Mobil Listrik, Kita Kian Ketinggalan
Aktivitas Disway

Mobil Listrik, Kita Kian Ketinggalan

>>>> Nur Muhis May 26, 2018:

Kapan mampir ke Wisconsin University

 

KOMENTAR DISWAY:

Yang di Madison? Dekat danau itu? Anda alumninya? Ngerti gitu tanya-tanya Anda dulu. Lima tahun lalu saya ke sana. Ada rapat di situ. Dengan ahli dan penemu satu bidang teknologi. Tapi tidak bermalam. Langsung ke Milwaukee, kota di pinggir danau Michigan itu.

Kenapa itu disebut danau? Luasnya kan mirip laut Jawa? Karena airnya tawar? Hanya dua jam dengan mobil dari Madison.

Dua tahun lalu saya ke Madison lagi. Hanya berhenti sebentar di Vietnam food di simpang empat itu. Eh, ternyata pemilik dan pelayannya bukan orang Vietnam. Tapi orang Hmong.

Ternyata di Wisconsin dan Minnesota begitu banyak orang Hmong. Lebih 200 ribu orang. Blak-blakan baru sejak itu saya tahu ada suku namanya Hmong. Di sekolah tidak pernah diajari. Di berita tidak pernah baca.

Maka saya mulai mempelajari suku Hmong. Mengapa mereka sampai di Amerika. Mencari restoran Hmong lagi. Mirip dengan masakan Vietnam.

Di salah satu resto Hmong di Minneapolis bahkan saya melihat koran berbahasa Hmong. Ternyata suku ini dulu banyak digunakan/direkrut oleh tentara Amerika. Untuk perang melawan Vietnam utara.

Setelah Amerika kalah mereka dimusuhi penguasa baru Vietnam. Mengungsi ke Amerika. Mirip dengan mengapa banyak orang Turki di Jerman. Salah satunya Emre Can… hahahha ….pemain Liverpool itu.

 

>>>>Fariz May 26, 2018:

Di MIT ada proyek mobil listrik ya pak? Hayuklah..

 

KOMENTAR DISWAY:

Bukan soal mobil listrik. Soal lain. Yang lebih ke depan lagi. Nantilah diceritakan…kapan-kapan. Soal mobil listrik kita sudah kian ketinggalan. Jauh…jauh…jauh…Sayang…sayang…sayang…

 

>>>>Dian kp May 26, 2018:

Mantab banget…ribuan kilometer ngebonek di US….btw masih ngikuti skor-skor Persebaya apa enggak selama belanja ide di sana?

 

KOMENTAR DISWAY:

Lho kan ada streaming …. jaringan internetnya bagus lagi. Gambarnya bagus. Cuma layarnya kepenuhan. Kalau bola lagi di sisi dekat panggung tidak terlihat di layar. Kalau gerakan lagi di bagian itu sering secara tidak sadar saya berdiri. Ingin melongok ke bawah. Lupa kalau itu layar TV.

Saat saya menulis komentar ini pun saya agak ‘kesusu’. Terasa nggak? Sudah pukul 10 pagi. Atau pukul 10 malam WIB. Sebentar lagi kan final Champions. Liverpool vs Real Madrid. Atau Real Madrid vs Liverpool? Ini masih belum tanya-tanya di mana ada sport bar yang menayangkannya.

 

>>>> Zaenul May 25, 2018:

Yang pasang plang ya?Pake bahasa Masjid bukan mosque?

 

KOMENTAR DISWAY:

Yang pasang bukan saya. Tapi kontraktor. Yang gendut itu. Yang baik itu. Memang ada beberapa perubahan dalam bahasa Inggris di Amerika. Entah di Inggris.

Kata Masjid sudah umum dipakai. Orang Islam tidak lagi ditulis Moslem. Tapi Muslim…. Tapi bahwa ada pembaca Disway yang menceritakan asal kata mosque itu mosquito saya baru tahu saat membaca komentar tersebut. Benarkah? Atau hanya kecurigaan?

 

>>>>Doglo May 26, 2018:

Sebetulnya ide pakai hape untuk baca surah itu terbersit juga waktu saya mau jadi imam taraweh pertama mengingat hafalan surat pendek saya pas-pasan. Cuma tidak berani aja karena kuatir disawat kopiah oleh makmum kalau kelihatan utek-utek terus. Bukan oleh masyarakat karena sholatnya di rumah tapi oleh anak saya yang lucu-lucu itu, hehehe…

 

KOMENTAR DISWAY:

Lucuuu….hahahhaa Salam saya untuk yang lucu-lucu itu. Tolong ciumkan satu-satu. Anda tinggal di luar negeri?(dis)

May 27, 2018

About Author

dahlan iskan


12 COMMENTS ON THIS POST To “Mobil Listrik, Kita Kian Ketinggalan”

  1. Kaget. Kaget comment saya di replay. Panjang lagi. Tepat jam 10.10 pagi. waktu sidoarjo. Kaget campur seneng. Seperti senengnya pas lihat Nella Kharisma….bukan Via Vallen..haha. kali ini kita beda Abah.
    Bener. Lead replaynya beda. Seperti bukan tulisan khas Abah. Ternyata Abah Dahlan terasa juga. Gpp. Lagi mengejar final Liga Champion. Puncaknya lertandingan liga2 Eropa. Saya tertarik Abah Dahlan pakai jersey persebaya (yang putih) atau jersey timnas (yg merah) saat nonton. Hehe..yg bisa saya tebak pasti pakai topi mirip koboi..dan seingat saya Abah adalah fans si Merah.
    Saya tunggu ulasan finalnya. Ketika seorang leader harus keluar lapangan. Ketika orang terakhir dipercaya tapi melakukan blunder. 2x. Apesnya, lawan yang di hadapi adalah tim “adikuasa”.
    Salam wani..

  2. Kalau dari lokasi Bapak sekarang sy memang tinggal diluar negeri. Tepatnya di Candi, Sidoarjo, hehaheha…

  3. Apakah acara Abah yg di MIT mengenai riset reaktor thorium? Dosen saya bolak balik kesana katanya mengurus hal tersebut 😀

  4. pak dahlan tolong di ceritakan mengapa dlm hal mobil tenaga listrik kita bisa ketinggalan jauh jauh apakah pepatah jauh dimata dekat dihati bisa diartikan sama dengan

  5. bagaimana kalau mobil dan motor listrik dibeli/diimpor dari China, di alibaba dan aliexpress…he he he…lalu dibungkus di Bandung dan Surabaya…atau serahkan saja pada kang Dasep…pasti jadi gak ketinggalan….Jangan lupa diberi Merk….Gundala Putra Petir…he he he

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Email:likedisway@gmail.com

Follow me on Twitter
Subscribe to Blog via Email

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 4,212 other subscribers

EnglishIndonesian
%d bloggers like this: