Humaniora

Beda Manajemen Beda Hasil
Catatan Harian, Humaniora

Beda Manajemen Beda Hasil

Oleh: Dahlan Iskan Senin lalu libur. Hari pahlawan di Amerika. Pahlawan yang meninggal dalam perang yang mana saja. Itu berarti libur tiga hari. Karena itu Jumat sore sebelumnya lalu-lintas lebih padat. Penerbangan ke banyak kota penuh. Harga tiketnya naik hampir dua kali. Padahal hari-hari itu saya harus ke Dallas. Di negara bagian Texas. Tidak ada…

Mosque of Laredo  
Catatan Harian, Humaniora

Mosque of Laredo  

Saya datang terlalu awal: pukul 8 malam. Matahari masih bersinar perkasa. Pintu halaman masjid itu masih tertutup. Tidak dikunci. Pintu dua sisi. Teralis besi. Saya turun dari mobil. Saya dorong ke dalam. Tidak bisa. Jalan masuk itu menanjak. Saya tarik ke sini. Gak bisa. Nyangkut. Saya goyang-goyang. Suaranya keras. Takut rusak. Saya tinggal dulu masjid…

Syukuran Arab Hays
Catatan Harian, Humaniora

Syukuran Arab Hays

Saya dapat kiriman buka puasa. Dari Rochman Budiyanto. Wartawan intelektual. Humoris. Satiris. Kirimannya berupa hadits. Via WA. Sohih Bukhori Muslim. Intinya: harusnya saya memang begitu. Sejajar dengan imam. Kalau hanya berdua. Tentu saya tahu hadits itu. Tapi sejak kecil sudah diajari tawadhuk. Rasanya tidak sopan sejajar dengan imam. Apalagi imamnya bapak saya. Wahai para santri:…

Rosma Setelah Tinggalkan Penyiar TV
Catatan Harian, Highlight, Humaniora, News

Rosma Setelah Tinggalkan Penyiar TV

Oleh: Dahlan Iskan Ini adegan pertama.  Bintang utamanya dua: Xavier dan Clare. Dua nama yang minggu lalu jadi trending topik di Malaysia. Xavier adalah orang yang pegang data asli. Tentang mega korupsi di 1MDB. Yang melibatkan Najib Razak itu. Yang hasil korupsinya mengalir ke mana-mana: ke para pimpinan partai UMNO, ke ketua partai Islam PAS,…

Mengunjungi Pesantren Pertama di Amerika
Catatan Harian, Humaniora

Mengunjungi Pesantren Pertama di Amerika

Disway tidak mampir ke New York. Itu bukan meniru judul novel Ayu Utami: “Laela Tidak Mampir New York”. Tapi saya benar-benar tidak sempat mampir. Saya hanya lewat high way di sebelahnya. Hanya lihat New York dari balik kaca mobil. Gedung-gedungnya. Cahayanya. Siluetnya. Hari itu agak ‘kesusu’. Begitu rapat di MIT selesai, saya langsung cabut. Meski…

Insya Allah Aku Lilo, Madrid
Catatan Harian, Humaniora

Insya Allah Aku Lilo, Madrid

Saya lemes saat nulis ini. Bahkan sudah lemes sejak menit ke 30-an final Piala Champions itu. Lemes. Kesel. Kasihan. Pasrah. Akhirnya…. tawakkal billah…. barang siapa marah di bulan puasa akan terhapus airmata putihnya. Saya tidak menangis. Biar pun Liverpool kalah. Tidak sampai seperti Via Vallen. Yang menangis sampai air mata putihnya keluar. Kata ‘air mata…

Ribuan Kilometer Kansas – Boston
Catatan Harian, Humaniora

Ribuan Kilometer Kansas – Boston

Oleh: Dahlan Iskan Berita dari Boston itu masuk ke HP saya. Tentang kepastian jadwal rapat di MIT. Masih ada waktu empat hari. Beberapa agenda di Hays bisa saya tunda. Termasuk lanjutan diskusi kredit untuk petani. Jadwal ke Columbia saya majukan: lihat reaktor riset Universitas Missouri. Saya putuskan juga: ke Boston jalan darat. Toh tim saya…

Rahasia Hape Imam Tarawih
Catatan Harian, Humaniora

Rahasia Hape Imam Tarawih

Pokoknya beres. Setelah tahu rumah itu adalah masjid, saya merasa bebas: bisa datang kapan saja. Tidak dikunci: pagarnya maupun pintu masjidnya. Saya juga sudah hafal bahwa yang seperti pintu itu adalah satu-satunya pintu. Saya juga sudah hafal. Jadwal maghribnya pukul 9 malam. Dan Isyanya pukul 11 malam. Saya sudah hafal tidak ada subuh, dhuhur dan…

Jumat Sukses di Hays
Catatan Harian, Humaniora

Jumat Sukses di Hays

Hampir satu jam saya sendirian di rumah itu. Eh… masjid itu. Sambil lihat-lihat apa yang tertempel di dinding: sebuah AC-jendela yang lama. Kalimat-kalimat pujian dalam bahasa Arab. Tertempel pula teguran dari Pemda: harus membayar sesuatu. Dan harus melengkapi beberapa syarat perizinan yang belum ada. Oh… di dinding itulah tertempel: salat Jumatnya pukul 14:35. Ada juga…

Wanita Mongol Itu Kembali Nongol
Catatan Harian, Humaniora

Wanita Mongol Itu Kembali Nongol

Najib Razak sudah tidak berkuasa lagi. Tapi Amina tetap tidak bisa pulang. Sudah mati di jurang. Bala juga tidak bisa pulang. Keburu meninggal karena serangan jantung. Raja Petra mungkin bisa pulang. Dari persembunyiaannya di Manchester, Inggris. Kopral Polisi Sirul Azhar mungkin ingin pulang. Dari pelariannya di Australia. Abdul Razak mungkin ingin pergi. Begitu juga Kol…

1 3 4 5 6 7 8

Email:likedisway@gmail.com

Follow me on Twitter
Subscribe to Blog via Email

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 3,550 other subscribers

EnglishIndonesian