Humaniora

Kalung dan Sepatu di Depan Pintu
Catatan Harian, Humaniora, Terbaru

Kalung dan Sepatu di Depan Pintu

Oleh: Dahlan Iskan Ini lagi musim panas di Tiongkok. Tapi saya kedinginan. Di atas ketinggian 4.200 meter ini. Di pegunungan suku minoritas Sichuan ini. Tapi ada kambing goreng. Ada sop iga sapi. Ada mie kuah panas. Perut bisa terasa hangat. Ups… Ada foto Mahathir Muhamad. Bersama istri. Di restoran Muslim ini. Di dusun Aba. Kecamatan…

Lift Gus Dur untuk Saya
Catatan Harian, Humaniora, Terbaru

Lift Gus Dur untuk Saya

Oleh: Dahlan Iskan Saya diancam. Di Los Angeles. ”Kalau tetap tidur di hotel putus silaturahmi kita.” Saya pun tidur di rumahnya. Di kawasan Arcadia. Rumah tujuh kamar itu. Di atas tanah 3.200 meter persegi itu. Ia memang sudah ke rumah saya. Yang di Jakarta. Yang di Surabaya. Ia ingin saya berlaku adil padanya. Pemilik rumah…

Pelajaran dari Batu dan Cucu
Catatan Harian, Humaniora, Terbaru

Pelajaran dari Batu dan Cucu

Oleh: Dahlan Iskan Saya masih penasaran. Bagaimana tanah berbatu itu bisa diubah. Jadi perkebunan tebu. Di Sumba Timur. Tanahnya begitu kering.  Begitu berbatu..Begitu tandus. Jarang kena hujan. Saya sekali lagi ke kebun tebu itu. Minggu lalu. Sebelum bermalam di kemah. Di padang savana. Di  Sumba. Di kebun itu saya diterima oleh para manajer mereka. Yang…

Kebaikan Bertemu Kebaikan untuk Semoga
Catatan Harian, Humaniora, Terbaru

Kebaikan Bertemu Kebaikan untuk Semoga

Oleh: Dahlan Iskan Saya tidak mengerti isi khotbah tahun ini. Pakai bahasa Urdu. Separo yang di masjid itu memang orang Pakistan. Separonya separo lagi orang India. Sisanya campuran. Saya memang mencari masjid yang Idul Adhanya lebih pagi. Agar pukul 09:00 bisa terbang ke Chongqing. Sebenarnya ada yang khotbahnya bahasa Indonesia. Di Causeway Bay. Di lapangan. Dalam…

Lombok Menanti Anak Pengungsi
Catatan Harian, Humaniora, Terbaru

Lombok Menanti Anak Pengungsi

Oleh: Dahlan Iskan Hanya bisa pasrah. Itulah yang terjadi di Lombok. Saat ini. Yang diguncang gempa beruntut. Susul menyusul. Tanpa tahu kapan datang. Berapa lama. Berapa besar. Pasrah. Tidur di tenda. Seadanya. Tendanya maupun logistiknya. Pasrah. Hanya itu yang bisa diperbuat. Yang ternyata ada hasilnya. Tidak banyak lagi korban jiwa. Di gempa dahsyat tengah malam….

Sabun Batu untuk Segala Tipe
Catatan Harian, Humaniora, Terbaru

Sabun Batu untuk Segala Tipe

Oleh: Dahlan Iskan Waktu mandi saya kini lebih lama. Sedikit. Terutama setelah baca buku ini: Real World Skin Solutions. Ada anjuran dari buku itu: agar kita lebih mencintai kulit kita. Dengan cara mengenali kulit kita lebih dalam. Waktu terbaiknya: saat mandi. Buku itu ditulis seorang doktor ahli kulit. Lulusan tiga universitas: Amerika, Australia dan Irlandia….

Tafsir Wapres untuk Nasib Sendiri
Catatan Harian, Humaniora, Terbaru

Tafsir Wapres untuk Nasib Sendiri

Oleh: Dahlan Iskan Multi tafsir. Mengapa Jokowi pilih Ma’ruf Amin. Dan mengapa Prabowo pilih Sandiaga Uno. Tafsir 1: Dua-duanya percaya diri. Berani tidak ambil tokoh dengan rating tinggi. Jokowi mungkin percaya omongan ini: disandingkan dengan sandal jepit pun akan menang. Pasangan yang dipilih tidak harus yang bisa menambah suara. Yang penting tidak mengurangi suara. Itu…

Ciputra di Tengah Siapa pun Cawapresnya
Catatan Harian, Humaniora, Terbaru

Ciputra di Tengah Siapa pun Cawapresnya

Oleh: Dahlan Iskan Siapa pun calon Wapresnya saya pilih Ciputra. Ketulusan Ciputra memuja Hendra tidak ada tandingannya. Hanya Ciputra yang ingat setiap tanggal lahir pelukis itu. Dan memperingatinya. Dan istimewa. Saya ikut hadir di peringatan 100 tahun kelahiran Hendra Gunawan. Minggu lalu. Yang diadakan Ciputra. Dengan megahnya. Di Ciputra World Casablanca. Di pusat Artprenuernya. Istri…

Ma Changqing dengan Ratusan Ribu Pelayat
Catatan Harian, Humaniora, Terbaru

Ma Changqing dengan Ratusan Ribu Pelayat

Oleh: Dahlan Iskan Beberapa pembaca disway mengirim pertanyaan: benarkah ulama besar di Tiongkok meninggal? Kapan? Siapa beliau? Mengapa yang mengiringkan jenazahnya sampai ratusan ribu orang? Pertanyaan itu diajukan beserta video pemakaman. (Lihat video dimaksud). Saya sudah menerima kabar duka itu lebih dulu. Sehari setelah beliau wafat tanggal 16 Juli lalu. Tapi saya tidak menulis untuk…

Kaligrafi TKW
Catatan Harian, Humaniora, Terbaru

Kaligrafi TKW

Oleh: Dahlan Iskan Beredar luas: video TKW yang ahli menulis kaligrafi huruf Mandarin. Seseorang minta saya menulis di disway.id: benarkah itu? Seseorang itu adalah orang yang saya hormati: Harjoko Trisnadi. Wartawan senior. Usia 83  tahun. Masih sehat. Dapat penghargaan di hari pers nasional tahun ini. ”Saya kan tidak bisa bahasa Mandarin. Anda lebih tahu isinya,”…

1 2 3 4 8

Email:likedisway@gmail.com

Follow me on Twitter
Subscribe to Blog via Email

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 3,534 other subscribers

EnglishIndonesian