Month: February, 2018

Tafsir Wapres untuk Nasib Sendiri
Catatan Harian, Humaniora, Terbaru

Tafsir Wapres untuk Nasib Sendiri

Oleh: Dahlan Iskan Multi tafsir. Mengapa Jokowi pilih Ma’ruf Amin. Dan mengapa Prabowo pilih Sandiaga Uno. Tafsir 1: Dua-duanya percaya diri. Berani tidak ambil tokoh dengan rating tinggi. Jokowi mungkin percaya omongan ini: disandingkan dengan sandal jepit pun akan menang. Pasangan yang dipilih tidak harus yang bisa menambah suara. Yang penting tidak mengurangi suara. Itu…

Meliuk-liuk di Sumba
Catatan Harian, Humaniora, Terbaru

Meliuk-liuk di Sumba

Oleh: Dahlan Iskan Tidak semua laki-laki seperti Herry Susanto. Saya baru kenal ia saat mendarat di bandara Tambulaka, Sumba Barat Daya. Di bandara itu ia menyalami saya. Herry mau terbang ke Kupang. ”Pak Dahlan mau ke mana?,” tanyanya. ”Ke Sumba Timur. Tapi mau mampir dulu ke Nihi Sumba di Nihi Watu,” jawab saya. ”Kok sendirian?,”…

Trump Kecele Lagi
Catatan Harian, Internasional

Trump Kecele Lagi

Oleh: Dahlan Iskan Ia sewot: tidak mau ber-summit dengan Presiden Trump. Padahal Trump sudah begitu gegap gempitanya. Tempat summit-nya pun sudah ditentukan: Singapura. Bahkan Trump sudah seperti menitikkan air liur: bisa dapat hadiah Nobel perdamaian. Ia memilih tiba-tiba: summit sendiri dengan Xi Jinping. Diam-diam. Di kota Dalian, Tiongkok. Yang begitu dekat dengan Pyongyang. Ibukota Korea…

Jurus Balik Kucing
Catatan Harian, Internasional

Jurus Balik Kucing

Oleh: Dahlan Iskan Trump balik kucing. Begitu cepatnya. Presiden Amerika itu bikin twitter kejutan. Pagi-pagi. Hari Minggu kemarin. Inilah bunyi twitternya: Donald J. Trump @realDonaldTrump ”Presiden Xi dan saya bekerjasama untuk memberi jalan yang mudah bagi perusahaan telekomunikasi ZTE untuk kembali bisa bekerja, segera. Terlalu banyak lapangan kerja yang hilang. Kementerian perdagangan sudah diinstruksikan untuk…

Aktivitas Disway

Dari Takeran Hingga Belanda di Rumah Disway

Lama tak ada beritanya, pengembangan sepeda motor listrik Take Run ternyata terus berjalan. Kabar barunya, Dr Ir Bambang Prihandoko, ahli baterai lithium dari LIPI minta agar sepeda motor listrik Take-Run bikinan SMK Pesantren Sabilil Muttaqin Takeran, Magetan itu, dikirim ke LIPI. Bambang, ahli lulusan Delf Belanda ini akan mendisainkan baterai yang sesuai dengan tipe dan…

Belajar Banyak dengan Satu Klik
Catatan Harian, Humaniora

Belajar Banyak dengan Satu Klik

Inilah salah satu dari banyak sekali respon atas serial Aorta Dissection. Datangnya dari wartawan senior Surabaya, Ali Salim. Hampir setiap seri dia beri komentar. Misalnya ini. “Tulisannya di DI’s Way luar biasa. Istimewa! Nggak sabar tunggu lanjutannya… Semoga setiap cobaan akan dilewati dengan mulus…” Setelah seri kedua terbit, Ali Salim kembali berkirim komentar. “Sampai ke…

Si Cantik Lincah dari Harbin
Catatan Harian, Humaniora

Si Cantik Lincah dari Harbin

Dari Robert Lai pula saya kenal Meiling. Nama lengkapnya Chang Meiling. Gadis (waktu itu) Tiongkok yang belum lama tinggal di Singapura. Waktu itu saya ingin meneruskan pelajaran bahasa Mandarin saya. Sudah kepalang tanggung. Saya sudah kursus di Surabaya selama tiga bulan. Saya sudah kursus di Jiangxi Chifan Daxue (semacam IKIP) selama sebulan penuh di kota…

Menjelaskan Indonesia Dalam Paham Singapura
Catatan Harian, Humaniora

Menjelaskan Indonesia Dalam Paham Singapura

Robert Lai punya anak tiga. Wanita semua. Baru satu yang berumah tangga, memberinya dua cucu. Di Singapura dia tinggal di apartemen yang dibangun pemerintah. Dia boleh membeli apartemen lima kamar. Itu karena tiga generasi tinggal di rumah yang sama: mertua perempuannya, dia sendiri suami-istri dan dua anaknya yang masih lajang. Dua anaknya ini seperti umumnya…

Dua Hobi yang Tak Ketemu
Catatan Harian, Humaniora

Dua Hobi yang Tak Ketemu

Pengorbanan Robert Lai untuk saya termasuk di bidang golf. Dia suka sekali main golf. Dia mengurangi banyak sekali hobbynya itu. Selama merawat saya kadang sebulan penuh Robert tidak main golf. Dia tahu saya tidak main golf. Dia juga tidak berhasil meyakinkan saya untuk mulai main golf. Tapi dia tidak henti-hentinya bercerita tentang menariknya main golf….

Disiplin Manajer yang Tanpa Ampun
Catatan Harian, Humaniora

Disiplin Manajer yang Tanpa Ampun

Sejak saya muntah darah pada tahun 2004 itu, praktis Robert Lai-lah yang menjadi ‘’manajer kesehatan’’ saya. Selama dua tahun berikutnya saya mondar-mandir ke Singapura. Berarti Robert terus memanajeri keperluan saya. Dokter yang dilibatkan pun kian banyak. Dari berbagai bidang. Termasuk ahli kanker. Tapi saya tetap kerja keras di perusahaan. Sakit liver memang tidak membuat terlihat…

Hepatitis yang Menyatukan
Humaniora

Hepatitis yang Menyatukan

Tahun 2004, subuh, saya dibangunkan oleh rasa ingin muntah. Ternyata muntah darah. Saya coba tampung di kedua telapak tangan sambil berjalan menuju toilet. Tapi tidak cukup. Banyak darah yang tumpah ke lantai. Saya baru memberitahu Robert Lai empat hari kemudian. Setelah dokter di Surabaya menganjurkan saya ke Singapura. Dokter Surabaya merekomendasikan agar saya ditangani dokter…

Menebus Dosa Proyek Raksasa
Catatan Harian, Humaniora

Menebus Dosa Proyek Raksasa

Persahabatan saya dengan Robert Lai sudah berlangsung lebih 20 tahun. Sudah seperti saudara. Robert lahir di Hongkong. Tapi sejak kecil diajak merantau orang tuanya ke Singapura. Karena itu meski kewarga negaraanya Singapura Robert berhak memiliki KTP Hongkong. Dengan memegang paspor Singapura dia bebas masuk ke negara-negara seperti Amerika Serikat, Inggris, negara-negara Eropa daratan bahkan ke…

Humaniora

Siapa Robert Lai dan Meiling?

Begitu banyak pertanyaan tentang siapa Robert Lai dan siapa Meiling yang sering saya sebut dalam tulisan saya, maka saya akan ungkap kisah persahabatan saya yang indah dan panjang dengan kedua orang tersebut. Mulai edisi besok di disway.id Banyak pelajaran yang saya peroleh dari persahabatan itu. Misalnya bagaimana kami memutuskan untuk tidak perlu punya hubungan bisnis. Agar…

Mensyukuri 11 Tahun Hati Baru
Setengah Bionic

Mensyukuri 11 Tahun Hati Baru

Mumpung hari itu ke laboratorium, saya “titip” untuk sekalian ditest kadar tacrolimus saya. Agar seminggu lagi tidak perlu ke laboratorium hanya khusus untuk itu. Itulah test untuk melihat apakah kerjasama antara hati orang yang sudah 11 tahun di dalam tubuh saya itu masih baik. Hasilnya membuat saya terperangah. Untuk pertama kali dalam 11 tahun hasilnya…

1 2 3

Email:likedisway@gmail.com

Follow me on Twitter
Subscribe to Blog via Email

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 3,181 other subscribers

EnglishIndonesian