil listrik karya anak bangsa.

  10. Terobosan sekaligus pembelajaran, potensi pantas diapresiasi, bukan dikebiri lantaran tak dalam lingkaran, model bangsa ini terutama ASN birokrasinya mayoritas kerja & aturannya masih mbulet, padahal local wisdom kita sangat kompleks & adaptif di zaman milenial he..he..ya sudahlah..semoga segera sadar & kita semua kedepan menjadi lebih baik

  11. Di negara manapun akan selalu ada ‘urusan’ politik, yang membedakan hanyalah siapa yang diuntungkan, China dan Malaysia urusan politiknya menguntungkan hasil karya anak bangsanya.

  12. Menurut abah, kenapa sampai sekarang produk2 visioner dari anak bangsa asli tidak pernah si hargai sampai saat ini. Padahal saya yakin untuk kualitas bisa disandingkan dengan produk2 luar negeri.

  13. “Yang pejabat pemerintahnya tidak menghina kemampuan anak bangsanya…. “
    uff, nelongso banget yo Bah.
    Bisnis mobil seperti bisnis rokok. Akan banyak efek domino. Kalau mobnas didukung. Lalu mob merk luar akan kelimpungan. Lalu berkurang masuknya devisa. Yang lebih ironi, kurang masuk ke saku. (ia kan Bah?) he he he he.

  14. Di era pak SBY, Karya anak bangsa lebih di utamakan, di hargai dan di support..
    Era kepemimpinan sekarang China seperti lebih di utamakan..
    # Smoga 2019 pemimpin baru yang lebih baik

    • makanya di jaman sby disahkan mobil lcgc wkwkwk…. china sekarang, antara lebih diutamakan atau yg paling mampu. ternyata tipis bedanya.

  15. Mungkin nanti di th 2022 ketika produksi minyak nasional tinggal 500,000 bopd, gas blm bisa menggantikan BBM, kebutuhan BBM Nasional mencapai 1.8 juta bopd, impor mencapai 1.3 juta bopd sementara (infrastruktur / storage) BBM untuk melayani Sabang – Merauke belum siap. Mungkin saat itulah kita (untuk tidak mengatakan Pemerintah saja) baru sadar kenapa Pak DI “mati2an” mensponsori mobil listrik di th 2013 / 2014.

  16. Terharu bacanya..nasib anak negeri Indonesia masih abu-abu…
    Bagaimana kalau investasi di Amerika (Pak DI kan sering kesana), membuat mirip” dengan geely rasa proton, sehingga menjadi MobNas rasa Tesla.

  17. masih nunggu esemka punya rasa apa ya? atau selo n gendhis rasanya apa juga ya? tp yang pasti rasa ikut memiliki ploduk ploduk Indonesia!

  18. Saya pernah ke pabriknya pak Dasep yg lokasinya dibelakang Grand Depok City arah Cibinong. Dulu tiap hari lewat situ pas nganter jemput suami kerja. Lihat bis bagus bertuliskan ‘Bus Listrik Indonesia’. Iseng mampir ke situ, tapi pak Dasep sdh ‘di Cyduk’ Kejaksaan. Semua mesin dan peralatannya terbengkelai, ada jok yg belum sempurna, dan lainnya. Pdhl bengkelnya tidak terlalu luas, tapi ‘aroma’ untuk menciptakan sesuatu yg baru sangat terasa. Entah sampai kapan bemgkel itu akan membisu, atau jangan jangan sdh ganti pemilik sekarang ini ???

  19. Sedih sekali baca artikel ini,
    Iseng-iseng saya coba browsing mengenai kiprah Dasep Ahmadi.
    Ternyata yang bersangkutan dipidanakan, dan saat ini sedang mendekam di Bui, saya baru tahu ini.
    Tambah miris bacanya…

    Beginikah nasib Peneliti di negerinya Via Vallen ??
    Pantesan susah maju…

    Andaikan Bapak Presiden atau Para pemangku jabatan membaca tulisan ini dan tergugah hatinya,
    Semoga…

  20. dulu. dulu sekali. tiap baca yg ginian. sekarang jadi tambah zezek. zezek sekali. semoga tulisan ini jadi bensin.semangat.

  21. Matur suwun abah sampun nyinggungsedikit kang dasep…. lek lek wi ujuk ujuk arep menghidupkan karya kang dasep aku ora lilo abah….

  22. Pak D, mohon sesekali ngulik yang sedang happaning di dalam negri, mosok yg di luar terus, hehe.. misalnya, kalau di malaysia ada proton, di Indonesia juga ada mobil esemka yang sangat legendaris, kabarnya gimana?.. sudah di produksi secara massal apa malah jadi terumbu karang

  23. Hampir mirip dengan Kang Dasep, yakni Demi Indonesia :

    Ia sengaja menggunakan nama pendekar di novel silat karya Bastian Tito ini agar lebih akrab dan mudah diingat. Sementara angka 212 merupakan rumus dimensi tangki septik dengan ukuran 2 meter x 1 meter x 2 meter. Kapasitas ini sudah cukup menampung limbah rumah tangga yang berasal dari kamar mandi, cucian dan dapur. Warga pun tak perlu repot memikirkan jarak 10 meter. Karena Abie menjamin tangki septik buatannya tak akan mencemari sumber air bersih.

    “Kami membuat desain tangki septik yang sangat cocok diaplikasikan di permukiman padat. Dengan keterbatasan yang ada, saya mengganti biofilter impor dengan tempurung kelapa, botol minum, kerang,bambu dan sebagainya,” kata Abie. Di Jakarta, tangki septik ‘Wiro Sableng 212’ karya Abie ini sudah banyak digunakan di daerah permukiman padat di Jakarta seperti Kelurahan Semper Barat, Penjaringan dan Duri Utara. “Dari limbah tinja, cucian dapur dan sebagainya hasilnya airnya sejernih air pegunungan. Ini bukan sulap bukan sihir tapi ini fakta.”

    Selain pemukiman padat, sasaran pengguna teknologi tangki biofilter ciptaannya yaitu untuk rumah sakit maupun puskesmas. Selain menghasilkan limbah domestik, rumah sakit juga mengeluarkan limbah yang mengandung patogen berbahaya. Biasanya berasal dari sisa pembedahan atau persalinan. Sementara dari sejumlah kasus yang ditemui Abie, rumah sakit tidak sanggup menggunakan teknologi IPAL karena harganya mahal.

    Abie menawarkan solusi IPAL yang tak kalah efektif dengan produk impor dengan harga jauh lebih murah. RS Khusus Bedah Bina Estetika di Menteng, Jakarta Pusat, merupakan salah satu pengguna IPAL buatan Abie. Karya inovasi Abie sempat membuat Johanna Brismas Skoog, Duta Besar Swedia di Indonesia, penasaran. Dia ingin membuktikan langsung pengolahan limbah dengan IPAL tersebut. Hasilnya, air bersih dan tidak terlalu berbau.

    “Kalau menggunakan IPAL impor, pengolahan 1 meter kubik limbah saja bisa makan ongkos Rp 30-40 juta. Sedangkan rumah sakit tipe C saja total limbahnya bisa 25 meter kubik. Kalau dihitung bisa sampai Rp 1 Milyar, mereka mana mampu,” kata Abie. Dengan alat buatannya, rumah sakit bisa mengirit ongkos lumayan besar. “Dengan IPAL Biofilter, biaya untuk mengolah 50 meter kubik nggak sampai Rp 20 juta. Sangat murah, ongkosnya bisa ditekan asal mau pakai material sederhana yang sudah ada.”

    Jangan hanya lulus lalu jadi pegawai bank. Banyak sekali permasalahan di sekitar kita yang harus diurus
    Sebagai ‘master tinja’ dan ‘mantri kakus’, Abie tak pernah pusing soal honor. Terkadang jika ada yang butuh bantuan, Abie kerap memberikan desain secara cuma-cuma kepada masyarakat yang tinggal di permukiman padat. Abie bergurau, ia hanya minta dibayar 2M alias cukup dengan ucapan ‘Makasih, mas’.

    Sudah berhasil membuat IPAL dengan teknologi ramah lingkungan dan irit ongkos, Abie memiliki target ambisius agar Indonesia kelak dapat terbebas dari pencemaran air limbah dan tinja. Namun untuk mewujudkan harapannya itu, di usianya saat ini, Abie tak bisa sendiri. Ia membutuhkan tenaga-tenaga muda yang bersedia menggantikannya suatu saat nanti.

    Persoalannya, mendengar kata tinja saja orang sudah mengerutkan jidat. Apalagi orang yang mau berurusan dengan tinja, pasti sangat lah langka. Ketiga anak Abie sudah memiliki pekerjaan masing-masing, mereka pun ogah berurusan dengan tinja. Kini Abie ingin memberikan tongkat estafet kepada orang-orang pintar di perguruan tinggi. Sayangnya menurut Abie, tidak banyak pula diantara mereka yang mau menggunakan ilmunya untuk terjun langsung menyelesaikan masalah di masyarakat.

    “Saya sebenarnya sudah lelah juga urus limbah karena sudah sepuh. Tapi mau mencari bibit pengganti, banyak yang nggak suka. Padahal banyak universitas, politeknik, sarjana, semuanya itu orang pandai,” tutur Abie. Ia mengajak anak-anak muda untuk tidak takut menghadapi keterbatasan dan menjadi praktisi sanitasi dan air. “Pesan saya pada penerus muda sekali-sekali lah sumbang ilmu. Jangan hanya lulus lalu jadi pegawai bank. Banyak sekali permasalahan di sekitar kita yang harus diurus. Terutama masalah sanitasi.”

    https://x.detik.com/detail/intermeso/20180827/Master-Tangki-Tinja-212/index.php

  24. kupu2 malam tu kerjasama dengan Pak Dasep atau Bung Ricky bah, tiap lewat didepan bengkelnya di jogja (mobilnya mesti dipajang) mesti bergumam dalam hati….hmmm kapan mobil anak bangsa sekeren ini bisa seliweran di jalan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Email:likedisway@gmail.com

Follow me on Twitter
Subscribe to Blog via Email

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 3,988 other subscribers

EnglishIndonesian
%d bloggers like this: