Kondom
Catatan Harian

Kondom

Jual kondom?

“Tumben pak Dahlan mau beli kondom,” tanya petugas apotik Kimia Farma di belahan selatan Surabaya itu.

“Tidak beli. Hanya tanya,” jawab saya.

Saya baru tahu sekarang ini: ternyata begitu banyak merek, variasi dan tingkatan harganya.

Kok soal kondom tiba-tiba menarik perhatian saya? Saya juga heran.

Ini gara-gara saya baru saja membaca berita ini: Jepang sudah berhasil memproduksi kondom paling tipis di dunia. Hanya 0,01 mm. Dan siap berpromosi di arena Olympiade Tokyo tahun 2020.
Dengan cara membagikannya secara gratis kepada seluruh atlet. Wow!

Cara itu memang bukan baru. Sudah dilakukan perusahaan kondom Inggris di arena Olympiade London tahun 2012. Juga sudah dilakukan oleh produsen kondom Indonesia dalam rapat besar Forum Pimred di Bali yang heboh itu dua tahun kemudian.

Jepang belakangan memang mengalami kemunduran dalam bisnis kondom. Usia rata-rata penduduknya yang menua membuat kondom tidak laris. Tapi perusahaan ini tidak menyerah. Terus berinovasi.

Ilmu bahan (material) memang sangat maju sekarang ini. Jurusan ilmu bahan di fakultas teknik kini laris manis. Sudah bukan lagi bagian dari jurusan metalurgi.

Bahan baru selalu ditemukan. Bukan lagi ditemukan di tambang. Atau di lapangan. Tapi di labolatorium.

Mencampur dan mengkombinasikan unsur kimia dari satu bahan dengan bahan lain tidak henti-hentinya diriset. Ilmu kimia sudah lebih menentukan.
Kalau tidak, bagaimana mungkin bisa ditemukan bahan baru yang bisa dibuat kondom setipis 0,01 mm. Dan kuatnya bukan main.

Kuat kondomnya, maksud saya. Bisa diolor-olor tanpa robek. Bisa digesek-gesekkan berulang kali tanpa berlubang.

Bahkan klaim pabrik kondom Jepang ini menjamin kuat untuk digosokkan sampai 100 ribu kali. Tentu, saya percaya begitu saja. Daripada diminta untuk membuktikannya.

Begitu berprestasinya pabrik kondom ini hingga menyetarakan kondomnya dengan medali emas. “Inilah medali emas yang bisa Anda peroleh di Olympiade Tokyo.” Begitu kata Sagami Rubber Industries, produsen kondom merk Sagami ini.

Penemu kondom setipis 0,01mm itu adalah peneliti di perusahaan tersebut. Nama sebenarnya Chiyaki Yamanaki. Tapi tenggelam oleh nama populernya: Mr. Kondom.

Konsumsi kondom di Jepang memang mencapai 400juta setahun (2016). Tiga kali lipat dari Indonesia. Dan Sagami hanya nomor 4 terbesar di dunia.

Raja kondom masih dipegang Inggris: Durex. Memang Inggrislah negara pertama pembuat kondom.

Penemunya adalah Charles Goodyear. Tapi sejak abad 14, ketika wabah sipilis merajalela untuk yang pertama, barang sejenis kondom sudah mulai dipakai. Namanya condons. Atau disebut juga condam. Atau quandam. Diambil dari bunyi cuanto dalam bahasa Italia. Artinya: sarung.

Sebagai perintis kondom pantas kalau produksi Inggris ini, Durex, menjadi rajanya. Lalu kondom Amerika: Trojan. Nomor empat baru diduduki Sagami setelah pesaing lokalnya: Ogamoto.

Apakah nama bahan baru yang begitu lentur dan kuat itu? Ternyata: polyisoprene. Bahan baru turunan dari oleo chemical.

Bahan kondom dari karet sudah lama sekali ditinggalkan. Itu teknologi tahun 1855! Tidak bisa bersaing lagi. Apalagi bisa membuat orang yang alergi karet bermasalah.

Ilmu bahan memang akan terus menjadi primadona di masa depan. Ilmuwan akan terus mencari kombinasi campuran antar material untuk menjadi: seringan mungkin, sekuat mungkin, selentur mungkin, sekaku mungkin, sekecil mungkin, setipis mungkin.

Dan yang satu ini: semurah mungkin.

Para arsitek, perancang, desainer akan terus dimanjakan oleh ditemukannya material-material baru seperti itu. Termasuk perancang kondom.(dis)

March 23, 2018

About Author

dis


22 COMMENTS ON THIS POST To “Kondom”

  1. Pertamax. ?

    Para ilmuan tidak buang-buang waktu. sedikit demi sedikit persoalan teknis di atasi. Penemuan obat-obatan, organ dan alat-alat buatan yang mungkin suatu hari bisa melenyapkan “MAUT”.

  2. Rejrki kondom pun mengalir kemana mana. Sampai bisa dijadikan bahan tulisan yg enak dibaca. Jadi fungsinya bukan hanya untuk sex saja. Ilmu baru.

  3. Ilmu bahan. Istilah yg menarik. Belum disinggung kondom buatan NKRI.
    Dulu ada 25. Pernah terkenal karena jingle iklannya dangdut jaja miharja. Ada juga sutra. Entah apa lagi.

    Tulisan kondom ini ringan dan asyik. Unsur humornya banyak. Tapi ya gitu hehe…. bisa gosok 100 ribu kali

  4. Membaca rada geli. Namun membuat ketagihan. Hahaha… Sy suka tulisan sedikit humor dari mr.yu pagi ini.

    Kami tunggu artikel Berikut nya.

  5. aduuh bahaya, hari ini saya tidak bole share, kalo ketahuan istri bisa disuruh nyari wkwkwk

    masalahnya istri harus suntik kb saban bulan yang menyebabkan hormon nya berubah, dan istri menjadi agak ndutz,

    saya takut berkurang kenikmatan gesekan hahahahaha

  6. Hahaha ……
    Setelah 2 tulisan ttg ekonomi yg serius, pagi ini mengejutkan dan terpaksa terbahak bahak.
    Inspiratifnya, untuk survive, sagami riset habis habisan. Research industry, hal yg masih mewah di negara kita.

  7. juangkrik sip rek tulisane. pakdi kapan i ke mlg. teman sy.yg punya javanine minggu kmarin nawari “Mau dimasakin apa”. pingin traktir sampyan pak

  8. Hahh, sudah muncul di JPNN.
    Beranak pula.
    Judulnya punya anak : “Kondom & Kontroversinya”. hahaha ……

  9. Pak… Saya beberapa hari ini baca tulisan-tulisan bapak.

    Sampai di tulisan ini saya langsung kaget, geli, dan ingin ketawa sekencang-kencangnya.

    Saya membayangkan penjaga di kimia farma itu bertanya, dan bapak menjawab begitu kok lucu lucu gimana gitu…

    Apalagi sampai bagian “medali emas” dan “100 ribu kali gesekan”.

    Tapi saya juga kepo tentang bahan yang digunakan tersebut. Semoga ada orang Indonesia bisa menghasilkan bahan-bahan baru juga…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Email:likedisway@gmail.com

Follow me on Twitter
Subscribe to Blog via Email

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 3,941 other subscribers

EnglishIndonesian
%d bloggers like this: