Nana Begitu Dibela Anak Autisnya
Catatan Harian, Humaniora, Terbaru

Nana Begitu Dibela Anak Autisnya

Oleh: Dahlan Iskan

Banyak yang punya anak autis. Tapi tidak banyak seperti Nana. Yang habis-habisan. Mencarikan jalan keluar. Agar autis anaknya hilang selamanya.

Nana tinggalkan pekerjaannya. Dia lakukan penelitian. Dia temui banyak ahli. Dia baca banyak buku. Banyak artikel.

Berhasil.

Dia temukan ramuan yang cocok untuk menyembuhkan anak laki-lakinya itu.
Ramuan itu dirahasiakannya: hasil kombinasi biji-bijian. Yang dia olah menjadi susu bubuk. Dia minumkan ke anaknya itu tiap hari. Sebagai makanan utama sang anak.

Nana berharap banyak pada anaknya itu. Apalagi setelah Nana diceraikan oleh suaminya: seorang pengacara.

Setelah anaknya sembuh, Nana baru bisa tenang. Lantas berhasil kawin lagi. Dapat anak lagi. Perempuan. Normal. Lalu cerai lagi.

Saya bertemu Nana setelah itu. Setelah berstatus janda untuk yang kedua kalinya. Waktu itu umurnya masih 35 tahun. Kulitnya bersih terang. Wajahnya tampak cerdas. Kacamatanya agak tebal. Khas orang kebanyakan membaca. Model kacamatanya cocok dengan bentuk wajahnya yang agak bulat.

Dari nada bicaranya kelihatan jelas: Nana seorang yang antusias. Penuh semangat. Tapi juga sangat sopan.

Nana menemui saya untuk konsultasi. Mengenai usaha barunya: memproduksi susu bubuk untuk anak autis.

Saya mendengarkannya dengan tekun. Setengah kagum. Pada jalan hidupnya. Pada nasibnya sebagai wanita. Pada kegigihannya.

Tentu saya tidak perlu memberi saran apa-apa. Saya percaya Nana sudah punya segala-galanya: produk yang orisinal, tekat yang membara dan usia yang masih muda.

Nana pun pulang dengan hati yang mantap: memproduksi susu bubuk biji-bijian. Untuk anak autis.

Saya sering menghubungi Nana. Menanyakan kemajuan usaha kecilnya.
Lalu hubungan itu putus.

Saya disibukkan dengan urusan-urusan yang tidak masuk akal itu. Usaha sosiopreneur saya lainnya juga langsung terhenti.

Sampai datanglah tahun 2018.

Awal tahun tadi Nana menemui saya lagi. Sudah begitu lama tidak ada berita. Rasanya Nana tidak bertambah umurnya. Tatapan matanya tetap tajam cendekia. Jilbabnya kian bagus modelnya.

Masih tetap menjanda. Dengan dua anak yang sudah mulai beranjak dewasa. Saya belum pernah melihat anaknya itu. Baik yang autis maupun adiknya.

Tentu saya langsung menanyakan ini: bagaimana perkembangan susu bubuk autisnya.
Nana tidak segera menjawab. Wajahnya menunduk. Matanya sembab.

Saya tahu apa yang terjadi di balik kesedihannya itu.

Nana menghentikan usahanya.

Mengapa?

Beberapa usaha makanan temannya digerebek. Tidak punya izin. Ilegal. Jadi perkara. Jadi pemberitaan media.

Nana tidak mau usahanya digerebek seperti itu. Nana pilih menghentikannya. Kepada pelanggannya Nana beralasan: lagi melakukan perbaikan alat-alat produksi.

Nana tahu itu bohong. Tapi dia ingin menyelamatkan resep rahasianya. Untuk masa depannya.

Tapi Nana juga tidak tahu: kapan bisa produksi lagi. Dengan izin yang resmi. Agar tidak digerebek.

Untuk dapat izin, alat-alat produksinya harus baik. Harus standar untuk peralatan produksi makanan dan minuman. Yang lebih ketat dibanding produksi apa pun.

Berarti perlu modal besar. Perlu lokasi dan bangunan yang memenuhi syarat pula.
Nana hampir saja menyerah: menjual resepnya itu. Ke perusahaan asing. Perusahaan susu dari Kanada.

Nana sudah sering dihubungi. Rupanya perusahaan Kanada itu sempat memonitor pemasaran susu bubuk milik Nana. Yang menjadi pesaing di kelasnya.

Itulah sebabnya Nana menemui saya. Minta pendapat saya.

Saya tidak sampai hati kalau Nana harus menyerah ke perusahaan asing. Itu melawan hati nuraninya.

Maka saya pun mencarikan jalan keluar. Saya ajak dia meninjau lokasi yang saya incar.

Tiba-tiba saya mendengar ini: Nana meninggal dunia.

Terkena kanker pankreas. Yang tidak pernah dia rasakan.

Kalah dengan antusiasmenya.

Saya pun melayat ke rumahnya. Setelah saya menjadi pembicara di seminar internasional Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia.

Tiba di rumahnya saya disambut seorang lelaki tua di kursi roda. ”Saya ayah Nana,” katanya lirih. ”Nama kita sama, Dahlan,” tambahnya.

Oh makanya nama lengkap Nana adalah Nana Dahlan. Ia seorang pensiunan jaksa.

Tapi jenazah Nana lagi dibawa ke masjid. Siap-siap dimakamkan setelah salat dzuhur.
Saya pun ke masjid. Berdoa di dekat kerandanya.

Lalu ada anak muda yang memperkenalkan diri. ”Nama saya Rangga,” katanya.
Itulah anak Nana yang dulunya autis. Sekarang semester pertama di fakultas hukum sebuah perguruan tinggi swasta.

Dari gaya bicaranya masih terlihat sisa-sisa autisnya.

”Mengapa memilih fakuktas hukum?,” tanya saya.

”Saya mau jadi jaksa. Saya akan hadapi bapak saya di sidang-sidang,” jawabnya.
Terasa pahit kata-katanya. Begitu tinggi pembelaan pada ibunya.

”Senang di fakultas hukum?” tanya saya lagi.

”Tidak,” jawabnya.

”Kesenangan Anda apa?,” tanya saya.

”Menciptakan permainan game di komputer,” jawabnya.

”Pakai software apa?,”

”Yang gratisan. Seperti Opentoonz, Krita, Shotcut dan Blender 3D,” jawabnya.

Ia pun sangat antusias membicarakan software apa saja. Di penciptaan game itu. Yang saya tidak sepenuhnya mengerti.

Begitu cerdas anak ini. Saya menjadi was-was: jangan-jangan lingkungannya tidak memahami kecerdasannya.(dahlan iskan)

November 15, 2018

About Author

dahlan iskan


44 COMMENTS ON THIS POST To “Nana Begitu Dibela Anak Autisnya”

  1. Innalillahi wainnailaihi roojiuun..semoga husnul khotimah, aamiin.

    Saya dl jg sempat khawatir dengan anak pertama saya..saya cari info terus menerus, Alhamdulillah..Insya Allah hanya karena dominan otak kiri nya saja..

  2. Innalillahi Wainnailaihi Rojiun. Turut berduka.. Saya salut semakin banyak anak muda yang kreatif di bidang teknologi. Artinya orang Indonesia mampu. Hanya butuh sedikit diberikan kesempatan dan kepercayaan untuk berkembang.

  3. Jadi Nana pergi dengan rahasia formula susu autisnya? Sedih mendengarnya. Semoga Nana husnul khotimah dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah. Aamiin…

  4. Innalillahi Wa’innailaihi Rojiun.
    Semoga ada pemirsa Disway yang tergerak membeli patent melanjutkan produksi “susu autis” tersebut.
    Banyak yang membutuhkan obat ini.

  5. “Saya disibukkan dengan urusan-urusan yang tidak masuk akal itu. Usaha sosiopreneur saya lainnya juga langsung terhenti.”
    Memang sangat tidak masuk akal, pak Dahlan. Rupanya begitu ya politik genderuwo itu dijalankan. Sangat penasaran ingin tahu, siapa sebenarnya yang anti pak Dahlan, sampai mengejar ke luar gelanggang begitu. Apa pak Dahlan pernah menuliskannya? Di mana saya bisa baca?
    Ketika pak Jokowi memegang tampuk pimpinan dan membawa banyak harapan, saya membayangkan pak Dahlan, minimal, membantunya dengan tetap berada di kementerian BUMN…

  6. Innalillahi wa inna ilayhi raji’un. Pak Dis bapak orang baik. Saya berharap bapak bisa berjuang untuk negara Indonesia lagi. Terimakasih

  7. Rangga…,
    Nama yg keren.., dan mungkin se keren otaknya yg cerdas.
    Apa tdk terpikirkan oleh ABAH DIS, utk mencarikan orang tua asuh (yg benar2 agar Rangga bisa sukses, dan siapa tau rahasia “Susu Formula Autis” ibunya, sdh ada di tangan Rangga) agar bisa sukses dan bisa membuktikan, kalau anak autis itu bisa meneruskan rahasia ibunya..????

  8. Diluar dugaan,meninggal,ingin tau kelanjutan resep rahasia,tapi namanya juga rahasia,mudah mudahan suatu saat bisa diproduksi dan manfaat aamiin.

  9. di awal tulisan, aku sudah berharap-harap utk bisa mengetahui nama produk susu utk anak autis itu,..
    stiap denger anak autis, aku selalu kepikiran ama keponakan yg jg di diagnosa terkena AUTIS,. Kasihan.
    Semoga Resep rahasia nya bisa di temukan dan di kembangkan agar bisa mendatangkan manfaat utk lbh banyak orang.
    Semoga,…

  10. Menjadi kekasihNya itu mudah? Yusuf alaihis salam tidak cukup hanya dimasukkan ke dalam sumur oleh saudaranya sendiri, beliau juga difitnah dan masuk penjara bertahun-tahun hingga semua melupakannya
    Menjadi kekasihNya itu tak akan berdarah-darah? Yahya alaihis salam dipenggal kepalanya demi mempertahankan fatwanya

    Para kekasihNya setiap berdoa langsung terkabul? Zakaria alaihis salam tiap saat berdoa minta dikaruniai keturunan namun hanya dikabulkan saat sudah sepuh

    K ekasihNya itu terus menerus mendapat pujianNya? Dawud alaihis salam ditegur Allah karena membuat keputusan yang terburu-buru
    KekasihNya selalu hidup enak? Mungkin kita perlu sesekali merasakan hidup di dalam perut ikan seperti Yunus alaihis salam
    Masih juga berpikir kekasihNya itu selalu menang tanpa perlu berjuang? Musa alaihis salam harus berlari kepayahan dikejar-kejar Firaun sebelum laut terbelah untuknya Menjadi kekasihNya itu pasti didukung sepenuhnya oleh keluarga? istri dan anak Nuh alaihis salam pun menolak dan mencemoohnya
    Sebagai kekasihNya semua orang akan berkorban untuk dirimu? Ismail alaihis salam harus terlebih dahulu “mengorbankan dirinya”

    Apakah Nabi Muhammad tidak guncang hidupnya? Istrinya dituduh berzina, beliau dicaci-maki, diracun, disantet, dilempari batu, dikejar, bersembunyi di gua, mau dibunuh, dikhianati orang munafik, kalah perang, ditinggalkan keluarganya, dituduh tidak adil oleh sebagian sahabat dan juga sebagian istrinya, menahan lapar dengan mengikat batu di perutnya, anak lelakinya wafat saat balita, dan seterusnya…..

    Lalu merasa sebagai kekasihNya dan berharap hidupmu akan mulus saja? Begitukah?

    Ya Rahman, irham dha’fana
    Muhammadkan kami
    Dalam seteguk anggur cintaMu.
    Semoga abah Dahlan salah satu diantara kekasihNya. Amin Ya Rabb.

  11. Ada perasaan getir saat membaca Disway pagi ini.
    Getir karena kisah rumah tangga almarhumah yang kandas 2x
    Getir karena melihat anaknya yang autis.
    Dan lebih getir lagi, saat almarhumah merahasiakan resep makanan yang diduga menjadi obat Autis.
    Disaat banyak orang tua yang berharap ada harapan untuk penyembuhan autis, disaat yang sama ada orang yang merahasiakan resep tersebut. Meskipun hal itu adalah 100% hak yang bersangkutan.

    Dan sekarang, resep itu dibawa ke liang kubur.

    Semoga ada pihak lain (mungkin ayahnya) yang diberitahu resep tersebut, sehingga amal jariyah tetap mengalir ke almarhumah. Aamiin

  12. Kisah paling menarik yg pernah saya baca di Disway: secara konten maupun gaya penulisannya (dramaturgi?).
    Ikut berduka utk Nana (Allahumaghfirlaha); smg Rangga bs temukan sandi2 yg pasti dibuat Nana. Pak DIS, he is your boy…

  13. semoga karya dan perjuangan ibu Nana dilanjutkan oleh anak2nya. sayang banget klo formula yg sangat bermanfaat itu tidak dilanjutkan atau tidak diproduksi.

  14. Saya sangat penarasan formulanya.tp takdir berkata lain.maunya dikirimkan ke saudara di jkt.btw saya dulu sangat berharap abah masuk kabinet..tiwas saya pilih.takdirnya beda pula

  15. Mengharukan, tapi ada yang menggelitik, “di sibukkan dengan hal yang tidak masuk akal”, daaaannnn…. ternyata sekarang lebih banyak yang bernasib seperti itu, kecuali mau balik kanan gabung grup gondoruwo bin sontoloyo, bukan cuma formula susunya yang masih rahasia, penonton juga menganggap misteri sebab musabab “kesibukan” Pak Dahlan waktu itu, mengingat di pilpres yang lalu pak dahlan satu gerbong dengan………..

  16. setahu saya sekarang pemerintah melalui kementerian riset dan pendidikan tinggi tiap tahun memberikan pendaan bagi usaha start-up inovatif. utamanya untuk kalangan akademisi. tapi bisa dari luar. dengan bekerja sama dengan Lembaga penelitian dan pengabdian masyarakat (LPPM) kampus. si inovator bisa milih LPPM nya. namaanya program CPPBT (untuk calon pengusaha pemula, tidak ada target penjualan), dan PPBT (untuk yg dinilai sangat potensial dan ada target penjualan). pendanaan yg diberikan mencapai 500 juta, cukup untuk mengurus izin, riset pasar, dan uji produk, dll. resep aman. kalau yg PPBT ada bagi hasil dengan LPPM nya.
    sekedar info. hehe.

  17. Turut berduka cita, Indonesia kehilangan lagi satu anak bangsa yang berprestasi. Kalau produk olahan susu, memang hrs ada ijin BPOM, ijin industri (besar atau kecil) dan ijin2 yg lain. Tapi, kalau 100% dari biji2an, apabila nama produknya tidak memakai kata “susu”, bisa hanya menggunakan ijin PIRT (industri rumah tangga). Untuk komposisi, apabila memang ingin dirahasiakan oleh si pembuat (saya menghargai hak cipta intelektual, mengingat untuk membuatnya mungkin menghabiskan banyak usaha yg luar biasa), bisa mencantumkan beberapa komposisi utamanya saja.
    Semoga resep rahasianya diturunkan ke anaknya atau orang kepercayaan Nana, dan bisa diproduksi dengan skala industri rumah tangga, untuk membantu banyak anak2 autis yang membutuhkan. Semoga….

  18. Super Power Indonesia.
    Tak ada kata ragu lagi.
    Yok bersama, segera wujudkan.

    Rakyat Indonesia sangat mampu, untuk segera mewujudkan “Super Power Indonesia”.

    Jadi ingat.
    Dulu, saat Jokowi masih menjabat Walikota Solo, gubernurnya menilai beliau sebagai : “Walikota Bodoh”.
    Sekarang, mantan gubernur itu, belum terdengar lagi ceritanya bagaimana.

    Dulu, saat Jokowi dicalonkan menjadi Kandidat Presiden, beberapa Tokoh Nasionalpun, meragukan kemampuannya.

    Ternyata…?

    Saya tidak bermaksud memuji, dalam hal ini. Ataupun pro Jokowi. Tapi saya pro kepada kebenaran & kebaikan. Kombinasi keduanya.

    Kaitannya adalah : untuk mewujudkan “Super Power Indonesia” itu, ternyata tidak melulu harus memerlukan ide-ide yang spektakuler.
    Ide-ide yang ribet. Dan seterusnya. Negara kita tidak perlu harus memiliki kemampuan di segala bidang dulu, baru setelah itu berpikir : bagaimana mewujudkan “Super Power Indonesia”.

    Mulai saat ini pun, kita bisa mewujudkannya.
    Ya, mulai saat ini. Detik ini.
    Langkah awalnya adalah : sejahterakan terlebih dahulu, seluruh rakyatnya. Secara merata.
    Kurangi gap kesenjangannya.

    Dalam buku saya nanti, yang berjudul : “Super Power Indonesia” itu.
    Pada salah satu babnya, akan saya tuliskan : bagaimana cara mengentaskan kemiskinan di Indonesia.
    Dengan cara sederhana. Tidak memerlukan ide yang spektakuler. Yang menguras pikiran. Tidak membebani APBN. Tapi efektif.
    Just do it.
    Niatnya cuma satu : mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia.

    Tunggu ya. Terbitnya buku : “Super Power Indonesia”
    Yang saya tulis sendiri. Berdasarkan pemikiran sendiri.
    Semoga bermanfaat.

  19. Innalillahi wainna Ilaihi Roji’un, semoga almarhumah Nana Dahlan khusnul khotimah, seandainya almarhumah sempat mendapat informasi sebagaimana diberikan oleh Sdr. Syafiq dan Sdr. Christian niscaya jalan critanya bisa berbeda, bertumpu dari kejadian diatas, kiranya kegigihan dalam melakukan riset harus dibarengi dengan kegigihan dalam upaya hasil risetnya memberi keuntungan selain dirinya juga masyarakat banyak

  20. Saya ikut sedih atas meninggalnya Nana. Oknum aparat Indonesia memang lebih banyak bikin sulit. Saya sendiri mau cari di Singapura atau Malaysia untuk produk original kawan” di Kaltim. Bikin repot urusan, banyak biaya pula.

  21. Di sibukan kesibukan yg tidak masuk akal……. dalem sampun mangertos abah….. maksud panjenengan….. dalem membaca cerita kang dasep….. ati dalem mbedodok…..

  22. ini, salah satu tulisan pak dahlan yg paling ringan, tapi paling berat menonjok hati sanubari….
    ibu yg perkasa…
    akhir karya anak bangsa yang selalu merana…
    dendam anak pada sang bapak yg tak terperi…
    dan kecerdasannya yg tak terpahami…

  23. saya punya adij autis, dia sangat peka mengingat apa yg dikatakan orang. sayang sekali, karena pemahaman org kampung kurang terhadap perkara tersebut. akhirnya dia terlantar tidak bisa melanjutkan sekolah dan tidak bisa baca tulis. salut sama almarhumah dua ibu anak itu (Nana).

  24. Saya guru. di sekolah ada lima anak autis. tiap tahun. Ada namanya Ubait. hafal nama temannya. semua. empat ratus siswa. ceweknya saja. hahaha.
    Ada temannya Deni. Paling seneng azan di musolla sekolah. terbolak balik. says senyum saja.

  25. Innalillahi wainnailaihi roojiuun..semoga husnul khotimah, aamiin. Sangat mengharukan kisah Bu Nana ini.

    Pak Dahlan saya boleh tau nama produk Susu nya? Saya baru cari obat untuk ponakan saya yang Autis Pak.. Mohon bantuannya Pak, jika Pak Dahlan berkenan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Email:likedisway@gmail.com

Follow me on Twitter
Subscribe to Blog via Email

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 4,212 other subscribers

EnglishIndonesian
%d bloggers like this: