Humaniora

Wardah 
Catatan Harian, Humaniora, Terbaru

Wardah 

Oleh: Dahlan Iskan Begitu banyak yang serba kebetulan di balik melejitnya kosmetik Wardah. Tapi saya tidak setuju kalau itu disebut kebetulan. Seperti juga  suksesnya Rusto’s Tempe di Jepang itu. Wardah kini begitu majunya. Pabriknya sudah 20 hektar. Karyawan ya sudah 11.000 orang. Sudah mengalahkan pemain asing di Indonesia. Terpilih sebagai perusahaan yang growthnya tercepat di…

Membangun Mimpi dari Atas Atap
Catatan Harian, Humaniora, Terbaru

Membangun Mimpi dari Atas Atap

Oleh: Dahlan Iskan ­ —- Ujian Rustono akhirnya mencapai batas. Berkat sumber air dari kuil itu, Rustono berhasil membuat tempe dengan sempurna. Berikut laporan wartawan Disway, Dahlan Iskan, dari Jepang. —– Akhirnya Tsuruko Kuz­umoto jadi wanita heb­at itu. Di belakang l­elaki sukses itu: Rus­tono. Anak desa asal ­Grobogan itu. ”Ayo kita ke kuil,’­’ ujar Tsuruko…

Tafsir Wapres untuk Nasib Sendiri
Catatan Harian, Humaniora, Terbaru

Tafsir Wapres untuk Nasib Sendiri

Oleh: Dahlan Iskan Multi tafsir. Mengapa Jokowi pilih Ma’ruf Amin. Dan mengapa Prabowo pilih Sandiaga Uno. Tafsir 1: Dua-duanya percaya diri. Berani tidak ambil tokoh dengan rating tinggi. Jokowi mungkin percaya omongan ini: disandingkan dengan sandal jepit pun akan menang. Pasangan yang dipilih tidak harus yang bisa menambah suara. Yang penting tidak mengurangi suara. Itu…

Meliuk-liuk di Sumba
Catatan Harian, Humaniora, Terbaru

Meliuk-liuk di Sumba

Oleh: Dahlan Iskan Tidak semua laki-laki seperti Herry Susanto. Saya baru kenal ia saat mendarat di bandara Tambulaka, Sumba Barat Daya. Di bandara itu ia menyalami saya. Herry mau terbang ke Kupang. ”Pak Dahlan mau ke mana?,” tanyanya. ”Ke Sumba Timur. Tapi mau mampir dulu ke Nihi Sumba di Nihi Watu,” jawab saya. ”Kok sendirian?,”…

Empat Semester untuk Ajaran Bung Karno
Catatan Harian, Humaniora, Terbaru

Empat Semester untuk Ajaran Bung Karno

Oleh: Dahlan Iskan Baru sekali ini. Saya ke Universitas Bung Karno. Yang kampusnya dua. Berdekatan. Di Jalan Cikini. Dan di Jalan Kimia itu. Ada acara haul di situ. Di perpustakaanya. Haul Kim Jong-Il. Yang mereka sebut sebagai pemimpin besar PRDK. Korea Utara. Yang meninggal dunia mendadak tahun 2011. Ia adalah ayah Kim Jong-Un. Pemimpin besar…

Crazy Rich di Mana Saja
Catatan Harian, Humaniora, Terbaru

Crazy Rich di Mana Saja

Oleh Dahlan Iskan Apakah 1212? Bagi orang India itu ‘Hari Crazy Rich Asia’. Versi India. Itulah pesta perkawinan putri orang terkaya India. Atau terkaya nomor 38 dunia: Mukesh Ambani. Dari grup Reliance. Perkawinan itu puncaknya tanggal 12 Desember kemarin. Diawali dengan pesta pre wedding. Selama dua hari. Tanggal 8 dan 9 Desember. Akan diakhiri tanggal…

Menunggu Putusan Sabrina
Catatan Harian, Humaniora, Terbaru

Menunggu Putusan Sabrina

Oleh: Dahlan Iskan Senin kemarin sidang lagi: apakah Sabrina Meng bisa dibebaskan. Dengan jaminan. Rp 10 miliar. Atau harus tetap ditahan. Bahkan diekstradisi ke Amerika Serikat. Kemarin itu pengacara Sabrina menambahkan jaminan: biaya penjagaan ditanggung Huawei. Agar Sabrina tidak lari. Penjagaan itu diusulkan seperti ini: dilakukan oleh perusahaan keamanan swasta. Yang mahal. Dan terpercaya. Dengan…

Sabrina Landing di Ruang Sidang
Catatan Harian, Humaniora, Internasional, Komentar Ft Komentar, Terbaru

Sabrina Landing di Ruang Sidang

Oleh Dahlan Iskan Sudah lama Sabrina ditunggu Amerika. Di bandara-bandara negeri adikuasa itu. Tapi tumben. Selama tahun 2018 Sabrina tidak sekali pun ke Amerika. Direktur Keuangan Huawei itu sudah merasa. Perusahaannya lagi diincar pemerintahan Donald Trump. Huawei dianggap melawan Amerika. Atau nengkhianati. Yang melarang siapa pun bertransaksi dengan Iran. Akhirnya Amerika tahu. Akhir Nopember lalu…

Duo Cantik Huawei
Catatan Harian, Humaniora, Terbaru

Duo Cantik Huawei

Oleh: Dahlan Iskan Sebulan terakhir ini pohon tinggi Huawei terus jadi berita besar. Terutama dua anak perempuan pendirinya. Yang dari beda ibu. Direktur keuangannya ditangkap di Canada: Sabrina Meng Wanzhou. Cantik. Umur 46 tahun. Pada 1 Desember lalu. Sabrina tidak terlibat kesalahan apa pun. Perusahaannyalah yang dicurigai Amerika. Dianggap melanggar sanksi yang dikenakan kepada Iran….

Buku Ultah yang Jadi Bisnis Zaki
Catatan Harian, Humaniora, Terbaru

Buku Ultah yang Jadi Bisnis Zaki

Oleh: Dahlan Iskan Seorang santri berkata pada saya. Dengan penuh sopannya. Dengan suara yang lirih: minta nasehat. Tentang apa yang harus ia lakukan. Setelah tamat dari pondok pesantren nanti. Hari itu, Rabu lalu, ia ditugaskan menjemput saya. Di bandara Banyuwangi. Untuk ke Sukorejo. Ke pondok bintang sembilan Salafiyah. Yang santrinya 17.000. Yang telaknya di timur…

Minggat Kunci Sukses Nasir
Catatan Harian, Humaniora, Terbaru

Minggat Kunci Sukses Nasir

Oleh Dahlan Iskan Haji Nasir hanya tamatan STM. Kini kapalnya 7 buah. Tambak udangnya 20 hektar. Punya pabrik es. Cool storage. Perusahaannya sudah banyak: yang terkait dengan ikan: penangkapan ikan laut, budidaya udang. Ia anggota DPRD. Dengan suara terbanyak. Tapi tidak mau lagi jadi caleg. Di Pemilu depan. Hanya mau sepenuhnya urus bisnis. Kapok masuk…

Di Perodua Lihat Londo Ngeprank
Catatan Harian, Humaniora, Terbaru

Di Perodua Lihat Londo Ngeprank

Oleh Dahlan Iskan Tumben. Sopir Grab ini orang suku Dusun. Tumben lagi. Sopir Grab kali ini orang suku Bajau. Biasanya, di Sabah, sopir seperti ini orang asal Sulawesi. Begitu menonjol suku Bugis di sini. Misalnya waktu saya ke gunung Kinabalu. Saya salah sangka. Saya kira sopir ini suku Tionghoa. Kulitnya dan matanya itu. Tidak ada…

Wardah 
Catatan Harian, Humaniora, Terbaru

Wardah 

Oleh: Dahlan Iskan Begitu banyak yang serba kebetulan di balik melejitnya kosmetik Wardah. Tapi saya tidak setuju kalau itu disebut kebetulan. Seperti juga  suksesnya Rusto’s Tempe di Jepang itu. Wardah kini begitu majunya. Pabriknya sudah 20 hektar. Karyawan ya sudah 11.000 orang. Sudah mengalahkan pemain asing di Indonesia. Terpilih sebagai perusahaan yang growthnya tercepat di…

Nana Begitu Dibela Anak Autisnya
Catatan Harian, Humaniora, Terbaru

Nana Begitu Dibela Anak Autisnya

Oleh: Dahlan Iskan Banyak yang punya anak autis. Tapi tidak banyak seperti Nana. Yang habis-habisan. Mencarikan jalan keluar. Agar autis anaknya hilang selamanya. Nana tinggalkan pekerjaannya. Dia lakukan penelitian. Dia temui banyak ahli. Dia baca banyak buku. Banyak artikel. Berhasil. Dia temukan ramuan yang cocok untuk menyembuhkan anak laki-lakinya itu. Ramuan itu dirahasiakannya: hasil kombinasi…

1 2 3 11

Email:likedisway@gmail.com

Follow me on Twitter
Subscribe to Blog via Email

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 4,212 other subscribers

EnglishIndonesian