Year: 2018

Tafsir Wapres untuk Nasib Sendiri
Catatan Harian, Humaniora, Terbaru

Tafsir Wapres untuk Nasib Sendiri

Oleh: Dahlan Iskan Multi tafsir. Mengapa Jokowi pilih Ma’ruf Amin. Dan mengapa Prabowo pilih Sandiaga Uno. Tafsir 1: Dua-duanya percaya diri. Berani tidak ambil tokoh dengan rating tinggi. Jokowi mungkin percaya omongan ini: disandingkan dengan sandal jepit pun akan menang. Pasangan yang dipilih tidak harus yang bisa menambah suara. Yang penting tidak mengurangi suara. Itu…

Meliuk-liuk di Sumba
Catatan Harian, Humaniora, Terbaru

Meliuk-liuk di Sumba

Oleh: Dahlan Iskan Tidak semua laki-laki seperti Herry Susanto. Saya baru kenal ia saat mendarat di bandara Tambulaka, Sumba Barat Daya. Di bandara itu ia menyalami saya. Herry mau terbang ke Kupang. ”Pak Dahlan mau ke mana?,” tanyanya. ”Ke Sumba Timur. Tapi mau mampir dulu ke Nihi Sumba di Nihi Watu,” jawab saya. ”Kok sendirian?,”…

Trump Kecele Lagi
Catatan Harian, Internasional

Trump Kecele Lagi

Oleh: Dahlan Iskan Ia sewot: tidak mau ber-summit dengan Presiden Trump. Padahal Trump sudah begitu gegap gempitanya. Tempat summit-nya pun sudah ditentukan: Singapura. Bahkan Trump sudah seperti menitikkan air liur: bisa dapat hadiah Nobel perdamaian. Ia memilih tiba-tiba: summit sendiri dengan Xi Jinping. Diam-diam. Di kota Dalian, Tiongkok. Yang begitu dekat dengan Pyongyang. Ibukota Korea…

Jurus Balik Kucing
Catatan Harian, Internasional

Jurus Balik Kucing

Oleh: Dahlan Iskan Trump balik kucing. Begitu cepatnya. Presiden Amerika itu bikin twitter kejutan. Pagi-pagi. Hari Minggu kemarin. Inilah bunyi twitternya: Donald J. Trump @realDonaldTrump ”Presiden Xi dan saya bekerjasama untuk memberi jalan yang mudah bagi perusahaan telekomunikasi ZTE untuk kembali bisa bekerja, segera. Terlalu banyak lapangan kerja yang hilang. Kementerian perdagangan sudah diinstruksikan untuk…

Lombok Menanti Anak Pengungsi
Catatan Harian, Humaniora, Terbaru

Lombok Menanti Anak Pengungsi

Oleh: Dahlan Iskan Hanya bisa pasrah. Itulah yang terjadi di Lombok. Saat ini. Yang diguncang gempa beruntut. Susul menyusul. Tanpa tahu kapan datang. Berapa lama. Berapa besar. Pasrah. Tidur di tenda. Seadanya. Tendanya maupun logistiknya. Pasrah. Hanya itu yang bisa diperbuat. Yang ternyata ada hasilnya. Tidak banyak lagi korban jiwa. Di gempa dahsyat tengah malam….

Turki dan Teman yang Berseberangan
Catatan Harian, Internasional, Terbaru

Turki dan Teman yang Berseberangan

Oleh: Dahlan Iskan Mata dunia masih terus ke Turki. Biarpun ada pelantikan perdana menteri baru. Di Pakistan Jumat lalu: Imran Khan. Biar pun perang dagang Amerika-Tiongkok masih seru. Biar pun Mahathir akhirnya ke Tiongkok. Di hari Imran Khan jadi perdana menteri itu. Mahathir yang selama ini terkesan anti Tiongkok.  Ke Tiongkok. Ditemani isterinya. Bertemu Jack…

Antara Bali dan Jakarta
Catatan Harian, Terbaru

Antara Bali dan Jakarta

Oleh: Dahlan Iskan Siapa saja boleh minta dibonceng Presiden Jokowi. Dengan sepeda gunungnya. Di dalam bandara Ngurah Rai, Bali. Ada pemandangan baru di terminal keberangkatan domestik. Di bandara itu. Banyak yang antre. Ingin merasakan dibonceng Jokowi . Lalu mengabadikannya. Lewat foto atau video (Lihat foto 1). Bandara Bali memang salah satu bandara baru yang indah….

Superman Itu Tetangganya Sendiri.
Catatan Harian, Internasional, Terbaru

Superman Itu Tetangganya Sendiri.

Oleh: Dahlan Iskan Merdeka! Dan Turki merdeka juga. Dari krisis moneter yang begitu mencekam. Merdeka! Dan Turki berhasil menginjak rem tepat waktu: saat roda ekonominya berada di bibir jurang. Memang posisi rodanya masih tetap di tebing. Tapi sudah ada superman. Yang menahannya. Untuk tidak terjungkal. Superman itu tetangganya sendiri: Emir Syeikh Tamim bin Hamal Al…

Sajak Sunyi Sebelum Sapi Sepi
Catatan Harian, Terbaru

Sajak Sunyi Sebelum Sapi Sepi

Oleh: Dahlan Iskan Terasa merdeka! Tidur di padang savana. Di Sumba. Dengan api unggun di dekat tenda. Saya di Sumba lagi kemarin. Hampir saja bertemu David Beckham. Yang juga di Sumba. Juga baru meninggalkan Nihi Sumba kemarin. Bersama istrinya: Victoria. Dan anak-anaknya. Saat saya berada di bandara Tambulaka pesawat kecil itu  masih parkir di situ….

Tit-for-Tat Setelah Telat 30 Menit
Catatan Harian, Internasional, Terbaru

Tit-for-Tat Setelah Telat 30 Menit

Oleh: Dahlan Iskan Hanya karena telat 30 menit. Harus bayar Rp 100 miliar. Betapa mahal perang dagang ini. Antara Amerika dan Tiongkok sekarang ini. Yang telat itu kapal raksasa: The Peak Pegasus. Yang memuat kedelai. Satu kapal penuh. Seharga hampir Rp 500 miliar. Kapal itu berlayar dari pelabuhan Seattle. Di negara bagian Washington. Tujuannya: pelabuhan…

Ujian Lira untuk Menantu-Mertua
Catatan Harian, Internasional, Terbaru

Ujian Lira untuk Menantu-Mertua

 Oleh: Dahlan Iskan Masih belum ada langkah nyata di Turki. Baru sebatas tekad: akan mengatasinya. Presiden Recep Tayyib Erdogan masih keras. Masih serba menolak. Ogah menaikkan suku bunga. Ogah mengurangi defisit anggaran. Ogah bebaskan pastor Amerika. Ogah mengakui kelemahannya. Mata uang Turki, Lira, jatuh lagi 8 persen. Senin lalu. Setelah jatuh 18 persen dua hari…

Sabun Batu untuk Segala Tipe
Catatan Harian, Humaniora, Terbaru

Sabun Batu untuk Segala Tipe

Oleh: Dahlan Iskan Waktu mandi saya kini lebih lama. Sedikit. Terutama setelah baca buku ini: Real World Skin Solutions. Ada anjuran dari buku itu: agar kita lebih mencintai kulit kita. Dengan cara mengenali kulit kita lebih dalam. Waktu terbaiknya: saat mandi. Buku itu ditulis seorang doktor ahli kulit. Lulusan tiga universitas: Amerika, Australia dan Irlandia….

Tidak Ada Tit for Tat di Lira
Catatan Harian, Internasional, Terbaru

Tidak Ada Tit for Tat di Lira

Oleh: Dahlan Iskan Saya was-was. Seminggu ke depan ini. Penuh tanda tanya: apakah Turki kuat. Atau kian terpuruk. Mata uang Turki, Lira, tiba-tiba anjlok 18 persen. Akhir pekan lalu. Dalam sehari. Total turun 40 persen. Selama tahun ini saja. Presiden Amerika Serikat Donald Trump langsung posting di twitter: Turki di ambang krisis ekonomi. Trump memang…

Angkatan Darat-Laut-Udara pun Tidak Cukup
Catatan Harian, Internasional, Terbaru

Angkatan Darat-Laut-Udara pun Tidak Cukup

Oleh: Dahlan Iskan Kok seperti tidak aman lagi. Kok seperti tidak tenang lagi. Kok seperti tidak damai lagi. Dunia ini. Presiden Trump sedang memaksakan dibentuknya Angkatan Luar Angkasa. Di Amerika. Di luar angkatan darat, laut dan udara. Panglimanya juga harus jendral bintang empat. Pentagon heboh: diterima atau ditolak. Terjadi pro-kontra. Mayoritas jendral menolak. Mengapa tidak…

1 2 3 21

Email:likedisway@gmail.com

Follow me on Twitter
Subscribe to Blog via Email

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 3,181 other subscribers

EnglishIndonesian