Kecopetan Sebelum ke Amerika
Catatan Harian, Terbaru

Kecopetan Sebelum ke Amerika

Oleh: Dahlan Iskan

Saya harus ke Amerika lagi. Dalam waktu dekat. Tapi kemarin saya menangis. Dalam hati. Menangis sungguhan. Uang rupiah yang saya siapkan menjadi tidak begitu berarti. Di mata dolar.

Saat itulah saya sadar: sebagian uang saya hilang begitu saja. Padahal uang itu ada di bank. Masih ada. Tapi nilainya begitu merosot.
Saya merasa telah kecopetan. Atau kena rampok.

Uang senilai Rp 20 miliar itu tinggal Rp 19 miliar nilainya. Kehilangan Rp 1 miliar. Hanya dalam waktu tiga bulan.

Betapa banyak orang yang tiba-tiba kecopetan seperti itu.

Satu miliar itu banyak. Bagi saya. Itu uang hasil keringat. Banting tulang. Enak banget yang mencopetnya.

Kalau Anda punya tabungan Rp 10  miliar berarti Anda kecopetan Rp 500 juta. Kalau simpanan Anda Rp 1 miliar Anda kecopetan Rp 50 juta. Agar tidak merasa kecopetan baiknya Anda tidak ke luar negeri dulu.

Anda tetap kecopetan tapi tidak terasa. Tidak terasa tapi tetap kecopetan.

Memang saya tergolong orang bodoh. Sudah tahu rupiah bakal kalah. Rupiah bakal merosot. Sudah tahu kinerja ekspor kita loyo. Sudah tahu yang dipikir orang di atas sana lebih banyak hanya politik. Kok saya tidak menyimpan uang dalam dolar.

Diam-diam saya harus memuji para pengusaha. Yang menyimpan uangnya dalam mata uang asing.

Dulu saya akan mengecam mereka sebagai tidak nasionalis. Tidak cinta NKRI. Tidak cinta Pancasila.

Sekarang saya merasakan sendiri kecopetan begitu banyak. Itu menyakitkan.

Maka yang akhirnya betul adalah: mulut tetap berteriak cinta NKRI dan cinta Pancasila tapi simpanannya dalam dolar. (dis)

July 26, 2018

About Author

dahlan iskan


77 COMMENTS ON THIS POST To “Kecopetan Sebelum ke Amerika”

  1. oh, berarti saya salah satu copet itu pak, karena saya tidak pernah pergi keluar negeri dan saya dapat uang dalam bentuk dollar..

  2. Begitulah caranya kalau ingin menjaga ghirah perjuangan. Dengan menjadi bagian dari korban, anda tetap merasa kesal dan semangat untuk mencari biang masalah dan menghancurkannya.

  3. Lha pak DIS masih untung punya tabungan bermilyard , lha kalo saya punya tabungan ngga nyampe serarus juta udah pangsiun trus kecopetan trus diperes pajek yang kemudian dikorupsi trus masih dibilang radikal tidak toleran lagi.
    Tapi الْحَمْدُ للَّهِ saya masih diparingi tabungan dan diparingi urip sama اللَّه, masih buaanyak yg lebih susah dari saya.
    Mugi2 pak DIS selalu diparingi sehat dining اللَّه.

  4. Waduh…,
    Sebagai pembelajaran bagi kami, rasanya tdk ada salahnya di “amankan” sekarang saja bagi saya pribadi.
    Dengan cara membeli mata uang asing yg lagi ber kibar2 terhadap mata uang rupiah.
    Sekiranya saat ini saya punya tabungan 100 jt, saya belikan mata uang asing yg “kokoh” terhadap rupiah, dan se cara per lahan2 nilai mata uang asing tsb terus naik, apa saya tdk cinta NKRI pak Abah…???

  5. Diam-diam saya harus memuji para pengusaha. Yang menyimpan uangnya dalam mata uang asing.
    Dulu saya akan mengecam mereka sebagai tidak nasionalis. Tidak cinta NKRI. Tidak cinta Pancasila.
    Sekarang saya merasakan sendiri kecopetan begitu banyak. Itu menyakitkan.
    Maka yang akhirnya betul adalah: mulut tetap berteriak cinta NKRI dan cinta Pancasila tapi simpanannya dalam dolar. (dis)

    “tersadar ketika idealis tak seindah ketika berpikir realistis prakmatis”

  6. Indonesia adalah negara besar. Penduduknya nomer 4 di dunia. Ahli ekonomi banyak dari UI, UGM dan lain lain. Pabrik pabrik banyak. Tapi apa yg terjadi? Mata uangnya yg bernama rupiah disebut mata uang sampah. Sebagai gambaran, negara yg terbelakang seperti papua nugini, mempunyai mata uang yg bernama kina. Berapa rupiah? 1 kina = Rp 4.400,-. Negara tetangga yang sangat miskin yaitu timor leste, mempunyai mata uang logam sendiri yg bernama centavos. Berapa rupiah? Yang mengejutkan nilai mata uang timor leste itu terus menguat terhadap rupiah. Kalau dulu 1 centavos timor leste cuma 100 rupiah. Sekarang sudah mencapai 140 rupiah. Artinya nilai rupiah sudah turun hampir separo terhadap mata uang negara miskin itu. Yg jadi pertanyaan, apakah negara macam timor leste dan papua nugini itu ekspornya bagus? Sehingga mata uang negara itu terus naik terhadap rupiah? Indonesia jauh lebih bagus ekspornya, indonesia jauh lebih hebat ekonominya. Tapi mengapa mata uang kita rendah? Marilah kita bandingkan negara yg hancur akibat perang berkepanjangan. Seperti Afghanistan dan somalia. Berapa nilai mata uangnya terhadap rupiah? 1 afghani= Rp 198,- dan 1 shilling somalia = Rp 25,- . Dengan fakta fakta itu, apakah nilai mata uang suatu negara tergantung ekspornya? Para pencopet akan berkata ya, dan meyakinkan dengan sejuta alasan yang sangat kuat. Tapi nyatanya mata uang rupiah terus rendah sekalipun dibandingkan dengan negara miskin di dunia. Jadi apa sebabnya mata uang sebuah negara nilainya rendah? Jawabannya sederhana saja. Apa itu? Karena Bank Central terus menerus mencetak uang. Sehingga jumlah uang beredar akan semakin banyak dan semakin banyak. Hal ini menyebabkan nilai uang merosot terus menerus. Sehingga orang yg punya milyaran rupiah, nilainya merosot. Saat itulah orang orang sebenarnya dicopet dengan halus sekali. Kasihan mereka, karena mereka telah bekerja keras, telah bersusah payah. Tapi jangan khawatir. Lho mengapa? Nanti ada hari akhirat, yaitu hari pembalasan. Semua akan diberi balasan seadil adilnya. Karena Tuhan Yang Maha Esa dan Maha Bijaksana sendiri yang akan mengadili. Tentu saja berjuta juta orang yg merasa kecopetan akan meminta keadilan. Ha ha ha… Bank Central harus menanggung dosa ratusan juta orang….
    Sebagai gambaran nyata. Di buku karangan tan malaka dan bung hatta yg terbit sekitar tahun 1920 itu, menulis bahwa gaji guru pada waktu penjajahan belanda itu berapa? Di buku itu tertulis gaji guru f40 dan f50, tergantung lulusan dari sekolah belanda atau tidak. Yg jadi pertanyaan adalah berapa kurs gulden hindia belanda itu jika dikurs kan dengan rupiah? Kalau di kurskan dengan rupiah , anda akan kaget. Mengapa? Karena nilainya kurs tertinggi di dunia. Mari kita perhatikan, 1 gulden hindia belanda bisa untuk membeli 7 kg gula pada waktu itu. Berapa 1 kg gula saat ini? Taruhlah 12 ribu, jadi akan didapat hasil 12 ribu dikali 7 sama dengan Rp 84.000,-. Jadi tinggi sekali kurs. Mengapa penjajah belanda bisa menjaga nilai mata uangnya? Jawabannya mudah sekali yaitu bank central waktu itu, de javanese bank mencetak sedikit uang disesuaikan dengan cadangan emas yg dimiliki. Tidak sembarang mencetak uang seperti saat ini. Jadi kita ini , mau saja dibodohi bank central.
    Tapi apa mau di kata. Mereka kan kuasa. Kita bisa apa? He he he…. tetap cinta pancasila dan NKRI, walau terus di copet. Senasib semuanya, seluruh orang indonesia di copet, he he he….

    • “BANK Sentral Mencetak”negara antah berantah?…ini Indonesia…tdk ada yg kecopet…jika mahu Ada kurs tengah.dan impor ekspor pajak pabean pakai mata uang negara masing masing.
      Kurs tengah transaksi perdagangan int kurs tengah berlaku se umur hidup..Pemain Saham jual beli di pasar valas dr devisa Umum.

    • Bagus komentarnya. Berarti bukan ekspor lemah ya penyebabnya… tapi kan pemerintah suka alasannya negara lain juga melemah kok… ekonom ui ugm dll sibuk nyari uang masing2

    • Kalau mengatakan Rupiah sampah karena nilainya lebih rendah dari Afghani ataupun Kina, hmm rasanya kok gak benar. Mau sampah atau bukan, tergantung bagaimana mengelola ekonominya. Bisa saja nanti Rupiah diredenominasi dari sehinggan 1 USD = 10 Rupiah. Gak masalah. Vietnam punya mata uang dengan nol lebih besar setimbang Rupiah ketika ditukar USD. Lira Turki sudah berkali-kali diredenominasi. Kalau tidak, bahkan nolnya jauh lebih banyak daripada Rupiah jika ditukar USD. Nol yang banyak itu hanya mengesalkan secara administrasi ataupun akuntansi karena catatan jadi panjang, digit yang banyak memang tidak mengefisienkan pencatatan. Di samping itu, nol yang banyak memang mudah membuat ilusi inflasi yang buruk meskipun secara nisbah tidak. Yang terpenting bagaimana perekonomian dikendalikan, diarahkan, dan dimajukan agar tidak stagnan. Kalau memang ingin nolnya berkurang, mari kita dukung program BI untuk melakukan redenominasi Rupiah.

  7. Masih bisa bersyukur. Karena masih ada yang bisa dicopet. Hehehehehehehe…
    Kita semua, baik yang menyimpan mata uang Rupiah , maupun asing, merasa sama-sama kecopetan.
    Tapi yang sangat begitu terasa adalah, bagi mereka yang memiliki urusan dengan luar negri, baik bisnis, sekolah ataupun urusan yg lain.
    Bagi yang tidak ada urusan dengan luar negri, ya tidak terasa secara langsung.
    Tapi akan terasa saat kita membeli komoditi konsumsi hari-hari. Ternyata harganya berubah…:)
    Pertanyaan bodoh muncul di kepala saya, bagaimana caranya Rupiah itu, tidak lagi mengalami depresiasi musiman setiap 10 tahun.
    Pak Dahlan, adakah caranya…?
    Saya merasa, setiap Rupiah terdepresiasi, seolah-olah kita tidak bisa berbuat apa-apa.
    Hanya bisa pasrah dan beroptimis ria saja.
    Adakah solusinya…?
    Jujur, saya punya konsep “Super Power Indonesia”. Perwujudan dari aspek pengembangan manusianya.
    Namun terkait depresiasi Rupiah ini, selalu mendorong saya agar senantiasa mencari tau, bagaimana solusinya.
    Ada yang tau…? (kun)

    Salam “Super Power Indonesia”,
    bagi seluruh Bangsa Indonesia,
    untuk saat ini & masa-masa mendatang.

    • Agar mata uang tidak terdepresi, caranya mudah sekali. Ada 2 cara yg sangat mudah , kalau mau.
      Cara pertama, bank central, kalau di negara kita, BI, jangan mencetak uang lagi. Pasti rupiah tidak akan terdepresiasi. Contoh paling gamblang sejelas jelasnya. Yaitu penerbitan mata uang cripto yaitu bitcoin. Berapa harga bitcoin ketika pertama kali diluncurkan? Tidak ada harganya. Berapa harga bitcoin setelah lima tahun diluncurkan? Geleng geleng kepala, yaitu dari 3 ribu rupiah menjadi 95 juta rupiah. Mengapa bisa begitu? Karena bitcoin dicwtek terbatas, cuma 21 juta keping dan satu yg penting, tidak bisa dicetak lagi. Setelah kita tahu jawabannya, mudah kan agar mata uang negara kuat. Jangan mencetak terus menerus. Itu yg tidak bisa di lakukan oleh bank indonesia. Mengapa kok cetak uang terus? Jawaban sederhana yaitu karena butuh uang. Mengapa butuh uang? Ha ha ha… jawab sendiri saja
      Cara yg kedua juga mudah, tapu tidak mampu dilakukan bangsa indonesia. Apa itu? Yaitu mencetak uang tapi nilainya bertambah, tidak merosot. Solusinya yaitu, rupiah dijadikan mata uang dunia menggantikan dollar amerika dan uero eropa. Sanggupkah indonesia berbuat seperti itu? Jawab sendiri saja he he he….

      • Pak Saifudin, kalo begitu, solusi tepatnya gimana…? Satu sisi kita butuh uang. Satu sisi kita tidak boleh cetak uang terus.
        Lalu, untuk menutupi kebutuhan uang itu, selain mencetak uang, selain menjadikan Rupiah seperti Dollar. apa lagi yang bisa kita lakukan…? (kun)

    • Org setingkat pak Dahlan Iskan, yg sdh kaya raya n pernah duduk disinggah sana kekuasaan, seharusnya ikut berpikir memberi solusi bagaimana jalan keluar terbaik, tdk fair kalo mengeluh begitu rupa…. Kasian rakyat bawah yg miskin hanya makin dongkol saja…

      • Itu tugas orang2 pemerintahan skrng bung.harusnya mereka yang anda kritik tokh kekuasaan n kebijakan ada dengan mereka.apakah anda tidak baca dengan seksama kalimat Pak Dahlan yang bilang ” lebih ke politiknya”.harusnya anda paham itu kalo anda tau “rasa bahasa”.intinya kalo mereka lebih sungguh2 menangani ekonomi yang lagi “demam” ini.harusnya mereka jauhkan dulu kepentingan politik.inikan dicampuradukan oleh mereka.jadi gx perlu pak Dahlan ngasi masukan ke orang2 “mandek” kayak gtu.urusan merekalah itu.

      • Darmawan ini kurang Piknik kayaknya…
        Abah DIS khan sudah kasih kritik dengan solusinya juga, bagi orang yang bisa melihat dengan jeli dalam tulisannya.
        Coba perhatikan baik-baik tulisan ini :

        “Memang saya tergolong orang bodoh. Sudah tahu rupiah bakal kalah. Rupiah bakal merosot. Sudah tahu kinerja ekspor kita loyo. Sudah tahu yang dipikir orang di atas sana lebih banyak hanya politik. Kok saya tidak menyimpan uang dalam dolar.”

        Pasti Anda bisa melihat Solusi sekaligus kritik dalam tulisan diatas…
        #Mikir…

  8. -. tabungan cuma 20M….itu pasti cuma satu dari ratusan rekening Abah kan….hayo ngaku Abah…:-)
    -. kalau punya penghasilan/simpanan dollar gak enak juga sih, doa kita kebalikan dari doa orang2 yg kita cintai…”Ya Allah naikan nilai dollar”….eh orang2 terdekat kita (ortu/istri/adik/kakak/etc) doanya kebalikannya, gak enak ah, suerr gak enak hati bgt…:-)
    -. rupiah turun terus karena memang direkayasa spt itu sejak jaman dulu oleh pihak2 yg menginginkannya, siapa aja hayo?? banyak lho “kekuatan jahat” termasuk mungkin ehmmm pemerintah kita sendiri? spt link yg tadi dikirim masrisky…
    https://m.detik.com/finance/bursa-dan-valas/d-4133565/sri-mulyani-setiap-rupiah-melemah-rp-100-ada-penerimaan-rp-17-t
    -. perlu perubahan besar kalau mata uang gak mau turun terus…caraya gak ada di buku2 standar kuliahan, pastinya…..para “demangwedanacarik” di nagarinya piapalen pasti gak sampe elmunya,gak dipelajari di kuliahkanuraganannya…..

    • He he he…. bahkan mata uang tercinta terus merosot kalau di kurskan uang negara miskin kayak timor leste. Dulu tahun 2008 kira kira 1 centavos timor leste masih 100 rupiah. Sekarang jadi berapa? Sekarang jadi 140 rupiah. Turun 40 persen. Karena BI terus menerus cetak uang. Kenapa begitu? Karena butuh uang untuk menjaga ekonomi negara tercinta.

  9. Maka yang akhirnya betul adalah: mulut tetap berteriak cinta NKRI dan cinta Pancasila tapi simpanannya dalam dolar.
    –> Hanya di negerinya via vallen, bukan di Indonesia

  10. istimewa..satire yang menghujam tajam…persoalannya saya rakyat yang tidak berkecimpung dibidang keuangan..apa yg bisa saya lakukan…tidak beli dolar sudah..womg utangku lebih besar dari gaji krn salah urus…tidak beli barang impor sudah…wong uangnya tidak bisa untuk beli sunkist..cukupnya hanya utk beli jeruk pontianak yang kecil …Siapa yang diuntungkan dengan rupiah yang..melemah..jika kita salahkan lagi para pemburu selisih kurs kayak jaman pak Soros..kok terlalu sederhana..

  11. Ngaku orang Indonesia tapi kok hobi jalan2 ke Amerika? Padahal tempat wisata di Indonesia masih banyak yang belum dia kunjungi.

    • Anda jangan salah paham dengan “jalan2nya”Pak Dahlan ke Amerika bung.Beliau itu mau belajar banyak bukan cuma jalan2 biasa.hadeeeeuh.makanya sebelum koment yang “sok benar” baiknya anda cari tau dulu dr awal niat Pak Dahlan,atw jangan2 anda ini pembaca dadakan yang baru baca disway ya.hehe……maklumlah kalo gtu sih,kebiasaan orang tak ilmiah.asbun

    • Indra ini pasti hanya pembaca dadakan Tulisan di Di’sway,
      Tidak pernah baca tulisan-tulisan sebelumnya…

      Abah DIS pergi “jalan-jalan” untuk belajar ilmu di luar agar bisa diterapkan di Indonesia, Agar di Indonesia bisa lebih baik lagi dan lebih maju.
      Lain kali, coba baca tulisan-tulisan sebelumnya di Disway sebelum Nyinyir disini…

  12. segera dilakukan denominasi pemotongan angka nol dibelakang sampai 3 digit misal Rp.1000 menjadi Rp.1 secara psikologis akan menaikan derajat martabat rupiah. Pergerakan rupiah mirip saham banyak faktor yang mempengaruhi termasuk faktor psikologis ambil contoh bila denominasi dilaksanakan 1dollar = 14 rupiah

  13. Saya baru sekali keluar negeri tapi hanya sebatas ke negara tetangga itupun saya merasa nilai tukar rupiah sudah jauh dibawah nilai negara yang saya kunjungi. Sedih kalo melihat nilai mata uang negara sendiri 🙁

  14. Wuaduh..coba 3 bulan lalu yang 1M ditransfer kesini, bisa kita bikin mushalla Al Disway dan sisanya untuk wiraswasta pekerjakan yang nganggur. Kira-kira bulan depan bakal dicopet berapa ya pak hehehe

  15. Karena dollar naik lantas merasa kecopetan ya pak. Nanti saat rupiah yang naik gantian bapak jadi pencopet ya.

  16. Intinya keadaan ekonomi Indonesia dbawah pemerintahan skrng (si Jokowi n para pengaturnya (ketua umum partai)) sudah sangat jelas menandakan bahwa mereka tidak pandai bekerja dengan benar.Intinya mereke lebih mementingkan politiknya drpd bekerja untuk negara dengan benar.*DAHLAN ISKAN CAPRES 2019*

  17. Hahaha IMHO… “rasa” uang memang selalu gitu kok, suatu saat pikiran terpusat sedikit “egois” maka copetnya berupa rupa, kalo pengusaha dicopet selisih kurs, … dan pajak usaha bahkan naeknya UMR… Bahkan orang kebanyakan lebih banyak lagi… inflasi naik ( BBM, sembako, biaya sekolah, pajak tabungan, sedekah “jaim”, rasionalisasi, biaya medis dll. ) … Ya masyarakat homo-economicus merasa uang adalah nyawa dan martabat yg menghipnotis selalu nomor satu ! Yah namanya hipnotis memang bikin lupa, masih ada nyawa, ada bodi dan pikiran yang cukup dihandalkan bikin curhat atau ngomel seharian bahkan bulanan… rasa “syukur” atas tools NYA yg bisa jadi masih bermanfaat juga pasti lupa karena itu cuma asset tanpa rupa… Selalu terasa banyak hantu saja yang teriak “SYUKURIN !” mengiang-ngiang dikepala …

  18. Kebanyakan dr yg comment di atas gak faham mksud pak Dahlan, sbnarnya beliau ini mengajarkan kt cara menyimpan uang agar uang kt yg simpan di Bank nilainya tdk merosot oleh kurs Dollar yg semakin naik, jd intinya yg d mksud pak dahlan klo mau kt mengikuti cara beliau utk menabung di bank dgn mata uang dollar. Walau pun dollar naik turun jg kt tdk akan kena imbasnya, malah kenyataanya dollar sllu naik

  19. Tidak mudah memahami tulisan satire sepertinya. Maksud tujuan pak dis tentu bukan mengabari tentang keluhan merasa kecopetan, apalagi sampe harus menuliskan nominal tabungannya. Baca baik-baik dengan seksama maksud dari tulisan ini. Sebagai orang yg di luar pemerintahan harusnya tulisan sentilan seperti ini bisa dijadikan kritik yang membangun. Pak Dis kan posisinya sekarang sama spt kita semua jadi tidak salah dong menulis untuk mengkritisi, padahal ini kalo menurut saya kritik yang sangat halus. Saking halusnya banyak yang tidak “ngeh”…
    Sehat selalu pak dis. Saya kagum anda bisa sekonsisten ini menulis. Saya saja yang usianya jauh lebih muda, punya blog masih senin kamis nulisnya?

  20. Memang saya tergolong orang bodoh. Sudah tahu rupiah bakal kalah. Rupiah bakal merosot. Sudah tahu kinerja ekspor kita loyo. Sudah tahu yang dipikir orang di atas sana lebih banyak hanya politik. Kok saya tidak menyimpan uang dalam dolar.

    Ini lah fakta per politikan yang ada di Indonesia bah

  21. Satire yang luar biasa…
    Andai Abah yang jadi Pemimpin di Negerinya Via Vallen, saya rasa disana pelan-pelan bisa mengejar ketertinggalan atas negara-negara maju, seperti USA dan China.

    Sayangnya kekuasaan lebih ditentukan oleh para Pemain Politik yang kadang tidak peduli dengan kemajuan bangsa.
    Yang dipentingkan hanya Kepentingannya masing-masing saja, memuakkan memang.
    Tapi apalah mau di kata, itulah negerinya Via Vallen.

    Saya masih menunggu keajaiban, siapa tahu di 2019 Abah DI bisa ada di Lingkaran kekuasaan yang mempunyai wewenang yang tinggi untuk mengambil keputusan untuk kemajuan bangsa ini.

    Semoga…

  22. Pak dahlan, bagaimana solusi dr bapak. Supaya fair kritik harus dng solusi. Saya kira pemerintahan skrng sudah bekerja keras, termasuk pak jokowi dan kabinetnya yg pontang panting menjaga ekonomi bangsa ini.

  23. Seorang mantan menteri, Jualan koran tiap hari jutaan eksemplar, keuntungan jangan ditanya berapa juta atau miliarkah/bulan…. masih mengeluh juga…. waktu menjabat menteri, dollar juga membumbung tinggi & beranikah bersuara seperti ini…. miris…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Email:likedisway@gmail.com

Follow me on Twitter
Subscribe to Blog via Email

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 4,162 other subscribers

EnglishIndonesian
%d bloggers like this: