Humaniora

Tafsir Wapres untuk Nasib Sendiri
Catatan Harian, Humaniora, Terbaru

Tafsir Wapres untuk Nasib Sendiri

Oleh: Dahlan Iskan Multi tafsir. Mengapa Jokowi pilih Ma’ruf Amin. Dan mengapa Prabowo pilih Sandiaga Uno. Tafsir 1: Dua-duanya percaya diri. Berani tidak ambil tokoh dengan rating tinggi. Jokowi mungkin percaya omongan ini: disandingkan dengan sandal jepit pun akan menang. Pasangan yang dipilih tidak harus yang bisa menambah suara. Yang penting tidak mengurangi suara. Itu…

Meliuk-liuk di Sumba
Catatan Harian, Humaniora, Terbaru

Meliuk-liuk di Sumba

Oleh: Dahlan Iskan Tidak semua laki-laki seperti Herry Susanto. Saya baru kenal ia saat mendarat di bandara Tambulaka, Sumba Barat Daya. Di bandara itu ia menyalami saya. Herry mau terbang ke Kupang. ”Pak Dahlan mau ke mana?,” tanyanya. ”Ke Sumba Timur. Tapi mau mampir dulu ke Nihi Sumba di Nihi Watu,” jawab saya. ”Kok sendirian?,”…

Nana Begitu Dibela Anak Autisnya
Catatan Harian, Humaniora, Terbaru

Nana Begitu Dibela Anak Autisnya

Oleh: Dahlan Iskan Banyak yang punya anak autis. Tapi tidak banyak seperti Nana. Yang habis-habisan. Mencarikan jalan keluar. Agar autis anaknya hilang selamanya. Nana tinggalkan pekerjaannya. Dia lakukan penelitian. Dia temui banyak ahli. Dia baca banyak buku. Banyak artikel. Berhasil. Dia temukan ramuan yang cocok untuk menyembuhkan anak laki-lakinya itu. Ramuan itu dirahasiakannya: hasil kombinasi…

Rusto’s Tempeh Man Jadda
Catatan Harian, Humaniora, Terbaru

Rusto’s Tempeh Man Jadda

Oleh: Dahlan Iskan ­ —— Tidak ada sukses yang datang tiba-tiba. Begitu pun Rustono. Dengan Rusto’s Tempeh-nya. ‘’Usahanya berkembang ke seluruh dunia karena semangat man jadda,’’ kata wartawan Disway, Dahlan Iskan dalam seri terakhir kisah Raja Tempe di Jepang itu. ——- Daerah pegunungan lu­ar kota Kyoto ini ind­ah sekali. Lokasi pem­buatan tempe nomor 3 ini­…

Membangun Mimpi dari Atas Atap
Catatan Harian, Humaniora, Terbaru

Membangun Mimpi dari Atas Atap

Oleh: Dahlan Iskan ­ —- Ujian Rustono akhirnya mencapai batas. Berkat sumber air dari kuil itu, Rustono berhasil membuat tempe dengan sempurna. Berikut laporan wartawan Disway, Dahlan Iskan, dari Jepang. —– Akhirnya Tsuruko Kuz­umoto jadi wanita heb­at itu. Di belakang l­elaki sukses itu: Rus­tono. Anak desa asal ­Grobogan itu. ”Ayo kita ke kuil,’­’ ujar Tsuruko…

Tempe Setelah Belajar Dorayaki
Catatan Harian, Humaniora, Terbaru

Tempe Setelah Belajar Dorayaki

Oleh: Dahlan Iskan Membuat tempe di Jepang tidak semudah yang dibayangkan. Nasihat dari ‘’master tempe’’ asal Grobogan ternyata tak manjur. Di Negeri Sakura, jurus Grobogan, gagal total. Ikuti lanjutan kisah Raja Tempe yang ditulis wartawan Disway, Dahlan Iskan. Rustono tahu. Surat yang datang lagi dan datang lagi itu dari Jepang. Dari pacar Parangtritis-nya: Tsuruko Kuzumoto….

Raja Tempe Maling Hati untuk Tamunya
Catatan Harian, Humaniora, Terbaru

Raja Tempe Maling Hati untuk Tamunya

Oleh: Dahlan Iskan Cerita raja tempe di Jepang asal Kabupaten Grobogan itu sungguh menarik. Wartawan Disway, Dahlan Iskan, membuat tulisan bersambung, setelah bertemu dengannya dalam lawatannya ke Negeri Sakura itu, pekan lalu. Inilah tulisan seri pertama. —- Saya akhirnya mengunjungi pabrik tempe ini. Di Kyoto, Jepang. Milik raja tempe kita: Rustono. Tepatnya di desa Hachiyado,…

Love Kim dari BigReds Irlandia
Catatan Harian, Humaniora, Terbaru

Love Kim dari BigReds Irlandia

oleh Dahlan Iskan Dari Pyongyang saya harus bermalam di Beijing. Satu-satunya jalan hari itu. Pesawat dari Pyongyang tiba di Beijing sudah jam 5 sore. Kebetulan pula. Saya harus nonton Liverpool malam itu. Tidak mau meneruskan terbang malam ke Tokyo. Di Beijing saya tidak pernah mengharapkan ini: bisa nonton liga Inggris di hotel. Biar kelas hotel…

Empat Jenis Angin Setelah Subuh
Catatan Harian, Humaniora, Terbaru

Empat Jenis Angin Setelah Subuh

Oleh: Dahlan Iskan Saya lari mengambil HP. Yang lagi saya charge di dekat pintu masuk. Ada pemandangan unik. Di masjid Tokyo, ini. Yang harus saya abadikan di kamera: foto dan video. Minggu subuh kemarin itu saya dapat tempat di deretan tengah. Baris depan sudah penuh. Oleh jamaah subuh yang datang lebih dulu. Begitu salat selesai…

Dari Kampung Laut ke Sekolah Dokter
Catatan Harian, Humaniora, Terbaru

Dari Kampung Laut ke Sekolah Dokter

Oleh: Dahlan Iskan Tiga jam lagi saya harus berangkat. Ke Korea Utara. Alhamdulillah. Masih sempat makan siang dengan calon mahasiswa dari Papua, Gorontalo dan Kalimantan Utara. Menikmati masakan Banjar istri saya. Itulah sebagian dari 350 calon mahasiswa baru. Yang akan kuliah di Tiongkok tahun ini. Dikirim oleh yayasan yang saya pimpin. Tiap tahun sekitar angka…

Tiga Rumah Tuhan Gershom
Catatan Harian, Humaniora, Terbaru

Tiga Rumah Tuhan Gershom

Oleh Dahlan Iskan Namanya Gershom Soetopo. Usianya 102 tahun. Pendiri Gereja Bethel Tabernakel. Pendeta unggul di Surabaya. Anaknya lima orang: semuanya jadi pendeta. Cucunya 11 orang. Semua jadi pendeta. Cicitnya 9 orang: masih kecil-kecil. Kalau semua cicitnya kelak juga jadi pendeta apa harus dikata. Mungkin satu-satunya di dunia. Sabtu lalu pendeta Gershom meninggal dunia. Saya…

Pra-Wedding di Sudut-sudut Sumba
Catatan Harian, Humaniora, Terbaru

Pra-Wedding di Sudut-sudut Sumba

Oleh: Dahlan Iskan Saya ke Sumba lagi. Tidur di padang savana lagi. Lagi-lagi ke Sumba. Minggu lalu adalah ‘minggu loncat-loncat’ bagi saya. Dari Surabaya ke Bali. Dari Bali ke Sumba. Dari Sumba ke Kupang. Dari Kupang ke Lombok. Dari Lombok menyeberang ke Sumbawa. Dari Sumbawa Besar menyeberang ke Tambora. Dari Tambora ke Bima. Dari Bima…

1 2 3 10

Email:likedisway@gmail.com

Follow me on Twitter
Subscribe to Blog via Email

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 3,937 other subscribers

EnglishIndonesian