Kawin Cerai Ideologi Ekonomi
Catatan Harian, Internasional, Terbaru

Kawin Cerai Ideologi Ekonomi

Oleh: Dahlan Iskan

Nawaz Sharif masuk rumah sakit. Akhirnya. Kemarin dulu. Irama jantungnya kacau. Tekanan darahnya naik. Ia stress. Pantangan berat bagi pengidap diabetes seperti ia.

Sebenarnya dokter penjara  sudah minta itu. Sehari setelah partainya kalah Pemilu 25 Juli lalu. Tapi Nawaz menolak keluar penjara. Ia curiga ada skenario pembunuhan. Yang sangat biasa di Pakistan.

Nawaz sudah berkali-kali dibunuh. Secara politik. Juga ekonomi. Keluar-masuk penjara. Jadi pelarian. Buron.

Dua minggu sebelum Pemilu baru Nawaz memutuskan pulang. Dari pelariannya di London. Untuk membantu partainya. Yang sejak Nawaz jadi terdakwa dipimpin adik bungsunya: Shahbaz Sharif.

Waktu pulang dari London Nawaz minta mendarat di Lahore. Kampung halamannya. Tapi polisi sudah siaga. Truk-truk militer berbaris sepanjang jalan. Pengikutnya dihadang.  Tidak boleh masuk bandara.

Begitu mendarat Nawaz langsung ditangkap. Dimasukkan penjara yang amat terkenal: Adiala. Di penjara itu pulalah lawan-lawan politiknya juga menjalani hukuman.

Kini Nawaz masih cari jalan keluar. Agar bebas dari hukuman: penjara maupun larangan berpolitik seumur hidupnya.

Bagi Nawaz yang seperti itu sudah biasa. Ia sudah biasa kehilangan apa saja. Dan selalu berjuang untuk memperolehnya kembali.

Kehilangan pertamanya adalah: kehilangan bisnisnya. Nawaz dari keluarga kaya raya. Untuk ukuran Pakistan. Punya pabrik baja. Pabrik itulah yang tiba-tiba hilang. Akibat politik.

Tepatnya pada tahun 1971. Yakni waktu partainya Zulfikar Ali Bhutto menang Pemilu. Partai Rakyat Pakistan (PPP).

Ideologi Ali Bhutto mirip Bung Karno. Tengah-kiri. Bhutto memang bersahabat dengan Bung Karno. Zaman itu aliran kiri memang lagi ‘in’ di dunia ketiga.

Begitu Ali Bhutto berkuasa dilakukan nasionalisasi. Industri-industri utama harus milik negara. Pabrik baja milik Nawaz diambil. Bersama 31 pabrik besar lainnya: pabrik semen.

Sejak saat itulah Nawaz masuk politik. Dengan dendamnya. Umurnya: 28 tahun. Ingin mengubah ideologi negara. Dan sejak itulah dua ideologi ekonomi di Pakistan bermusuhan. Sampai sekarang.

Ketika Ali Bhutto dihukum gantung diganti putrinya: Benazir Bhutto. Dengan ideologi yang sama. Benazir dua kali jadi perdana menteri. Dua kali pula dijatuhkan. Terakhir ditembak mati.

Nawaz Sharif juga tiga kali jadi perdana menteri. Tiga kali pula dijatuhkan. Tiga kali jadi pelarian. Tiga kali masuk penjara.

Pemerintahan Pakistan memang selalu silih berganti: Bhutto-militer-Nawaz-militer-Bhutto-militer-Nawaz-militer. Atau semacam itu.

Ketika pemerintahan Ali Bhutto dikudeta jendral Zia Ul Haq, Nawaz dapat angin. Nasionalisasi dihentikan.

Ia sendiri ditunjuk menjadi menteri keuangan negara bagian penting: Punjab. Tempat kelahirannya. Posisi ini yang kelak membawanya menjadi ketua menteri. Setingkat gubernur di sini.

Tapi ketika Benazir Bhutto terpilih jadi perdana menteri di tahun 1988 dia kembali meneruskan program nasionalisi ayahnya. Ekonomi Pakistan balik kucing. Sangat buruk.

Hanya 20 bulan Benazir menjadi perdana menteri. Digusur oleh Ghulam Ishak Khan. Yang didalangi militer. Arah ekonomi pun dipindah lagi.

Tahun 1993 Benazir terpilih lagi jadi perdana menteri. Ekonomi berubah lagi. Benazir digusur lagi. Dimasukkan penjara. Dengan tuduhan korupsi. Dihukum 3 tahun. Militer terus berkuasa sampai 2007.

Diadakanlah Pemilu. Nawaz terpilih sebagai perdana menteri. Yang kedua kalinya. Pada tahun ketiga Nawaz ingin mengganti panglima militer.

Saat itu panglima lagi di luar negeri. Marah. Begitu pulang jendral itu langsung kudeta: Jendral Musharaf.

Nawaz dijadikan terdakwa. Di pengadilan militer. Yang dilangsungkan dengan cepat. Tuduhannya seabrek: pembunuhan, penculikan, korupsi.

Ancamannya hukuman mati.

Mendengar ancaman itu raja Arab Saudi turun tangan. Merayu militer Pakistan. Agar bersikap lebih lunak. Kompromi diraih: Nawaz cukup diasingkan di Arab Saudi. Dan tidak boleh terjun ke politik. Setidaknya selama 21 tahun. Saat di pengasingan inilah Nawaz membangun pabrik baja di Saudi.

Lalu Nawas mengasingkan diri ke London. Membeli rumah di sana. Rumah inilah yang kelak pada tahun 2018 membuatnya jatuh. Dan masuk penjara lagi. Pemerintahan militer jenderal Musharaf ini cukup panjang.  Sampai 2008. Tapi ekonomi juga tidak maju.  Rakyat sudah tidak tahan. Minta Pemilu.

Saat itulah Benazir Bhutto diizinkan pulang dari pengasingannya. Juga di London. Untuk ikut Pemilu. Ingin jadi perdana menteri yang ketiga kalinya. Nawaz terpaksa diizinkan juga untuk pulang. Dari London. Terbang langsung ke Lahore.

Tiba di Lahore Nawaz tidak boleh turun dari pesawat. Harusnya, kata penguasa,  Nawaz kembalinya dari Arab. Bukan London. Maka pesawat kembali. Ini, kata Nawaz, siasat untuk menjegalnya.

Nawaz lama menunggu di Arab. Untuk bisa pulang. Izin itu akhirnya datang. Atas tekanan rakyat. Dan raja Saudi.

Begitu tiba di Pakistan pendaftaran caleg hampir tutup. Tinggal sehari. Tapi Benazir ditembak mati. Entah oleh siapa.

Pemilu ditunda beberapa minggu. Hasilnya: partainya Benazir justru yang menang. Meski Benazir sendiri tidak bisa jadi perdana menteri. Untuk ketiga kalinya.

Baru pada Pemilu berikutnya, 2013, giliran partainya Nawaz yang menang. Jadilah Nawas perdana menteri lagi. Yang ketiga kalinya. Meski juga tidak sampai selesai. Keburu dimasukkan penjara lagi. Sampai masuk rumah sakit hari-hari ini.

Kini Pakistan beda lagi. Di Pemilu 25 Juli barusan ganti partai lain yang menang. Tokoh lain yang akan menjadi perdana menteri: Imran Khan. Yang wajahnya mirip penyanyi rock Inggris Mick Jagger itu. Yang latar belakangnya atlet olahraga kriket itu. Yang dikenal sebagai playboy itu. Dan kawin-cerai itu.

Entah model ekonomi apa lagi yang akan dicoba di Pakistan. Begitu seringnya Pakistan ganti-ganti ediologi ekonomi.

Saya juga sempat khawatir saat ideologi Nawa Cita ingin diintrodusir lagi di Indonesia. Bukan khawatir ideologinya, tapi khawatir ganti-gantinya. Bisa bikin tidak stabil.

Syukurlah Nawa Cita tidak begitu disuarakan lagi. Belakangan ini. Juga tidak begitu dilaksanakan lagi. Tampaknya. (dis)

July 31, 2018

About Author

dahlan iskan


34 COMMENTS ON THIS POST To “Kawin Cerai Ideologi Ekonomi”

  1. Tampaknya Abah sudah sedikit mengulas ediologi ekonomi negeri Via Vallen. Mungkin minggu2 depan sudah masuk bahas ekspor impor, kurs naik, suku bunga juga naik, hutang vs pdb. Saya juga ingat, Abah sepertinya pernah menulis ekonomi, piutang, dan suku bunga saat awal2 pemerintahan negeri Via Vallen.

  2. Setuju tentang Nawa Cita pak Dis, bahkan mungkin periode berikutnya bisa diganti lagi dengan Dasa Cita hhe…

  3. Gonta ganti sistem membuat langkah selalu mundur ke titik nol. Rakyat yg jd kurban. Pemimpin seeh enak, uangnya sdh banyak, sistem apapun tetap bisa makan enak. Bisa di london atau di arab atau di singapura. Rakyat pilihannya makan atau tidak

  4. Negerinya Via Valen, ideologi ekonomi nya harus nya tetap Pancasila, strategi nya yang harus dinamis mengikuti perkembangan

  5. Yang terakhir ini rasa rasanya memang betul “Syukurlah Nawa Cita tidak begitu disuarakan lagi. Belakangan ini. Juga tidak begitu dilaksanakan lagi. Tampaknya”.

  6. “partai ne wong cilik mangan wong cilik”
    1$=Rp 15rb…… telur bisa 30rb/kg
    Petruk tiba tiba menutup mata dan telinga..

  7. He he he …makjleb banget Abah kalimat terakhirnya. Tapi jangan jangan negerinya pia pallen akan ada partai baru yg berkuasa mirip Pakistan.

  8. Nawacita adalah program kerja, visi misi bukan ideologi. Pak dahlan harus bisa membedakan itu. Saya paham anda mungkin dendam dng pemerintahan jokowi, tp mbok ya kritik dng konteks yg benar. Jng sampai menyesatkan pembaca blog anda ini.

    • Nawacita>RPJMN: Pertumbuhan ekonomi 8% tahun 2019. berdasarkan data 4 tahun terakhir, diperlukan bukan program kerja, tapi keajaiban.

    • Nawa cita, no 5: Program kepemilikan tanah seluas 9 hektar untuk siapa?
      Sedangkan program untuk Rakyatnya didorong tinggal di rumah susun
      @Fathur

      • Program sertifikasi tanah jokowi, sdh jutaan hektar yg diberikan ke masyarakat. Tol laut, infrastruktur, energi terbarukan, kip, inflasi 4 thn dibwh 4%. Sdh saatnya kita bersatu mendukung jokowi melanjutkan apa yg sdh dikerjakan. Termasuk saya setuju pak dahlan menjadi bagian dr pemerintahan jokowi. Krn saya tahu pak dahlan sbnrnya pendukung jokowi cuma krn kmaren sempat ada kasus PWU akhirnya agak kecewa mungkin dng jokowi.

        • Appreciate Pak Fathur, mungkin bisa di-share lebih lengkap (lagi) data – data (kuantitatif) parameter ekonomi kita saat ini yg didasari program Nawacita. Krn pada akhirnya, siapapun pemerintahnya, salah satu tujuan kita bernegara Indonesia adalah memajukan kesejahteraan umum (pembukaan UUD-45 dan kita bisa berasosiasi dng The Wealth of Nation dari Adam Smith) dan mencapai keadilan sosial (Pancasila sila ke 5, bisa berasosiasi dng teori keadialan sosial atau terkenal dng sebutan sosialisme, buku tentang ini bertumpuk – tumpuk, terutama dari ekonom – ekonom Bavaria / Jerman). Kesejahteraan & keadilan sosial, bisa ditelusuri dari banyak sekali text book ekonomi, keduanya adalah terminologi yg dikaitkan dengan mazdab atau aliran atau ideologi ekonomi atau secara umum masalah ekonomi suatu masyarakat yg bernegara.
          Sy yakin jika nilai kuantitatif parameter ekonomi yg digunakan untuk mengukur kesejahteraan & keadilan sosial (pemerataan ekonomi) bisa ditampilkan, kita bisa mendiskusikan dng obyektif sejauh mana keberhasilan Nawacita dalam memajukan kesejahteraan umum dan keadilan sosial. Mana program yg harus dipertahankan dan dikembangkan, mana yg harus diperbaiki dan mana yg harus ditinggalkan.
          Hemat saya, soal dukung mendukung, akan lebih bijaksana nanti saja sebulan menjelang pilpres setelah kita tahu program masing2 kandidat khususnya terkait upaya – upaya memajukan kesejahteraan umum dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

    • Saya kira ini sdh menjadi pengetahuan umum. Program kerja ekonomi, kebijakan ekonomi atau visi misi ekonomi dari suatu negara atau pemimpin negara selalu bisa ditelusuri sumber filsafat ekonominya, atau mazhabnya atau ideologinya. Penggunaan “ideologi” dlm ekonomi sebenarnya agar lebih mudah dipahami politisi yg tidak semuanya punya background ekonomi. Krn pada akhirnya kebijakan ekonomi adalah bagian dari politik bernegara.
      Sy yakin ini bukan masalah kecewa atau tidak kecewa, terlalu personal.
      Ini lebih kontribusi dari warga negara yg mencintai negaranya.
      Soal setuju atau tidak setuju, silahkan didiskusikan.
      Sy sangat menghargai artikel hari krn akan mendorong diskusi skenario ekonomi yg terbaik untuk Indonesia mendatang.
      Sebagai opsi dari diskusi koalisi & capres cawapres yg terlalu dominan mewarnai pemberitaan sehari hari.

    • Eh, ada Kecebong berenang di mari…

      Program kerja, visi misi dan ideologi secara pengertian memang berbeda. Namun saya yakin pembaca disini sudah mengerti apa perbedaan dan persamaannya. Saya kira tidak perlu dipermasalahkan.

      “Saya paham anda mungkin dendam dng pemerintahan jokowi”.
      Dendam ? Saya kira Bung Fathur belum mengernal dengan Baik Abah DI, sehingga bisa berprasangka begitu negatif atas Beliau.

      Jujur, Saya pribadi dulu adalah penggemar Presiden Negerinya Via Vallen, Bahkan jauh sebelum Beliau jadi Presiden atau Gubernur, ketika masih menjabat Walikota.
      Kekecewaan pertama saya adalah ketika orang Kompeten seperti Abah DI tidak disertakan sebagai pembantu Beliau.
      Yang dimasukkan kebanyakan adalah orang-orang yang menurut saya kurang kompeten yang (mungkin) tidak lebih dari pesanan Partai.

      Saya jadi ingat pernyataan seseorang dulu mengenai “Petugas Partai” dan “Presiden Boneka”.
      Tapi ya sudahlah…
      Semoga Negerinya Via Vallen Dilindungi Allah SWT.

  9. Punchline selalu ada dibawah, jd sesekali bacanya dr bawah dulu baru deh balik ke atas dan membaca dgn baik dan benar.

  10. Wahh ulasan yang sangat mantap abah. Semoga abah tidak malu-malu lagi mengulas tentang kondisi perekonomiannya negeri via vallen hehe.

    Abah, ada yang saya ingin tanyakan tentang perkembangan mobil listrik dari negeri tiongkok kedepannya untuk negara ini. Apakah disrupsi mobil listrik itu sebegitu masifnya?
    Kebetulan saya kerja di salah satu sekuritas milik asing. Dan sudah mendengar bahwa investasi raksasa sudah masuk ke mobil listrik. Terutama untuk perusahaan Tiongkok itu. Yg bikin geger dunia investasi. Warren Buffett dan Bill Gates yg invest dan percaya betul ke perusahaan BYD itu. Dan disusul skrg dengan invest besar-besaran duo produsen mobil terbesar dunia VW dan Toyota di mobil listrik ini abah.
    Mohon pencerahannya abah. Kami sangat perlu pencerahan dari abah yg begitu banyak pengalaman dan jaringan di dunia bisnis yg katanya akan jadi tren masa depan ini. Terima kasih abah. Sehat selalu.

  11. Alhamdulilah. Dua bulan lalu saya pijet di sana. Oakistan. Aman. Lengang. Cuma Wendit yg lagi ramai. monyet monyet nggelantung berayunan. Pakis wetan. Arjosari kiri dikit.

  12. sesekali memang ada yang ngeGAS bah.. ndak apa apa, toh kebanyakan pembaca disway ambil sisi keilmuanya. saya pribadi seneng kata-katanya. wenak dibaca. jadi kalau bisa lebih sering tulis kondisi ekonomi dalam negeri. sing ngeGAS biarlah. sing mau ambil ilmunya ya Alhamdulillah.

  13. “Saya juga sempat khawatir saat ideologi Nawa Cita ingin diintrodusir lagi di Indonesia. Bukan khawatir ideologinya, tapi khawatir ganti-gantinya. Bisa bikin tidak stabil.”

    “Syukurlah Nawa Cita tidak begitu disuarakan lagi. Belakangan ini. Juga tidak begitu dilaksanakan lagi. Tampaknya. (dis)”

    Punchline yang selalu menarik bah. Walau jadi polemik di komentar atas. Tetap aja jadi hiburan tersendiri buat saya.

  14. Pada akhirnya nanti, rakyak tidak akan peduli program apapun itu (dan saya juga tidak peduli), yang dipedulikan hanya: bagaimana bisa sejahtera dan cukup pendidikannya. Itu saja. Ngga perlu muluk-muluk mau mandiri, atau apa. Dan kesejahteraan itu hanya bisa diraih jika produksi lebih besar dari konsumsi, rule of thumb di ekonomi. Yang menjadi pertanyaan, apakah produktifitas bangsa ini sudah meningkat, dengan kondisi moral, mental dan pendidikan yang semakin kacau?

  15. Pak DIS berhasil memancing..lanjut Pak..sekarang sdh NawaCita jilid 2 pak..tp saya blm tahu isinya apa..yg menarik adalah membandingkan Pakistan dg negrinya via vallen..jangan2 kita gak pernah maju karena hal yg sama ya Pak..ekspor loyo, pertumbuhan ekonomi ada sih dikit, rupiah anjlok (yg mungkin disengaja lama2 biar devisa nambah 7trilyun tiap hari (??))..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Email:likedisway@gmail.com

Follow me on Twitter
Subscribe to Blog via Email

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 3,164 other subscribers

EnglishIndonesian
%d bloggers like this: