Month: April, 2018

Catatan Harian, Humaniora

Surat Dari Nanjing

Setelah diskusi dengan mahasiswa seperti Khairul Anwar saya kepikiran. Sepanjang malam. Akan jadi apakah anak seperti itu kelak? Penampilannya sederhana. Tapi begitu bicara terlihat sangat antusias. Matanya berbinar. Jalan pikirannya runtut. Keinginanya jelas: jadi pengusaha. Dan karena itu memilih kuliah di jurusan bisnis. Di Nanjing, Tiongkok. Latar belakangnya pondok pesantren: alumni Darul Hijrah Martapura, Kalsel….

Menengok Si Jilbab di Nanjing
Catatan Harian, Humaniora

Menengok Si Jilbab di Nanjing

Mereka berjilbab. Tapi ngomong Mandarinnya… Haiiyyaaa… saya kalah. Mumpung dekat Nanjing, saya telepon mereka: maukah makan siang dengan saya? Dalam sekejap lima mahasiswa menyahut WeChat saya: Siaaaap…. Waktu itu saya masih di dalam kereta peluru. Dari Shanghai. Satu jam lagi tiba di Nanjing. Kami janjian pukul 13:00. Makan siang. Berarti dua jam lagi. Saya ajukan…

Catatan Harian, Internasional

Gara-Gara “Apel Washington”

Konglomerat yang satu ini mencoba berkelit. Dia tidak mau langsung kooperatif. Tidak mau seperti bos Wanda, Wang Jianglin. Tapi juga tidak mau terang-terangan “mbalelo”. Seperti bos Anbang, Wu Xiaohui. Cara berkelitnya juga canggih. Jadi warga negara Kanada. Juga pemegang green card penduduk Hongkong. Bahkan dia baru saja diberi paspor negara Antigua dan Berbuda. Paspor diplomatik…

Lain Bos Anbang Lain Pak Wang
Catatan Harian, Internasional

Lain Bos Anbang Lain Pak Wang

  Pistol. Lalu pisau. Lantas kantongan. Tiga kata itu populer di Tiongkok. Sejak Xi Jinping jadi presiden. Empat tahun lalu. Itulah tahapan strategi. Dalam pemberantasan korupsi. Sekaligus menyelamatkan keuangan negara. Terutama akibat ancaman kredit macet gila-gilaan di bank pemerintah. Pistol adalah perlambang angkatan bersenjata. Pisau melambangkan kepolisian. Kantong simbol dari pengusaha. Tahap pertama Presiden Xi…

Ningbo Anbang yang Mengguncang
Catatan Harian, Internasional

Ningbo Anbang yang Mengguncang

Saya tiba di Ningbo. Tadi malam. Langsung ingat Sinar Mas. Juga ingat pola pemberantasan korupsi. Untuk kalangan pengusaha di Tiongkok. Ningbo hanya kabupaten. Di propinsi Zhijiang. Tapi jumlah gedung pencakar langitnya mengalahkan Jakarta. Sejak 35 tahun lalu sudah ada perusahaan Indonesia yang berkibar di sini: Sinar Mas. Milik konglomerat Eka Tjipta Wijaya. Saya masih ingat…

Komentar Ft Komentar

Toilet dan Kecepatan Kereta

Di edisi hari ini saya komentari beberapa catatan tentang kereta api dan kunonya uang tunai sebagai berikut; [eltd_separator class_name=”” type=”full-width” position=”center” color=”” border_style=”dashed” width=”” thickness=”3″ top_margin=”” bottom_margin=””] Ahmad Fakhtimihaqi: Tapi kalo ke toilet tetap bayar tunai kan pak..hehehe [eltd_separator class_name=”” type=”full-width” position=”center” color=”” border_style=”dashed” width=”” thickness=”3″ top_margin=”” bottom_margin=””] Tiga hari ini saya belum ke toilet…

Tafsir Baru Usep
Humaniora

Tafsir Baru Usep

Inilah satu jenis tafsir Al Quran yang baru terbit. Dikhususkan untuk kalangan sarjana. Atau intelektual muslim. Rasanya baru kali ini ada terjemahan Al Quran yang seperti ini: bentuk, tebal dan ukurannya seperti buku biasa. Atau  seperti novel. Tidak terlihat seperti kitab suci: Quran atau pun Bibel. Kalau saya tidak membaca judulnya saya tidak tahu: bahwa…

Bayar Tunai, Jadi Kuno
Catatan Harian, Internasional, Trend

Bayar Tunai, Jadi Kuno

Saya jadi orang aneh. Dua hari terakhir ini. Jadi orang kuno. Misalnya tadi malam. Saat saya jalan-jalan di sebuah gang yang ramai di kota Amoy. Disebut juga kota Xiamen. Kota besarnya suku Hokkian. Saya mampir beli cakue. Di pinggir gang. Di pedagang kaki lima. Ternyata sayalah satu-satunya orang yang membayar dengan uang. Padahal ini di…

Musrik Bisnis
Catatan Harian, Inovasi

Musrik Bisnis

Ternaknesia.com. Itulah start up yang dipilih Dalu Nuzulul Kirom. Idealisme membangun bekas lokalisasi Gang Dolly dia tinggalkan. Bidang baru ini memang kelihatan jauh dari gelarnya: insinyur tehnik elektro. Tapi idealisme di dadanya tetap menyala: ikut mencarikan solusi para peternak kita. Cari solusi selalu jadi kiblat Dalu. Ketika menjadi ketua BEM ITS, dialah yang mengubah sistem…

Bangkit Setelah Gagal di Dolly
Catatan Harian

Bangkit Setelah Gagal di Dolly

Saya sudah terkesan sejak mengenalnya. Tiga tahun lalu. Sejak dia menjabat Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya. Namanya agak sulit dieja: Dalu Nuzulul Kirom. Fakultasnya sulit dipelajari: Teknik Elektro. Aktivitas sosialnya sulit dimengerti: merehabilitasi bekas kompleks pelacuran terbesar: Gang Doly. Surabaya. Terutama membenahi aspek ekonominya. Agar para pelacur tidak kembali ke…

1 2 3

Email:likedisway@gmail.com

Follow me on Twitter
Subscribe to Blog via Email

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 3,181 other subscribers

EnglishIndonesian