Jurnalistik

Live Streaming dari Mas Joko
Catatan Harian, Jurnalistik, Terbaru, Uncategorized

Live Streaming dari Mas Joko

Oleh: Dahlan Iskan Saya bingung. Dua hari putus hubungan. Saya telpon tidak diangkat. Saya WA tidak dibalas. Saya mulai khawatir: sakitkah ia? Di manakah ia? Yang saya cari itu Joko Intarto. Yang mengatur tulisan-tulisan saya. Agar bisa muncul di disway.id. Tepat waktu. Mas Jokolah yang membuat saya membangun disway. Yakni saat ia tahu. Kok tulisan…

Percaya Penuh Pada Pilot
Catatan Harian, Jurnalistik, Terbaru

Percaya Penuh Pada Pilot

Oleh Dahlan Iskan Tentu ada ‘pertempuran’ besar di balik kecelakaan JT610: Boeing vs Lion Air. Produsen vs konsumen. Untuk jaga nama baik. Boeing tentu berusaha sekuat tenaga: itu bukan kesalahan desain. Lion tentu berusaha keras: bukan kesalahan prosedur pemeliharaan. Atau prosedur di manajemen. Tapi bisa saja keduanya tidak saling bertempur. Keduanya tidak salah. Yang salah,…

DNA, Antara Penting vs Menarik
Catatan Harian, Jurnalistik, Terbaru

DNA, Antara Penting vs Menarik

Oleh: Dahlan Iskan Pilih yang Penting atau Menarik? Jurnalistik punya dosa keturunannya sendiri: mengalahkan yang penting, memenangkan yang menarik. Jurnalistik di zaman hedonistik dosa itu menjadi lebih besar: mengabaikan yang penting, mengutamakan yang menarik. Di zaman seperti itulah para peneliti, kutu buku, pekerja serius, penemu ilmu dasar tidak mendapatkan publikasi yang memadai. Padahal yang mereka…

Buku Jho Low dari Houston
Catatan Harian, Jurnalistik, Terbaru

Buku Jho Low dari Houston

Oleh: Dahlan Iskan Saya cemburu. Pada buku ini. Begitu bagusnya. Belum lagi membaca setengahnya tidak tahan untuk tidak menulis komentar tentangnya. Target saya: begitu mendarat di Jakarta selesailah halaman terakhirnya. Ternyata tidak bisa. Padahal Los Angeles-Shanghai-Jakarta begitu jauhnya. Saya harus membacanya pelan-pelan. Menikmati kata-demi-kata. Kewartawanan saya ternyata bukan apa-apa. Tidak sampai sekuku hitamnya. Inilah kerja…

Posisi Arogansi Bisa dari Golongan Profesi 
Catatan Harian, Jurnalistik, Terbaru

Posisi Arogansi Bisa dari Golongan Profesi 

Oleh: Dahlan Iskan  Inilah pelajaran dari Asia Sentinel. Untuk profesi wartawan. Atau profesi apa pun. Asia Sentinel tidak malu. Untuk minta maaf. Pada ‘korban’ tulisannya. Kali ini pada Presiden SBY. Juga pada Partai Demokrat. Padahal Asia Sentinel belum tentu bersalah. Secara hukum. Tapi ia mengaku bersalah. Secara praktik jurnalistiknya. Yang dilanggar adalah kode etik jurnalistik:…

Email:likedisway@gmail.com

Follow me on Twitter
Subscribe to Blog via Email

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 4,162 other subscribers

EnglishIndonesian