Month: April, 2018

Belajar dari Banyuwangi
Catatan Harian, Manajemen

Belajar dari Banyuwangi

Ada satu kelompok orang miskin yang tidak mungkin dientas. Mereka janda. Atau duda. Sudah tua. Tidak punya keluarga. Rumah juga tiada. Diberi modal pun tiada guna. Apalagi diberi penataran. Perkiraan saya jumlahnya 5 juta. Di seluruh Indonesia. Bagi kelompok ini, yang penting adalah jaminan bisa makan. Setidaknya dua kali sehari. Kalau sakit bisa berobat. Gratis….

Catatan Harian, Internasional

Perang Dagang Siapa Menang

Perang dagang saat ini kian seru: Amerika Serikat vs Tiongkok. Siapa yang akan menang? Para ahli memperkirakan dua-duanya akan kalah. Presiden Trump memang sering mengatakan: akan menang dengan mudah. Namun gertakan pertamanya ternyata dilawan. Jam itu juga. Dengan bobot yang sama. Trump meluncurkan rudal kedua. Tiongkok bahkan membalasnya lebih telak. Lebih ke jantung Amerika: kedelai…

Sehari Seminggu
Komentar Ft Komentar

Sehari Seminggu

Banyak yang menyarankan, saya harus istirahat menulis sehari dalam seminggu. Untuk edisi Minggu, katanya, bisa dibuat agak berbeda: misalnya khusus untuk menjawab komentar-komentar pembaca. Itu ide yang sangat baik. Biar ada komunikasi dua arah. Tapi… lho… katanya perlu istirahat sehari? Menjawab pertanyaan itu kan menulis juga? Hahaha… gak masalah. Banyak di antara kita yang dilahirkan…

Pemilu Big Data Dalam Humor
Catatan Harian, Trend

Pemilu Big Data Dalam Humor

Saya kebanjiran pertanyaan soal tulisan big data dan algoritma. (Disway edisi 2 April 2018). Khususnya bagaimana menggunakannya. Termasuk dari tokoh seperti Yusril Ihza Mahendra. Ketua Umum Partai Bulan Bintang. Yang nyaris tidak bisa ikut Pemilu. Kalah dengan partai baru. Tanpa dana. Tanpa tokoh nasional. Tentu tidak mudah bagi saya untuk menjawabnya. Apalagi kalau sudah soal…

Lumbung Itu Tidak Untuk Ayam
Catatan Harian, Inovasi

Lumbung Itu Tidak Untuk Ayam

Berita ini kurang baik. Kilang kebanggaan anak bangsa ini tutup. Tidak terlalu menarik perhatian media, tapi mengusik perhatian saya. Lokasi kilangnya di pusat pengeboran minyak Cepu. Namanya Cepu tapi wilayahnya Bojonegoro. Saya pernah mengunjunginya. Saya pikir inilah ayam yang bertelur di lumbung padi. Tidak menyangka. Empat tahun kemudian ayam itu mati. Berita media tidak terlalu…

Banyak Dalih, Susah Maju
Catatan Harian, Internasional

Banyak Dalih, Susah Maju

Begitu sering saya ke Amerika. Tulisan saya pun lebih banyak tentang negeri itu. Mirip sekarang yang lebih banyak tentang Tiongkok. Bahkan hal kecil pun saya tulis. Misalnya soal keheranan orang Amerika atas sepakbola. Waktu piala dunia dilaksanakan di sana. Mengapa di lapangan begitu luas wasitnya hanya satu. Padahal di basket yang lapangannya lebih kecil dan…

Pilih Amerika atau Tiongkok
Catatan Harian, Internasional

Pilih Amerika atau Tiongkok

Satu dari ratusan inspirasi yang saya peroleh dari Amerika adalah: jangan lagi gunakan mesin ketik. Gunakan komputer. Rombak. Minggu itu juga. Sepulang dari Amerika. Jadilah Jawa Pos koran pertama di Indonesia yang wartawannya tidak lagi menggunakan mesin tik. Pada zaman yang Jawa Pos masih susah. Yang belum cukup punya uang. Yang gaji wartawannya masih di…

Mengapa Tiongkok Melulu?
Catatan Harian, Internasional

Mengapa Tiongkok Melulu?

Saya menerima pertanyaan ini kemarin. Saat berada di Universitas Pajajaran, Jatinangor, Bandung: mengapa saya begitu tertarik menulis tentang Tiongkok? Katanya: sayalah orang yang terbanyak menulis tentang Tiongkok. Saya diagendakan dua acara di Unpad kemarin: memberikan kuliah umum dan menjadi salah satu penguji saat Dhiman Abror menjalani ujian untuk memperoleh gelar doktor. Abror adalah mantan Pimred…

Pemilu Era Big Data
Catatan Harian, Trend

Pemilu Era Big Data

Big data. Algoritma. Dua kata itu kini jadi mantra baru. Barang siapa bisa mendapatkan big data dan mampu mengolahnya melalui algoritma dialah jagonya. Jago apa saja: bisnis, politik, intelijen, pengelolaan kesehatan, sampai ke menjual bra dan celana dalam. Algoritma bisa menguraikan onggokan data seruwet dan secampur-aduk apa pun menjadi informasi nyata. Big data adalah onggokan…

Nasionalisme Sayur Salju
Catatan Harian, Internasional

Nasionalisme Sayur Salju

Sudah tidak terlihat lagi salju. Puncak musim dingin baru saja lewat. Saya naik kereta cepat dari kota Qingdao ke Tianjin. Kawasan timur Tiongkok. Selama 4 jam. Di sepanjang perjalanan terlihat bangunan green house. Sambung-menyambung. Tidak henti-hentinya. Saya diskusikan itu. Lautan green house itu. Dengan teman seperjalanan saya. Yang dulu juga amat miskin. Apakah bangunan itu…

1 2 3

Email:likedisway@gmail.com

Follow me on Twitter
Subscribe to Blog via Email

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 3,181 other subscribers

EnglishIndonesian