Setengah Bionic

Mensyukuri 11 Tahun Hati Baru
Setengah Bionic

Mensyukuri 11 Tahun Hati Baru

Lolos dari Lubang Maut Aortic Dissection (13-Selesai) Mumpung hari itu ke laboratorium, saya “titip” untuk sekalian ditest kadar tacrolimus saya. Agar seminggu lagi tidak perlu ke laboratorium hanya khusus untuk itu. Itulah test untuk melihat apakah kerjasama antara hati orang yang sudah 11 tahun di dalam tubuh saya itu masih baik. Hasilnya membuat saya terperangah….

Pengukur Suhu, Alat Wajib Baru
Setengah Bionic

Pengukur Suhu, Alat Wajib Baru

Lolos dari Lubang Maut Aortic Dissection (12) Hasil lab yang mengindikasikan muncul tidaknya kanker di tubuh saya selesai tepat di malam tahun baru Imlek: Negatif! Alhamdulillah. Allahu Akbar. Saya seperti dapat angpao setebal bantal! Salah satu penanda tumor saya, AFP, hasilnya 2,7. Ini jauh di bawah pertanda munculnya tumor (15). Penanda kanker lainnya, CEA, menunjukkan…

Menanti Angpao di Hari Imlek
Setengah Bionic

Menanti Angpao di Hari Imlek

Lolos dari Lubang Maut Aortic Dissection (11) Tentu saya tidak sabar menunggu waktu satu bulan. Saya sudah berusaha bersikap tenang. Saya tenang-tenangkan. Tapi sesekali tetap muncul kegelisahan. Ancaman kanker di balik berat badan yang terus turun hanya berhasil membuat ketenangan itu terlihat di permukaan. Tanpa ijin dokter saya memeriksakan darah ke laboratorium. Dua minggu lebih…

Bahagia Walau Gagal Gemuk
Setengah Bionic, Uncategorized

Bahagia Walau Gagal Gemuk

Lolos dari Lubang Maut Aortic Dissection (10) Berat badan saya turun terus. Tinggal 66 kg. Dari 70 kg sebelum operasi. Saya harus melawannya. Dengan makan lebih banyak. Tapi sampai hari ini (14/2) selera makan saya belum pulih. Air liur  masih terasa pahit. Seperti umumnya orang yang habis sakit keras yang lama. Saya paksakan untuk makan…

Selang Rp 500 Juta di Pembuluh Saya
Setengah Bionic

Selang Rp 500 Juta di Pembuluh Saya

Lolos dari Lubang Maut Aortic Dissection (9) Kembali opname, saya langsung diinfus delapan botol. Dokter Mohammed Tauqeer Ahmad, ahli syaraf itu, yakin itu bisa mengatasi keluhan beratnya tengkuk saya. Soal masih datang-perginya panas, mungkin terjadi infeksi. Di satu atau beberapa titik di  sepanjang saluran darah utama saya yang tercabik-cabik tanpa ketahuan selama 15 hari itu….

Tergoda Lanzhou Lamian Satu-satunya
Setengah Bionic

Tergoda Lanzhou Lamian Satu-satunya

Lolos dari Lubang Maut Aortic Dissection (8) Robert Lai mengabarkan kesuksesan operasi itu ke keluarga saya di Surabaya yang sedang menata barang untuk dibawa ke Singapura keesokan harinya. Malam itu juga saya dipindah ke ICU. Untuk dua malam. Ketika istri dan anak saya tiba, saya sudah di ICU. Sudah bisa bercanda. “Bawa tajin?” canda saya…

Pisau di Tangan Benjamin Chua dan Manish
Setengah Bionic

Pisau di Tangan Benjamin Chua dan Manish

Lolos dari Lubang Maut Aortic Dissection (7) Tibalah saat operasi itu. Tempat tidur saya didorong dari kamar 803. Menuju ruang operasi di rumah sakit Farrer Park Singapura ini. Jam menunjukkan pukul 16:00. Robert Lai dan istrinya berjalan di belakang tempat tidur saya. Setelah naik-turun lift terbacalah oleh saya tulisan besar: ruang operasi. Robert melambaikan tangan….

Hampir Saja Skenario By Pass di Leher
Setengah Bionic

Hampir Saja Skenario By Pass di Leher

Lolos dari Lubang Maut Aortic Dissection (5) Tidak ada jalan lain. Tindakan harus segera dilakukan. Pecahnya pembuluh darah utama saya harus segera diatasi. Saya pun bertanya. Kapan dokter James Wong melakukan tindakan. Saya sudah siap. Baik skenario 1 maupun skenario 2. James Wong terdiam sesaat. “Besok (hari Minggu) saya harus ke Myanmar sampai Selasa. Saya…

Perintah Tiba-tiba: Masuk ICU Dulu
Setengah Bionic

Perintah Tiba-tiba: Masuk ICU Dulu

Lolos dari Lubang Maut Aortic Dissection (6) Robert Lai menjemput saya di bandara Changi. Meski duduk paling depan saya menjadi penumpang terakhir yang keluar dari bandara. Ini karena saya tidak bisa berjalan cepat. Bahkan saat keluar dari pintu pesawat, di dalam lorong garba rata, saya harus berhenti tiga kali. Posisi garba ratanya agak naik. Maklum…

Mengandalkan Kreativitas Bubur Remas 
Setengah Bionic

Mengandalkan Kreativitas Bubur Remas 

Lolos dari Lubang Maut Aortic Dissection (4) Setelah anak-menantu-cucu ke Makkah tinggal saya dan istri di Madinah. Kesakitan. Tergolek di tempat tidur. Mereka terus memonitor sakit saya. Saya bisiki istri agar mengatakan kondisi saya baik-baik saja. Agar tidak mengganggu kekhusukan mereka melakukan umroh. Toh sudah banyak dokter asal Surabaya yang bisa dihubungi setiap saat. Saya…


1 2

Email:likedisway@gmail.com

Follow me on Twitter
Subscribe to Blog via Email

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 3,675 other subscribers

EnglishIndonesian