Bulan Madu Mahathir
Catatan Harian, Internasional

Bulan Madu Mahathir

Bulan madu sudah berlalu. Hanya satu minggu. Kini Mahathir Mohamad mulai kuras energi. Memasuki bulan puasa ini. Fisik dan Pikiran: menyusun kabinet.

Pesta kemenangan oposisi Malaysia memang masih berlangsung. Masing-masing partai dalam koalisi syukuran.

Waktu syukuran di DAP istri Mahathir ikut main biola. Umur 90 tahun. Lagunya: Wo Ai Ni. Sambil syukuran mereka juga mulai gontok-gontokan. Jegal-jegalan. Sindir-menyindir.

Orang-orang Partai Keadilan mulai menuntut: kursi kabinetnya harus lebih banyak.

Enam nama sudah dimunculkan. Sebagai inti kabinet. Mereka marah. Entah seizin ketua mereka, Anwar Ibrahim atau tidak. Mereka merasa tidak dapat jatah.

Padahal mereka pemenang di antara pemenang: 43 kursi. Sebenarnya Partai Keadilan sudah dapat satu kursi. Istimewa pula. Wakil perdana menteri: Wan Azizah. Istri Anwar. Ketua umum partai.

Tapi Mahathir kan juga sudah dapat kursi perdana menteri. Kenapa masih ada jatah untuk menteri dalam negeri: Mahmuddin Yasin. Presiden Partai Pribumi Bersatu. Separtai dengan Mahathir.

Tapi sebenarnya PK juga tidak bisa dikatakan terlalu menang. Partai DAP (Partai Aksi Demokrasi) hanya kalah satu kursi: 42. Dan dapat jatah menteri keuangan: Lim Guang Eng.

Lim adalah sekjen DAP. Ia lulusan Australia. Lalu menjadi akuntan. Masuk politik. Jadi anggota DPRD Penang. Saat ini masih menjabat menteri besar negara bagian Penang. Semacam gubernur. DAP waktu itu menang di Penang.

Sebenarnya Mahathir sudah adil. Empat partai itu masing-masing dapat satu posisi. Kian besar kursinya kian penting posisinya.

Seperti pemenang ketiga, Partai Pribumi Bersatu dapat jatah menteri dalam negeri. Untunglah Anwar Ibrahim turun tangan. Ia menyatakan komit atas dukungannya pada Mahathir. Demikian juga istrinya.

Ini penting. Setelah Wan Azizah tidak hadir dalam pengumuman kabinet baru. Ada isu: PK ngambek.

Bahkan setelah dibebaskan dari penjara kemarin Anwar mengulangi dukungannya itu. Dia belum akan bisa langsung masuk pemerintahan. Apalagi untuk jabatan perdana menteri. Meski massa seperti tidak sabar menantikannya.

Anwar harus jadi anggota parlemen dulu. Itulah UUD Malaysia: untuk jadi menteri harus anggota DPR/DPD.

Berarti masih lama. Nunggu Pemilu berikutnya. Atau pemilu sela di suatu dapil: menggantikan anggota parlemen yang mundur atau meninggal.

Untuk sementara, kata Anwar, akan mengajar dulu. Sudah banyak permintaan. Dari berbagai universitas terkemuka dunia. Itu juga penting untuk charging ke tubuh dan otaknya. Sebelum masuk kembali ke pemerintahan. Setelah tiga kali keluar-masuk penjara. Sambil mengendalikan partai. Yang secara formal masih di pegang istrinya. Agar tidak ada tokoh-tokoh partainya yang gontok-gontokan. Rebutan jabatan di kabinet.

Memang masih akan ada posisi lain di kabinet. Yang masih bisa dibagi-bagi. Tapi Mahathir membatasi jumlah menteri. Seperti janji kampanye. Maksimum 30 menteri. Demi berlangsungnya reformasi.

Malaysia bisa berkaca ke Indonesia. Begitu tidak mudahnya melakukan reformasi. Tidak seperti yang diimpikan dulu. Mahathir sudah minta: masing-masing partai mengajukan nama. Tapi yang menentukan tetap Mahathir: yang mana yang masuk kabinet.

PK mengajukan 10 nama. Namun yang akan masuk maksimum empat. Ini bisa jadi sumber konflik. Termasuk konflik di dalam partainya sendiri.

Nama-nama itu pun harus lolos dari persyaratan penting: bersih. Itulah tuntutan rakyat Malaysia: bersih. Agar beda dengan pemerintahan lama.

Gerakan itulah yang membuat oposisi menang telak. Nama gerakannya pun Gerakan Bersih. Mulai Bersih#1.0, Bersih#2.0, Bersih#3.0, sampai Bersih#4.0.

Mencari yang bersih inilah yang memakan waktu. Sudah 10 hari kabinet belum terbentuk. Menteri Keuangan Lim Guan Eng pun belum bisa dilantik: masih ada perkara korupsi di kejaksaan.

Tapi semua percaya Lim Guan Eng bersih. Perkara itu perkara jadi-jadian: karena Lim tokoh oposisi. Dicari-cari terus kesalahannya. Oleh rezim Najib Razak. Meski begitu perkara ini harus diklirkan dulu.

Mahathir sudah memastikan mengganti jaksa agung lama. Begitu jaksa agungnya baru Lim, 53 tahun, bisa di SP3. Tapi tetap perlu proses.

Lim Guan Eng adalah anak tokoh keras kepala Malaysia: Lim Kit Siang. Kini berumur 78 tahun. Kit Siang inilah pendiri DAP. Alirannya: pikiran bebas.

Ia tidak mau masuk partai Tionghoa. Katanya: Tionghoa tidak boleh menyendiri dalam satu partai. Harus menyatu.

Kit Siang punya hobi khas: melawan siapa saja. Masuk tahanan sudah biasa. Pokoknya harus demokratis, bersih, tidak sukuisme. Buku yang dia tulis sudah lebih dari 20.

Sudah 10 hari Mahathir masih sendirian. Sampai memasuki bulan puasa ini. Bekerja siang malam. Mikir negara siang malam. Pada umurnya yang kini 93 tahun.(dis)

May 17, 2018

About Author

dahlan iskan


15 COMMENTS ON THIS POST To “Bulan Madu Mahathir”

  1. umur 93 tahun, Pak Mahathir yang harusnya bisa pensiun tenang (kebiasaan di Indonesia) tapi tetap mengabdi pada negara. Ini bisa jadi contoh, buat yang muda (termasuk saya) semangat gak mengenal usia. terus lakukan yang terbaik. Terima kasih pak dis 🙂

    • Tergantung daerahnya. Kalau di Mainland USA, ada empat zona waktu. Ketinggalan antara 11-14 jam (east coast, central, mountain, dan pacific time) dengan WIB.

  2. Hahaha tokoh keras kepala Malaysia 😁😁 haha banget lah 😂
    Eh selamat sahur Abah. Pulang ih. Lama amat ngeluyurnya 😎

  3. Merebut kemenangan memang susah, namun memeliharanya lebih susah. Karena ada banyak kepentingan yang harus diperhatikan. Asal jangan lupa prinsip awal, bersih. Jangan ragu ambil keputusan yang lurus meski itu akan bentrok dengan kepentingan sebagian pendukung.

    • Yang penting memang bisa memegang dan mewujudkan janji-janji. Dan kalau ada janji yang meleset, tolong jelaskan dengan jujur dan elegan. Satu kesatuan antara ucapan dan perbuatan. Amanah. Yang tampaknya sangat susah diwujudkan di politik saat ini.

  4. Muda foya foya. Tua kaya raya. Mati masuk surga. Ini motto Tamat Sudah. Ayo Bah Semangat. Wong namanya mau sy pakai nama green camp sy kog. nanti sy kasih satu view bagus. gratis.

  5. umur 93 tahun mestinya istirahat dirumah dengan tenang, tetapi pak mahathir tetap mengurusi negaranya. sy yg tergolong muda jadi makin semangat untuk memberikan yg terbaik bagi orang2 disekitar. meskipun belum maksimal. hhe

  6. 1981 :
    – Royal Wedding (Prince Charles – Diana)
    – Liverpool vs Real Madrid : Final Liga Champions (Liverpool juara)
    – Mahathir Mohamad : PM Malaysia

    2018:
    – Royal Wedding (Prince Harry – Meghan Markle)
    – Liverpool vs Real Madrid : Final Liga Champions (Liverpool juara?)
    – Mahathir Mohamad : PM Malaysia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Email:likedisway@gmail.com

Follow me on Twitter
Subscribe to Blog via Email

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 3,167 other subscribers

EnglishIndonesian
%d bloggers like this: